
"Seharusnya tidak akan menjadi masalah kan ?" Roh Senjata bergumam dalam hati saat cakar Harimaunya menyentuh punggung Zhou Yu
Jika saja Zhou Yu mendengar gumaman Harimau tersebut, mungkin ia akan langsung tercengang, karena ternyata Roh Senjata sendiri tidak terlalu percaya diri dengan metodenya
Sebenarnya hal itu tidak bisa disalahkan kepada Roh Senjata yang tidak percaya diri dengan metodenya karena sebagai akar yang dibawa dari kelahiran
Keberadaan Garis Keturunan sangatlah unik, Meskipun beberapa orang menganggapnya tidak berharga bahkan beban, tapi tidak peduli bagaimana melihatnya, menekan Garis Keturunan apalagi menghapusnya bukanlah tindakan yang mudah
Jika bukan karena Garis Keturunan Zhou Yu dalam keadaan setengah tidur akibat persaingan dengan Tulang Harimau Giok
Roh Senjata tidak akan pernah berani melakukan hal ini sebab jika terjadi kesalahan, serangan balik yang di terima keduanya akan sangat fatal dan bahkan bisa berujung kematian
***
Tepat ketika Zhou Yu bersiap menekan Garis Keturunannya
Dari sebuah tenda yang tidak jauh dari tenda peristirahatannya, momentum yang sangat besar tiba-tiba muncul dan menyebar ke seluruh perkemahan dengan tenda tersebut sebagai pusatnya
Para pendekar terkejut dengan kemunculan momentum tersebut
Bahkan para pemimpin yang sedang beristirahat langsung terbangun oleh momentum tersebut, sehingga membuat mereka segera meninggalkan tempat peristirahatan dan melesat menuju tenda tersebut
"Apa yang terjadi..."
"Momentum yang sangat kuat..."
__ADS_1
"Dengan gerakan sebesar itu, bahkan para pemimpin harus keluar "
Tidak berselang lama, momentum tersebut kemudian menyatu dan berangsur-angsur menghilang
Namun meskipun momentum tersebut telah menghilang, para pendekar yang berkumpul di depan tenda tersebut tidak segera bubar dan bahkan berangsur-angsur bertambah
Sementara para pendekar menunggu dengan cemas, pelaku sebenarnya, Ming An yang duduk di dalam tenda akhirnya membuka mata
Dengan hembusan nafas keruh yang keluar dari mulutnya, Ming An akhirnya menghela nafas lega
Setelah pertempuran satu bulan yang lalu melawan Kadal Raksasa, dimana Ming An di paksa menggunakan Jurus Terlarang
Ming An terluka parah akibat tabrakan langsung dengan Kadal Raksasa dan serangan balik dari Jurus Terlarang yang digunakannya, sehingga membuat Ming An harus tetap berada di perkemahan dan memulihkan luka-lukanya
Ming An kemudian bangun dan meregangkan tubuhnya
Selama satu bulan terakhir, selain melemparkan pil penyembuhan ke dalam mulutnya, pada dasarnya Ming An tidak melakukan gerakan apapun, sehingga membuat tubuhnya terasa kaku
***
"Apakah anda baik-baik saja saudara Ming ?" Pendekar Suci bermarga Shen membuka mulut saat melihat Ming An meninggalkan tendanya
Ming An mengangguk dan menjawab "Aku baik-baik saja, terima kasih atas perhatian saudara Shen "
Ming An kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Pemimpin Pasukan dan yang lainnya "Maaf jika gerakanku menganggu seluruh perkemahan, Pemimpin"
__ADS_1
"Tidak masalah " Pemimpin Pasukan melambaikan tangannya dan berkata dengan hormat "Melihat momentum senior, luka-luka yang dibawa pertempuran satu bulan yang lalu sepertinya sudah diselesaikan "
Setelah pertempuran satu bulan yang lalu, selain meninggalkan rasa hormat dan kekaguman, seluruh pasukan akhirnya juga mengerti kengerian Ming An, sehingga membuat mereka hanya bisa melihat ke atas dan tidak berani bertindak tidak sopan
Ming An kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah salah seorang pria paruh baya berjubah hitam
Pria paruh baya tersebut adalah seorang Pendekar Suci Tingkat Tinggi yang di kirim oleh Markas Pusat satu bulan yang lalu sebagai bala bantuan
Ming An tentunya tidak mengetahui asal-usul kedatangan pria paruh baya tersebut, namun hal itu tidak menutupi Ming An untuk menebak statusnya di dalam pasukan, karena dirinya juga cukup mengenal identitas asli dan kekuatan pria paruh baya tersebut
"Senior Qi " Ming An menyapa pria paruh baya tersebut
"Senior apa ? aku benar-benar tidak berani menerima gelar ini "Pria bermarga Qi buru-buru melambaikan tangannya dan berkata "Aku telah mendengar pertempuran mengguncang bumi saudara Ming satu bulan yang lalu, jujur saja, kekuatan saudara Ming benar-benar membuatku kagum "
Sebenarnya dalam hal usia, keduanya terpaut cukup jauh, namun karena senioritas di dunia persilatan ditentukan oleh kekuatan
Pria paruh baya bermarga Qi tidak berani menyebut dirinya senior didepan Ming An
Ming An sebenarnya tidak terlalu peduli dengan masalah tersebut, namun melihat pria paruh baya bermarga Qi sangat mementingkannya, Ming An juga tidak sopan
Ming An kemudian bertukar kata dengan Pemimpin Pasukan dan yang lainnya sebelum akhirnya kembali memasuki tenda
Meskipun sebagian besar luka-lukanya telah sembuh, namun Ming An masih harus melakukan perawatan cermat supaya tidak ada luka sisa yang bisa menjadi penyakit gelap dan merusak potensinya
...
__ADS_1