
"Amithaba, buddha berwelas asih, kegelapan sudah semakin mendekat, perang sudah ada di ujung tanduk dan aliran hitam telah menunjukan ambisinya, namun sebagai biksu, orang miskin ini berpendapat untuk menghindari perang besar, sehingga kita bisa menghindari kematian orang-orang yang tidak berdosa, tapi orang miskin sadar bahwa menghindari perang adalah langkah yang tidak mungkin, mohon maafkan orang miskin yang bingung " Wu Zikai berkata dengan nada menyesal
Yun Ao mengangguk "Meskipun aku tidak mau mengakuinya, perang memang tidak bisa dihindari, jika kita terus menunda tanpa bersikap, kekuatan aliran putih akan terus melemah dan aliran hitam akan semakin merejalela, hal itu sangat tidak menguntungkan bagi kita "
Lin Feng ikut mengangguk "Aku setuju dengan saudara Yun, tapi seperti yang dikatakan saudara Wu, jika kita memilih berperang, akan ada banyak orang yang tidak berdosa menjadi korbannya, jadi kita perlu mempertimbangkan dengan cermat untuk perang ini "
Ketiga lainnya saling memandang dan mengangguk
"Aku hanya tidak mengerti, dari mana keperecayaan diri mereka berasal untuk perang ini ?" He Hongsen tiba-tiba berkata, kemudian melanjutkan "Secara normal, meskipun jumlah pendekar aliran hitam lebih banyak dari kita, namun mereka tidak terlalu bersatu, sehingga kekuatan kita bisa dikatakan setara, dengan kekuatan yang setara, perang hanya akan menyakiti satu sama lain, tidak ada untungnya bagi aliran hitam melakukan ini "
Yun Ao mengangguk "Saudara He benar, aku sebelumnya memiliki pemikiran yang serupa, sehingga aku berusaha menyelidiki mereka, tapi penjagaan di wilayah mereka diperketat, sehingga aku tidak mendapatkan informasi apapun "
"Namun beberapa waktu lalu, secara kebetulan saudara Tao melewati Sekte Gunung Kunlun, sehingga aku memintanya untuk berkunjung sejenek "
"Melalui percakapan dengannya, aku mendengar bahwa saudara Tao telah menyelidiki situasi aliran hitam secara pribadi dan mendapat beberapa petunjuk "
"Meskipun tidak terlalu jelas, namun saudara Tao menekankan bahwa seberapa keras kepala pun kita menolak, aliran putih tidak bisa menghindari perang, karena perang kali ini tidaklah sederhana dan kemungkinan besar akan menemukan kejutan yang tidak terduga"
Setelah Yun Ao menyelesaikan kalimatnya
He Hongsen tiba-tiba mendengus dan berkata "Tukang mabuk itu selalu berpura-pura misterius, berkata hanya setengah kalimat, datang dan pergi seenaknya "
"Tahun-tahun telah berlalu, tapi sepertinya keluhan saudara He kepada saudara Tao belum berakhir " Yun Ao berkata sambil tersenyum tipis
He Hongsen kembali mendengus "Penghinaannya pada tahun itu tidak akan pernah aku lupakan, cepat atau lambat aku pasti akan mengembalikannya "
Ketiganya saling melirik ketika mendengar perkataan He Hongsen, kemudian menggelengkan kepala tidak berdaya
Di antara ketiganya, tidak ada yang tidak tahu, keluhan macam apa yang dimiliki He Hongsen kepada Dewa Mabuk atau Tao Ming
Kejadian tersebut bermula ketika Dewa Mabuk pertama kali memulai debutnya di dunia persilatan
Ia menantang dan mengalahkan para pendekar yang berjuluk dewa dan di antara para dewa yang dikalahkan Dewa Mabuk
He Hongsen mendapatkan luka yang paling parah
Baik dalam maupun luar, serta fisik ataupun mental, He Hongsen menderita segalanya
Sebagai salah satu tokoh penting dunia persilatan, yang berhasil mencapai Puncak Pendekar Suci di antara banyaknya jenius bela diri dan mendapatkan gelar dewa
He Hongsen tidak terima dikalahkan oleh pendekar yang tidak dikenal, sehingga ia melawan dengan putus asa, tanpa khawatir akan luka yang diterima tubuhnya
Namun segigih apapun He Hongsen berusaha, ia tetap dikalahkan oleh Dewa Mabuk, sehingga ia harus tetap berbaring diranjang selama setengah tahun
Lebih buruk lagi, dari awal sampai akhir, Dewa Mabuk tidak pernah menaggap serius He Hongsen, sehingga He Hongsen yang selalu sombong, menerima pukulan yang tidak pernah terjadi sebelumnya
***
__ADS_1
"Baiklah, berhenti menyimpang dari topik, sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengenang masa lalu, saatnya memikirkan, bagaimana caranya memulai perang dengan korban terkecil dan tanpa melibatkan orang-orang yang tidak berdosa " Lin Feng yang pertama berkata
Yun Ao mengangguk setuju "Saudara Lin benar dan informasi dari saudara Tao juga sangat berharga, kita perlu membuat rencana terbaik untuk situasi terburuk"
"Namun masalah sebesar ini, tidak bisa kita putuskan secara sewenang-wenang, tanpa meminta pendapat dari pemimpin sekte yang lainnya, jadi kita akan membuat pertemuan dan mengundang seluruh kepala sekte aliran putih untuk hadir di dalamnya "
Ketiga lainnya mengangguk setuju
Tujuan mereka berkumpul hanya untuk menentukan sikap empat sekte utama, bukan seluruh aliran putih, jadi jika mereka ingin memulai perang
Mereka tetap harus mendiskusikannya dengan kepala sekte aliran putih lainnya
***
Dengan keputusan empat dewa aliran putih
Empat sekte besar utama yang selalu diam akhirnya membuat gerakan, yang membuat atmosfir dunia persilatan memuncak
Seluruh kepala sekte aliran putih bergegas menghadiri pertemuan dan anggota sekte yang ditinggalkan menjadi semakin gelisah
Tidak ada yang bodoh dalam menilai kejadian tersebut
Mereka sadar, kepergian kepala sekte mereka adalah sinyal bahaya yang dilepaskan secara diam-diam
dan periode ketenangan sebelum badai
"Amithaba, buddha berwelas asih, kegelapan sudah semakin mendekat, perang sudah ada di ujung tanduk dan aliran hitam telah menunjukan ambisinya, namun sebagai biksu, orang miskin ini berpendapat untuk menghindari perang besar, sehingga kita bisa menghindari kematian orang-orang yang tidak berdosa, tapi orang miskin sadar bahwa menghindari perang adalah langkah yang tidak mungkin, mohon maafkan orang miskin yang bingung " Wu Zikai berkata dengan nada menyesal
Yun Ao mengangguk "Meskipun aku tidak mau mengakuinya, perang memang tidak bisa dihindari, jika kita terus menunda tanpa bersikap, kekuatan aliran putih akan terus melemah dan aliran hitam akan semakin merejalela, hal itu sangat tidak menguntungkan bagi kita "
Lin Feng ikut mengangguk "Aku setuju dengan saudara Yun, tapi seperti yang dikatakan saudara Wu, jika kita memilih berperang, akan ada banyak orang yang tidak berdosa menjadi korbannya, jadi kita perlu mempertimbangkan dengan cermat untuk perang ini "
Ketiga lainnya saling memandang dan mengangguk
"Aku hanya tidak mengerti, dari mana keperecayaan diri mereka berasal untuk perang ini ?" He Hongsen tiba-tiba berkata, kemudian melanjutkan "Secara normal, meskipun jumlah pendekar aliran hitam lebih banyak dari kita, namun mereka tidak terlalu bersatu, sehingga kekuatan kita bisa dikatakan setara, dengan kekuatan yang setara, perang hanya akan menyakiti satu sama lain, tidak ada untungnya bagi aliran hitam melakukan ini "
Yun Ao mengangguk "Saudara He benar, aku sebelumnya memiliki pemikiran yang serupa, sehingga aku berusaha menyelidiki mereka, tapi penjagaan di wilayah mereka diperketat, sehingga aku tidak mendapatkan informasi apapun "
"Namun beberapa waktu lalu, secara kebetulan saudara Tao melewati Sekte Gunung Kunlun, sehingga aku memintanya untuk berkunjung sejenek "
"Melalui percakapan dengannya, aku mendengar bahwa saudara Tao telah menyelidiki situasi aliran hitam secara pribadi dan mendapat beberapa petunjuk "
"Meskipun tidak terlalu jelas, namun saudara Tao menekankan bahwa seberapa keras kepala pun kita menolak, aliran putih tidak bisa menghindari perang, karena perang kali ini tidaklah sederhana dan kemungkinan besar akan menemukan kejutan yang tidak terduga"
Setelah Yun Ao menyelesaikan kalimatnya
He Hongsen tiba-tiba mendengus dan berkata "Tukang mabuk itu selalu berpura-pura misterius, berkata hanya setengah kalimat, datang dan pergi seenaknya "
__ADS_1
"Tahun-tahun telah berlalu, tapi sepertinya keluhan saudara He kepada saudara Tao belum berakhir " Yun Ao berkata sambil tersenyum tipis
He Hongsen kembali mendengus "Penghinaannya pada tahun itu tidak akan pernah aku lupakan, cepat atau lambat aku pasti akan mengembalikannya "
Ketiganya saling melirik ketika mendengar perkataan He Hongsen, kemudian menggelengkan kepala tidak berdaya
Di antara ketiganya, tidak ada yang tidak tahu, keluhan macam apa yang dimiliki He Hongsen kepada Dewa Mabuk atau Tao Ming
Kejadian tersebut bermula ketika Dewa Mabuk pertama kali memulai debutnya di dunia persilatan
Ia menantang dan mengalahkan para pendekar yang berjuluk dewa dan di antara para dewa yang dikalahkan Dewa Mabuk
He Hongsen mendapatkan luka yang paling parah
Baik dalam maupun luar, serta fisik ataupun mental, He Hongsen menderita segalanya
Sebagai salah satu tokoh penting dunia persilatan, yang berhasil mencapai Puncak Pendekar Suci di antara banyaknya jenius bela diri dan mendapatkan gelar dewa
He Hongsen tidak terima dikalahkan oleh pendekar yang tidak dikenal, sehingga ia melawan dengan putus asa, tanpa khawatir akan luka yang diterima tubuhnya
Namun segigih apapun He Hongsen berusaha, ia tetap dikalahkan oleh Dewa Mabuk, sehingga ia harus tetap berbaring diranjang selama setengah tahun
Lebih buruk lagi, dari awal sampai akhir, Dewa Mabuk tidak pernah menaggap serius He Hongsen, sehingga He Hongsen yang selalu sombong, menerima pukulan yang tidak pernah terjadi sebelumnya
***
"Baiklah, berhenti menyimpang dari topik, sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengenang masa lalu, saatnya memikirkan, bagaimana caranya memulai perang dengan korban terkecil dan tanpa melibatkan orang-orang yang tidak berdosa " Lin Feng yang pertama berkata
Yun Ao mengangguk setuju "Saudara Lin benar dan informasi dari saudara Tao juga sangat berharga, kita perlu membuat rencana terbaik untuk situasi terburuk"
"Namun masalah sebesar ini, tidak bisa kita putuskan secara sewenang-wenang, tanpa meminta pendapat dari pemimpin sekte yang lainnya, jadi kita akan membuat pertemuan dan mengundang seluruh kepala sekte aliran putih untuk hadir di dalamnya "
Ketiga lainnya mengangguk setuju
Tujuan mereka berkumpul hanya untuk menentukan sikap empat sekte utama, bukan seluruh aliran putih, jadi jika mereka ingin memulai perang
Mereka tetap harus mendiskusikannya dengan kepala sekte aliran putih lainnya
***
Dengan keputusan empat dewa aliran putih
Empat sekte besar utama yang selalu diam akhirnya membuat gerakan, yang membuat atmosfir dunia persilatan memuncak
Seluruh kepala sekte aliran putih bergegas menghadiri pertemuan dan anggota sekte yang ditinggalkan menjadi semakin gelisah
Tidak ada yang bodoh dalam menilai kejadian tersebut
__ADS_1
Mereka sadar, kepergian kepala sekte mereka adalah sinyal bahaya yang dilepaskan secara diam-diam
dan periode ketenangan sebelum badai