Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Nenek Wan'er


__ADS_3

Zhou Yu melirik sekelilingnya dengan alis berkerut


Seperti yang dikatakan Wan'er, semua penduduk desa sudah pergi dari desa tersebut, sehingga hanya menyisakan rumah-rumah kosong disana


Dilihat dari jejaknya, Zhou Yu menduga mereka meninggalkan desa tersebut sudah cukup lama


Jika sebelumnya, Zhou Yu mungkin berpikir bahwa kepergian penduduk desa adalah hal yang wajar sebab lokasi desa yang memang cukup dekat dengan Hutan Larangan


Dalam kondisi saat ini, jika penduduk desa tidak mengungsi, mereka pasti akan terkena dampak peperangan yang sedang terjadi


Namun setelah mengetahui perkemahan-perkemahan Aliran Putih telah ditinggalkan


Zhou Yu merasa alasan kepergian penduduk desa bukan hanya itu


Namun karena ia belum bertemu siapapun yang bisa ditanyai, ia tidak yakin dengan alasan kepergian mereka


Zhou Yu hanya berharap nenek Wan'er mengetahui beberapa informasi supaya Zhou Yu tidak benar-benar buta tentang masalah ini


Tepat saat Zhou Yu masih mengamati seluruh pedesaan dengan tenang


Suara Wan'er tiba-tiba muncul dan mengambil perhatiannya


"Ini rumahku saudara Zhou "


Berbeda dengan sebelumnya, setelah keduanya berinteraksi selama beberapa saat


Wan'er tidak lagi takut dan waspada terhadap Zhou Yu


Ia bahkan secara aktif memperkenalkan Zhou Yu dengan desanya selama perjalanan mereka menuju kediaman gadis kecil tersebut


Zhou Yu melirik rumah dihadapannya, meskipun tidak besar, rumah tersebut terawat dengan baik sehingga membuat orang yang melihatnya merasa nyaman

__ADS_1


Mungkin karena terlalu bahagia karena mendapatkan tanaman obat yang dibutuhkannya


Wan'er berlari dan memasuki rumah tersebut sambil memanggil neneknya seolah melupakan bahwa dirinya keluar secara diam-diam


Zhou Yu menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis kecil tersebut


Namun tepat ketika pemuda bertopeng tersebut baru melangkah kakinya, ia mendengar Wan'er menjerit dari dalam rumah sambil memanggil neneknya


***


"Apakah kamu memasuki hutan lagi Wan'er ?" Nenek Wan'er bertanya dengan lemah


Wan'er tidak menjawab tapi justru menunduk kepala sambil menyembunyikan wajahnya


Mengingat neneknya yang terjatuh dari tempat tidur karena khawatir akan dirinya sendiri membuat Wan'er merasa bersalah dan tidak berani menatap wanita tua tersebut


Disisi lain, ketika Wan'er enggan menjawab, Zhou Yu yang berada di belakangnya justru buka suara "Dia memang pergi ke hutan tadi "


Namun Zhou Yu mengabaikan tatapan gadis kecil tersebut dan berkata kepada nenek Wan'er dengan tenang "Dia pergi ke hutan karena mencari tanaman obat untuk menyembuhkanmu, dia tidak bersalah "


"Aku tahu, terima kasih karena telah menjaganya anak muda " Nenek Wan'er menjawab sambil tersenyum ramah


Wanita tua tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Wan'er berkata dengan lirih "Wan'er anak yang masuk akal, dia tidak mungkin memasuki hutan tanpa alasan, jika bukan karena penyakit wanita tua ini, bagaimana mungkin dia melanggar larangan dan memasuki hutan seorang diri ?"


"Wanita tua ini seharusnya merasa bangga, tapi memikirkan bahaya yang mungkin ditemuinya di hutan itu, aku benar-benar tidak punya alasan untuk bangga selain rasa bersalah " Sambung wanita tua tersebut dengan nada bersalah


Disisi lain, Wan'er langsung mengangkat kepalanya dan berkata sambil memegang tangan wanita tua tersebut "Nenek tidak perlu merasa bersalah, Wan'er senang bisa membantu nenek "


Gadis kecil tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu dan berkata "Selain itu, saudara Zhou memiliki obat yang nenek butuhkan dan mau membaginya kepada kita, nenek pasti sembuh "


"Apa kau benar-benar memilikinya anak muda ?" Nenek Wan'er ikut mengalihkan perhatiannya sambil bertanya

__ADS_1


Disisi lain, Zhou Yu menganggukkan kepala dengan tenang sebagai jawaban


Namun melihat hal tersebut, Nenek Wan'er tidak terlihat senang, ia bahkan semakin murung


"Lupakan saja " Nenek Wan'er menghela nafas dan berkata "Sebaiknya kau simpan saja tanaman itu untuk kegunaanmu sendiri anak muda, tidak perlu memberikannya kepadaku "


"Nenek " Wan'er berseru setelah mendengar pernyataan tersebut


Disisi lain, Zhou Yu menaikan alisnya dan bertanya "Apa yang terjadi senior ?"


Wanita tua tersebut mendesah dan menjawab "Aku tahu lebih jelas dari pada siapapun tentang kondisiku, tanaman itu sudah tidak lagi bisa menekan penyakitku apalagi menyembuhkannya, dari pada disia-siakan, sebaiknya kau simpan saja untuk dirimu sendiri "


"Boleh aku melihat kondisimu ?" Zhou Yu langsung menimpali pernyataan wanita tua tersebut


Wanita tua tersebut melirik Zhou Yu dan bertanya dengan heran "Apa kau mengerti pengobatan anak muda ?"


"Aku pernah belajar beberapa " Zhou Yu menjawab sambil mengangguk


"Jika begitu, silahkan " Wanita tua tersebut mengangguk dengan tenang


***


"Racun ?" Zhou Yu bergumam pelan sambil menaikan alisnya setelah memeriksa kondisi wanita tua tersebut


Disisi lain, Wanita tua tersebut terlihat tenang dan bertanya ke arah Zhou Yu "Bagaimana anak muda ?"


Zhou Yu tidak langsung menjawab dan justru menatap wanita tua tersebut dengan dalam


"Racunnya sudah sampai ke hati, tapi wanita tua ini masih hidup sampai sekarang, kecuali wanita tua ini pernah menjadi seorang pendekar, sepertinya tidak ada kemungkinan lain " Zhou Yu bergumam pada dirinya sendiri


...

__ADS_1


__ADS_2