
Pertempuran cepat berakhir, para pendekar Aliran Hitam yang tidak beruntung tewas dibawah pengepungan prajurit dan Pasukan Aliran Putih, sementara sebagian kecil memutuskan menyerah dan sisanya berhasil melarikan diri
Setelah pertempuran berakhir, para penduduk desa yaitu orang tua, anak-anak, dan wanita diperbolehkan kembali ke kediamannya masing-masing
Sementara para pria dewasa yang sehat diminta membantu untuk membersihkan medan perang
Ketika para penduduk desa sampai di gerbang desa untuk membantu membersihkan medan perang
Semua penduduk desa tanpa terkecuali segera mengeluarkan isi perut mereka
Sebagai seorang petani yang tidak banyak bersentuhan dengan dunia persilatan
Mereka tidak terbiasa dengan adegan seperti itu, sehingga para penduduk desa tidak bisa bergerak untuk sementara waktu
Untungnya setelah melihat para prajurit yang mengangkat mayat-mayat dengan susah payah, para penduduk tergerak dan mulai beradaptasi
***
Setelah menguburkan para prajurit dan para pendekar yang menjadi korban
Xie Tong dan yang lainnya mulai menghitung kerugian yang ditimbulkan oleh serangan para pendekar Aliran Hitam
Setelah perhitungan cermat, kerugian terbesar dalam serangan ini adalah prajurit
Sebanyak 463 prajurit tewas dalam serangan ini
Seperempatnya menderita luka berat dan ringan
Sedangkan sisanya selamat dan luka yang di derita bisa di abaikan
__ADS_1
Setelah hasil tersebut keluar, Xie Tong, Feng Xue, Gao Jin dan seluruh prajurit merasa sangat sedih dan tertekan
Di sisi lain mereka juga bangga, karena para penduduk desa yang mereka lindungi tidak menderita korban sedikitpun
Sebab selama pertempuran, para prajurit berhasil menahan Pasukan Aliran Hitam tetap di gerbang desa, sehingga kerugian penduduk desa hanyalah beberapa rumah yang rusak, karena berada di dekat gerbang desa
Sementara itu, ketika Xie Tong sedang terlibat dalam urusan para prajurit Kekaisaran
Zhou Yu mendapat tugas untuk mengorganisir Pasukan Aliran Putih, karena Cao Feng dan yang lainnya masih belum sadarkan diri
Dibantu oleh para penduduk desa, Zhou Yu dan yang lainnya membuat tempat tinggal sederhana untuk Pasukan Aliran Putih
Awalnya kepala desa dan seluruh penduduknya sepakat bahwa pasukan Aliran Putih tinggal di rumah para penduduk desa
Namun Zhou Yu menolak gagasan tersebut, sebab jumlah Pasukan Aliran Putih yang terlalu banyak, membuat pendekar bertopeng tersebut khawatir akan merepotkan dan menganggu aktifitas penduduk desa
Di sisi lain, para pendekar dari Pasukan Aliran Putih tidak mengatakan apapun, sebab meskipun Zhou Yu bukanlah salah satu kapten
Namun pengaruhnya di dalam pasukan masih sangat besar, sehingga selama tidak merugikan pasukan, perkataannya masih sangat dihormati
***
Zhou Yu berjalan menyusuri rumah-rumah bersama dengan salah seorang penduduk desa
Setelah beberapa saat, ia tiba di sebuah rumah yang cukup besar, tapi sederhana
"Ini adalah rumah Tie Berjanggut, tuan " Pria tersebut berkata
Zhou Yu melirik rumah tersebut dan berkata sambil tersenyum "Terima kasih !"
__ADS_1
Pria tersebut mengangguk dan pergi setelah berpamitan
Zhou Yu mengalihkan perhatiannya ke arah rumah tersebut dengan penuh minat
Dalam perjalanan, Zhou Yu sempat bertanya asal usul pemilik rumah tersebut
Menurut penduduk desa yang mengantarnya
Pemilik rumah tersebut adalah orang tua bermarga Tie
Seorang musafir yang tidak sengaja lewat dan kemudian menetap di sini
Tidak ada yang tahu nama aslinya, sebab sejak kedatangan ke Desa Sua, ia hanya menyebutkan nama keluarganya saja
Namun karena memiliki janggut yang besar, sehingga penduduk desa menyebutnya Tie Berjanggut
Meskipun bukan merupakan penduduk asli Desa Sua, Tie Berjanggut masih sangat dihormati di Desa Sua, sebab ia merupakan pandai besi yang biasa membantu penduduk desa untuk membuatkan alat-alat keperluan di ladang, seperti cangkul, parang, dan sebagainya
Alasan kedatangan Zhou Yu menuju kediaman Tie Berjanggut tentunya bukan karena cerita penduduk desa, melainkan karena anak kecil yang memberikannya busur kayu adalah anak yang di besarkan oleh Tie berjanggut
***
Zhou Yu melihat sekelilingnya
Meskipun halaman rumah tersebut cukup luas, namun hanya ada beberapa tanaman yang di tanam secara sembarangan di halaman tersebut
Ia kemudian berjalan dan berhenti di depan pintu sambil mengetuk pintu dengan berirama
Tidak berselang lama, suara balasan dari dalam terdengar ke telinganya
__ADS_1