Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Dai Li


__ADS_3

Dengan bantuan pemuda tersebut, Keduanya berjalan meninggalkan tempat persembunyian keduanya


Awalnya keduanya tetap diam sepanjang perjalanan, terutama pemuda yang membantu Zhou Yu


Namun lambat laun, dengan kemampuan berkomunikasi Zhou Yu yang cukup baik dan mungkin karena merasa Zhou Yu tidak seberbahaya yang ia pikirkan


Pemuda tersebut akhirnya mengendurkan kewaspadaannya terhadap Zhou Yu dan mulai sering buka suara


Awalnya pembicaraan keduanya masih agak canggung, namun seiring dengan semakin banyak kalimat yang keluar dari mulut mereka, keduanya merasa cocok satu sama lain dan memiliki banyak kesamaan, sehingga percakapan keduanya tidak lagi terkekang


***


Dari mulut pemuda tersebut Zhou Yu mengetahui bahwa nama pemuda tersebut adalah Dai Li


Sama seperti Zhou Yu, Dai Li adalah seorang yatim-piatu yang sedari kecil di asuh oleh kakek dan neneknya


Namun berbeda dari Zhou Yu yang sedari kecil tinggal di sebuah sekte dengan dikelilingi banyak orang

__ADS_1


Dari kecil hingga dewasa Dai Li selalu tinggal di hutan bersama dengan kakek-neneknya, sehingga membuatnya memiliki sifat yang jujur namun waspada


Dai Li juga sesekali pergi ke desa atau kota untuk membeli kebutuhan sehari-harinya, tetapi tidak pernah terlalu lama, karena pesan kakek dan neneknya


Mungkin karena tidak memiliki teman sejak kecil, atau mungkin karena merasa Zhou Yu memiliki banyak kesamaan dengannya


Setelah Zhou Yu menceritakan asal-usulnya lebih dulu, Dai Li menjadi banyak bicara


Ia juga menjelaskan bahwa alasan kebugaran fisiknya luar biasa adalah karena sedari kecil Dai Li berlatih di hutan dengan medan yang sangat berat dan di beri sebuah ramuan yang sangat pahit oleh kakeknya sebelum dan sesudah berlatih, sehingga membuatnya memiliki kebugaran fisik yang tidak biasa


Namun meskipun memiliki kebugaran fisik yang luar biasa, Zhou Yu menemukan fakta yang menarik yaitu Dai Li tidak bisa bertarung sama sekali


Itu juga yang menjadi alasan kenapa ia harus melarikan diri di hadapan harimau yang tidak bisa menyentuhnya itu


***


"Akhirnya kita sampai juga" Dai Li berkata setelah tiba di depan sebuah gubuk yang terlihat reyot

__ADS_1


Zhou Yu memiringkan kepalanya, namun karena matanya selalu tertutup membuat orang lain kesulitan melihat emosinya


"Aku tidak merasakan nafas atau pun bau orang lain di sini" Zhou Yu berkata setelah terdiam sejenak


Dai Li tersenyum dan menjawab dengan ringan "Tentu saja kau tidak merasakannya, karena sudah lama sekali aku tinggal sendirian di gubuk ini "


Zhou Yu menaikan alisnya, menunggu kelanjutan dari ucapan Dai Li


Dai Li melirik gubuk itu dan menghela nafas, kemudian menjelaskan kepada Zhou Yu bahwa neneknya meninggal tiga tahun yang lalu, tepat dimana Dai Li berumur 15 tahun dan sehari setelahnya, sang kakek menyusul belahan jiwanya itu setelah menitipkan banyak pesan kepadanya


"Maafkan aku " Zhou Yu berkata setelah mendengar cerita tersebut


Dai Li menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ringan "Tidak masalah, lagi pula hal itu akan terjadi cepat atau lambat "


"Selain itu, kakek juga meninggal dalam keadaan tersenyum, karena berhasil menepati janjinya kepada nenek "


"Jika aku terus bersedih atas kepergian keduanya, bukankah aku merusak momen indah janji suci mereka ?!"

__ADS_1


Zhou Yu tersenyum dan berkata "Sepertinya kau memahami perasaan lebih dari kebanyakan orang ya, terutama aku "


Dai Li melirik Zhou Yu dan tertawa kecil "Bagaimana pun aku beberapa tahun lebih tua darimu..."


__ADS_2