Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Lima Sosok Bayangan


__ADS_3

Terlepas dari kekhawatiran Ming An dan Yu Lian ataupun keresahan di medan perang


Jauh dari hiruk-pikuk keramaian, tersembunyi di antara hutan dan pegunungan


Terdapat sebuah ruang bawah tanah yang di dalamnya terlihat lima sosok bayangan manusia


Namun karena minimnya pencahayaan di dalam ruangan tersebut, tidak diketahui penampilan kelima bayangan tersebut


Tetapi dari aura yang tidak sengaja bocor dari kelimanya


Kekuatan kelimanya jelas berada di atas delapan dewa Aliran Putih dan Hitam


Namun meskipun demikian, kecuali orang dengan akses informasi khusus, kelimanya tidaklah dikenal di dunia persilatan


***


"Sudah 6 bulan lebih, perang antara Aliran Putih dan Hitam berlangsung. tetapi sampai sekarang, jangankan seorang Pendekar Suci, kematian seorang Pendekar Raja pun tidaklah banyak, semua itu tidaklah sesuai dengan rencana kita " Suara tua namun agung menggema di dalam ruangan tersebut


Salah satu sosok mengangguk setuju dan berkata "Sepertinya pengingat dari Dewa Mabuk masih berguna, kini kedua aliran masih saling menahan dan berjaga-jaga terhadap kita, bahkan Aliran Hitam yang sebelumnya bekerjasama dengan kita mulai menjaga jarak "


"Dewa Mabuk ? apakah dia terlibat ?" Sosok ketiga bertanya


Sosok sebelumnya mengangguk, kemudian menjelaskan "Sebelum perang dimulai, kesembilan dewa dunia persilatan sempat berkumpul bersama di medan perang. dan ketika kesembilannya bertemu itulah Dewa Mabuk datang, tapi karena khawatir ditemukan, mata-mata kami tidak berani mendekat, sehingga kami tidak mengetahui apa yang telah dikatakan Dewa Mabuk kepada kesembilannya."


"Tapi apapun itu, bisa dipastikan bahwa Dewa Mabuk terlibat dan mengatakan sesuatu yang membuat kedua Aliran menjadi sangat waspada terhadap kita "


Setelah mendengar penjelasan sosok tersebut, suasana ruangan menjadi dingin


Sosok keempat kemudian berkata dengan nada kesal dan suara menawan yang samar "Dia lagi, dia lagi, tukang mabuk itu telah banyak menganggu rencana kita, jika terus seperti ini, situasi kita akan semakin dirugikan "


Namun ketika kalimat tersebut berakhir, sosok yang sebelumnya menjelaskan segera menggelengkan kepala "Tidak, itu terlalu beresiko, jika pertarungan kalian terjadi, pasti akan membuat gerakan yang sangat besar, yang kemungkinan besar akan menarik perhatian Aliran Putih dan Hitam"


"Kedua aliran telah menjadi sangat waspada terhadap kita, jika kita membuat gerakan terlalu keras, aku khawatir akan menimbulkan perasaan krisis dari kedua aliran, yang kemudian akan membuat situasi kita semakin pasif "


Tetapi meskipun penjelasan sosok tersebut masuk akal, namun sosok yang disanggahnya merasa marah, karena merasa kekuatannya di rendahkan


"Apa kau meremehkanku ?" Sosok tersebut berkata dengan dingin

__ADS_1


Sosok yang ditanyainya menggelengkan kepala dan berkata "Aku tidak pernah meremehkan kekuatanmu, tapi aku juga tidak akan melebih-lebihkan kekuatanmu"


"Kau mungkin bisa mengalahkannya, tapi untuk membunuhnya dengan cepat, kemungkinannya sangat kecil "


"Beberapa waktu lalu, setelah Dewa Mabuk meninggalkan tempat berkumpulnya kesembilan dewa. salah satu penatua tingkat tinggi kita mencegatnya, tapi hanya dalam beberapa saat, tubunnya ditemukan tewas "


"Meskipun dia hanya seorang Pendekar Suci yang baru membuka gerbang kedelapan belum lama ini, tapi kemampuan tempurnya cukup terkenal di antara para pendekar yang berada di tingkat yang sama "


"Namun karakter seperti itu hanya bisa bertahan ditangan Dewa Mabuk selama beberapa saat, bisa dipastikan bahwa kekuatan Dewa Mabuk berbeda dari kesembilan dewa lainnya "


Setelah mendengar penjelasan tersebut, sosok yang sebelumnya tersinggung berangsur-angsur tenang, namun ia masih mendengus dingin ke arah sosok yang menjelaskan tersebut


Di sisi lain, sosok dengan suara menawan bertanya tanpa sadar "Apakah kekuatannya telah mencapai tingkat itu ?"


Sosok yang menjelaskan mengangkat bahu sambil menggelengkan kepala


Ketika ruangan menjadi sunyi, suara tua dan agung kembali terdengar "Untuk sekarang, kesampingkan dulu masalah Dewa Mabuk ini, karena tidak peduli seberapa tinggi kekuatannya, dia tidak akan membuat gelombang besar "


"Mari kita selesaikan masalah Aliran Putih dan Hitam terlebih dahulu, karena jika perang terus bertahan seperti ini, rencana semula akan banyak berubah dan sumber daya yang telah dihabiskan sebelumnya akan menjadi sia-sia "


Terlepas dari kekhawatiran Ming An dan Yu Lian ataupun keresahan di medan perang


Jauh dari hiruk-pikuk keramaian, tersembunyi di antara hutan dan pegunungan


Terdapat sebuah ruang bawah tanah yang di dalamnya terlihat lima sosok bayangan manusia


Namun karena minimnya pencahayaan di dalam ruangan tersebut, tidak diketahui penampilan kelima bayangan tersebut


Tetapi dari aura yang tidak sengaja bocor dari kelimanya


Kekuatan kelimanya jelas berada di atas delapan dewa Aliran Putih dan Hitam


Namun meskipun demikian, kecuali orang dengan akses informasi khusus, kelimanya tidaklah dikenal di dunia persilatan


***


"Sudah 6 bulan lebih, perang antara Aliran Putih dan Hitam berlangsung. tetapi sampai sekarang, jangankan seorang Pendekar Suci, kematian seorang Pendekar Raja pun tidaklah banyak, semua itu tidaklah sesuai dengan rencana kita " Suara tua namun agung menggema di dalam ruangan tersebut

__ADS_1


Salah satu sosok mengangguk setuju dan berkata "Sepertinya pengingat dari Dewa Mabuk masih berguna, kini kedua aliran masih saling menahan dan berjaga-jaga terhadap kita, bahkan Aliran Hitam yang sebelumnya bekerjasama dengan kita mulai menjaga jarak "


"Dewa Mabuk ? apakah dia terlibat ?" Sosok ketiga bertanya


Sosok sebelumnya mengangguk, kemudian menjelaskan "Sebelum perang dimulai, kesembilan dewa dunia persilatan sempat berkumpul bersama di medan perang. dan ketika kesembilannya bertemu itulah Dewa Mabuk datang, tapi karena khawatir ditemukan, mata-mata kami tidak berani mendekat, sehingga kami tidak mengetahui apa yang telah dikatakan Dewa Mabuk kepada kesembilannya."


"Tapi apapun itu, bisa dipastikan bahwa Dewa Mabuk terlibat dan mengatakan sesuatu yang membuat kedua Aliran menjadi sangat waspada terhadap kita "


Setelah mendengar penjelasan sosok tersebut, suasana ruangan menjadi dingin


Sosok keempat kemudian berkata dengan nada kesal dan suara menawan yang samar "Dia lagi, dia lagi, tukang mabuk itu telah banyak menganggu rencana kita, jika terus seperti ini, situasi kita akan semakin dirugikan "


Namun ketika kalimat tersebut berakhir, sosok yang sebelumnya menjelaskan segera menggelengkan kepala "Tidak, itu terlalu beresiko, jika pertarungan kalian terjadi, pasti akan membuat gerakan yang sangat besar, yang kemungkinan besar akan menarik perhatian Aliran Putih dan Hitam"


"Kedua aliran telah menjadi sangat waspada terhadap kita, jika kita membuat gerakan terlalu keras, aku khawatir akan menimbulkan perasaan krisis dari kedua aliran, yang kemudian akan membuat situasi kita semakin pasif "


Tetapi meskipun penjelasan sosok tersebut masuk akal, namun sosok yang disanggahnya merasa marah, karena merasa kekuatannya di rendahkan


"Apa kau meremehkanku ?" Sosok tersebut berkata dengan dingin


Sosok yang ditanyainya menggelengkan kepala dan berkata "Aku tidak pernah meremehkan kekuatanmu, tapi aku juga tidak akan melebih-lebihkan kekuatanmu"


"Kau mungkin bisa mengalahkannya, tapi untuk membunuhnya dengan cepat, kemungkinannya sangat kecil "


"Beberapa waktu lalu, setelah Dewa Mabuk meninggalkan tempat berkumpulnya kesembilan dewa. salah satu penatua tingkat tinggi kita mencegatnya, tapi hanya dalam beberapa saat, tubunnya ditemukan tewas "


"Meskipun dia hanya seorang Pendekar Suci yang baru membuka gerbang kedelapan belum lama ini, tapi kemampuan tempurnya cukup terkenal di antara para pendekar yang berada di tingkat yang sama "


"Namun karakter seperti itu hanya bisa bertahan ditangan Dewa Mabuk selama beberapa saat, bisa dipastikan bahwa kekuatan Dewa Mabuk berbeda dari kesembilan dewa lainnya "


Setelah mendengar penjelasan tersebut, sosok yang sebelumnya tersinggung berangsur-angsur tenang, namun ia masih mendengus dingin ke arah sosok yang menjelaskan tersebut


Di sisi lain, sosok dengan suara menawan bertanya tanpa sadar "Apakah kekuatannya telah mencapai tingkat itu ?"


Sosok yang menjelaskan mengangkat bahu sambil menggelengkan kepala


Ketika ruangan menjadi sunyi, suara tua dan agung kembali terdengar "Untuk sekarang, kesampingkan dulu masalah Dewa Mabuk ini, karena tidak peduli seberapa tinggi kekuatannya, dia tidak akan membuat gelombang besar "

__ADS_1


"Mari kita selesaikan masalah Aliran Putih dan Hitam terlebih dahulu, karena jika perang terus bertahan seperti ini, rencana semula akan banyak berubah dan sumber daya yang telah dihabiskan sebelumnya akan menjadi sia-sia "


__ADS_2