Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pasar di Hutan Belantara III


__ADS_3

“kalian terlalu berisik” Pendekar yang baru saja memasuki rumah makan tadi melirik sekelilingnya sebelum kemudian melepaskan niat pedang bersama niat membunuh ke segala arah


Para pendekar terkejut dan hampir kehilangan keseimbangan mereka


Tepat ketika para pendekar tersebut semakin marah dan berniat menyerang pendekar tadi. Pendekar itu melepaskan tudung kepalanya sehingga membuat semua orang bisa melihat wajah di balik jubah tersebut


“Ini...”


“Wajah itu...”


“Wajah yang mempunyai banyak bekas sayatan dan juga dikelilingi oleh niat pedang yang mengamuk. Tidak salah lagi, dia pasti Pendekar Pedang Gila !?”


Para pendekar menarik nafas dingin dan mengambil langkah mundur secara tidak sadar


Disisi lain, melihat para pendekar tersebut langsung bereaksi demikian setelah mengenali penampilannya


Pria paruh baya yang di panggil Pendekar Pedang Gila mendengus dan mencibir “Dasar sampah”


Namun mendengar hinaan tersebut, para pendekar tidak menyerang dan hanya mengepalkan tangan dengan keras yang menunjukkan bahwa mereka sangat kesal


Pria paruh baya tersebut kemudian melirik sekelilingnya dan berjalan ke salah satu meja yang masih kosong


...


“Ternyata dia senior Pedang Gila...” Chyou bergumam dengan tatapan dalam

__ADS_1


Disisi lain, Zhou Yu menaikkan alis dan bertanya “Kau mengenalnya ?”


“Tidak” Chyou menggelengkan kepalanya dan menjawab “Aku hanya tahu dia dari rumor yang beredar, tapi tidak pernah bertemu dengannya secara langsung. Menurut rumor ilmu pedangnya sangat tinggi tapi dia adalah sosok yang kejam dan juga gila yang bahkan berani menentang seorang Patriark dari sebuah sekte besar. Karena itu banyak orang yang berniat menjadi muridnya tapi memilih menyerah”


Zhou Yu tersenyum dan membalas “Dan kau salah satunya”


Chyou mengakui tanpa rasa malu, karena memang kesaktian Pendekar Pedang Gila sangat tersohor, mempunyai keinginan untuk menjadi muridnya bukanlah hal yang memalukan


Zhou Yu kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah pria paruh baya yang baru saja meneguk arak itu


Sebenarnya sama seperti Chyou, ia juga baru pertama kali bertemu dengan Pendekar Pedang Gila ini


Namun bedanya. Zhou Yu lebih mengenal Pendekar Pedang Gila ini dari pada Chyou lewat informasi yang dikumpulkan oleh Bayangan Hitam saat Paviliun Bayangan berniat mengundangnya untuk menjadi salah satu Tetua


Namun karena hasil penyelidikan mengecewakan, Paviliun Bayangan kemudian menyerah untuk merekrutnya


Dituliskan meskipun Pendekar Pedang Gila tidak bisa di anggap pendekar aliran hitam, tapi dia juga tidak bisa di golongkan dengan pendekar aliran putih, karena aksinya dalam bertindak sangat kejam dan tanpa ampun yang sangat tidak bisa di terima oleh Zhou Yu dan Zhou Huya


Sementara itu, seolah merasakan mata yang mengawasinya sedari tadi, Pendekar Pedang Gila menyimpan arak di tangannya dan mengalihkan perhatian ke arah Zhou Yu


Keduanya saling menatap selama beberapa saat sehingga membuat para pendekar yang ada di sekitarnya merasa suasana di dalam ruangan tiba-tiba menjadi dingin


Zhou Yu kemudian mengangkat gelasnya ke udara dan menunjukkan postur bersulang


Disisi lain, Pendekar Pedang Gila terdiam selama beberapa saat sebelum melakukan hal yang sama

__ADS_1


Para pendekar terkejut dengan pemandangan tersebut dan langsung menatap ke arah Zhou Yu dengan lebih cermat


Bisa membuat seorang Pendekar Pedang Gila yang mudah terprovokasi langsung berdamai bukanlah sesuatu yang bisa di lakukan orang biasa


Karena itu, banyak pendekar yang mulai memperhatikan Zhou Yu dengan serius


“Apa yang baru saja kau lakukan ?” Chyou berbisik ke arah Zhou Yu sambil mengawasi orang-orang yang menatap keduanya


“Aku hanya menyapa” Zhou Yu menjawab dengan santai


“Kau pikir aku percaya ?”


“Lalu apa kau pikir aku akan peduli ?”


Chyou mendengus kesal, sementara Zhou Yu kembali menikmati hidangannya dengan tenang


Disisi lain, setelah bertabrakan dengan Zhou Yu secara rahasia


Pendekar Pedang Gila melirik Zhou Yu secara samar sebelum kemudian meneguk araknya dan bergumam ‘Kekuatan orang ini...bahkan aku hanya bisa menatap matanya kurang dari satu menit’


Sementara itu tepat ketika gerakan jantungnya kembali normal


Sebuah bunyi tendangan yang sangat keras muncul dari arah pintu


“Pedang Gila, malaikat maut mu ada di sini”

__ADS_1


...


__ADS_2