
"Aku tidak menyangka akan melihat kota sebesar ini dalam hidupku " Dai Li berkata sambil menatap kota di depannya
Zhou Yu tersenyum, tidak mengomentari pernyataan pihak lain
Meskipun menurutnya kota ini hanya kota kecil yang bahkan tidak memenuhi syarat untuk disebut kota tingkat ketiga, namun mengingat Dai Li terbiasa tinggal di hutan sejak kecil, Zhou Yu merasa bahwa reaksi pemuda tersebut sangat wajar
Ia kemudian mengajak Dai Li untuk memasuki kota
Akan tetapi tepat ketika keduanya baru saja melangkah ke gerbang kota, dua orang penjaga gerbang menghentikan langkah mereka
Kedua penjaga itu kemudian memberitahu mereka bahwa jika ia dan Dai Li ingin memasuki kota, keduanya harus membayar sejumlah perak untuk biaya masuk
Zhou Yu menaikan alisnya dan ekspresi wajahnya terlihat keheranan
Meskipun pemungutan biaya masuk kota cukup umum, namun hal itu biasanya hanya dilakukan oleh kota tingkat pertama dan kedua saja
Sangat jarang ada kota tingkat ketiga yang berani menagih biaya masuk kepada pengunjungnya, karena kota-kota tingkat ketiga sangat membutuhkan para pengunjung dari luar untuk menopang ekonomi mereka
Yang membuat Zhou Yu semakin heran adalah karena biaya masuk kota tersebut sangat mahal
Umumnya hanya kota setingkat kota kekaisaran yang berani membebankan sejumlah perak untuk biaya masuk kota
Namun saat ini, kota yang bahkan menurutnya tidak memenuhi syarat untuk disebut kota tingkat ketiga juga membebankan biaya yang setara dengan kota kekaisaran yang membuat pemuda tersebut cukup terkejut
__ADS_1
***
"Kenapa wajahmu terlihat pahit setelah memberikan perak itu kepada mereka ?" Dai Li berbisik setelah keduanya memasuki kota
Zhou Yu tersenyum canggung sambil menyentuh tas kulit yang biasa ia gunakan untuk menyimpan perak dan menjelaskan kepada Dai Li bahwa uangnya tinggal sedikit lagi
Jika perak tadi tidak diberikan kepada penjaga, keduanya mungkin bisa menginap di sebuah penginapan
Namun karena perak yang seharusnya cukup bagi mereka untuk menginap dan makan selama beberapa hari diberikan kepada penjaga tadi
Keduanya kemungkinan harus tidur di udara terbuka lagi
"Apakah perak itu sangat berharga ?" Dai Li kembali bertanya
Dai Li tidak terlalu mengerti nilai uang sama sekali
Zhou Yu terdiam, Awalnya ia sendiri tidak terlalu menganggap tinggi nilai sebuah koin atau uang karena warisan yang ditinggalkan orang tuanya dan Kaisar Naga terlalu banyak
Namun karena semua uang tersebut ia simpan di Cincin Ruang
Dan saat ini Cincin Ruang tersebut tidak bisa digunakan
Ia mulai memahami kebutuhan manusia terhadap uang dan mulai mengerti mengapa banyak orang rela melakukan apapun demi uang
__ADS_1
***
"Saudara Zhou ?" Suara Dai Li membangunkan Zhou Yu dari pikirannya
Zhou Yu tersenyum minta maaf, kemudian menjelaskan tentang nilai uang kepada Dai Li
Meskipun tidak terlalu mengetahui nilai uang dengan benar, namun Zhou Yu masih memiliki pemahaman umum tentang uang, sehingga tidak sulit baginya untuk membuat Dai Li lebih memahami nilai uang tersebut
"Apa?? satu koin perak itu pendapat keluarga biasa dalam satu bulan ?" Dai Li bertanya dengan nada tidak percaya setelah mendengar penjelasan Zhou Yu
Zhou Yu mengangguk serius, sehingga membuat pemuda tersebut lebih yakin
"Tidak heran wajahmu terlihat pahit setelah memberikan perak tadi kepada mereka " Dai Li berkata sambil melirik pemuda bortopeng tersebut
Zhou Yu mengangkat bahu tanpa membalas perkataan Dai Li
Sebenarnya tidak sulit baginya untuk memasuki kota tanpa membayar
Namun hal itu sangat tidak nyaman dilakukan oleh seorang pendekar sepertinya
***
"Ngomong-ngomong, kemana kita sekarang ?" Dai Li kembali bersuara setelah keduanya semakin jauh memasuki kota
__ADS_1
"Kita akan pergi menuju kediaman walikota untuk menanyakan arah " Zhou Yu menjawab, kemudian menambahkan "Tapi sebelum itu kita harus mencari rumah makan terlebih dahulu "