Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Mundur


__ADS_3

Pertempuran antara para pendekar dan siluman semakin memuncak


Pada awalnya para pendekar masih bisa bertahan, bahkan mendapatkan keunggulan dengan berbagai jurus yang mereka kuasai


Namun seiring berjalannya waktu, tenaga dalam para pendekar semakin terkuras dan stamina mereka menurun banyak, sehingga membuat momentum mereka melemah seketika


Disisi lain, meskipun para siluman menderita banyak korban, namun gelombang siluman terlalu besar


Bahkan sampai para pendekar mulai menunjukkan kelelahan, gelombang siluman masih belum berakhir dan justru bertambah banyak


Pemimpin Pasukan yang melihat hal tersebut terlihat dingin, meskipun enggan mengakuinya, namun jika situasi terus berlanjut, para pendekar tidak mungkin bisa bertahan dihadapan gelombang siluman ini


Tatapan pria paruh baya tersebut terlihat ragu-ragu sebelum akhirnya berubah tegas


Pemimpin Pasukan kemudian melesat ke arah Ming An dan dua Pendekar Suci lainnya


***


"Apakah anda yakin ingin menarik mundur pasukan ?" Salah satu Pendekar Suci bertanya dengan penuh keraguan


Meskipun ia juga melihat situasi pertempuran sangat tidak optimis, namun ia tidak pernah berpikir untuk mundur, sebab jika pasukan di tarik mundur

__ADS_1


Itu artinya tata letak yang dilakukan oleh Markas Pusat untuk menekan dan memenjarakan para siluman di Hutan Larangan akan hancur berantakan


Bahkan untuk kasus paling serius, para siluman bisa melakukan serangan balik melalui celah yang berhasil mereka terobos yang akhirnya membawa kerugian besar bagi pasukan Aliran Putih


Jika hal itu benar-benar terjadi, maka seluruh pasukan akan menjadi pendosa paling berat di seluruh Aliran Putih


Karena alasan inilah ia penuh keraguan dengan keputusan yang diambil oleh pria paruh baya dihadapannya, sebab sebagai Pemimpin Pasukan, ia seharusnya mengetahui lebih jelas tentang konsekuensi tersebut


Pemimpin Pasukan mengangguk dan menjawab dengan tegas "Aku yakin senior "


"Anda seharusnya tahu lebih jelas konsekuensi masalah ini " Pendekar Suci tadi berkata dengan nada peringatan


Pemimpin Pasukan tidak goyah dan kembali menjawab dengan tegas "Aku tahu dan aku siap menerima hukuman dari Markas Pusat setelah kejadian ini "


"Saudara Ming, anda..." Pendekar Suci tadi menatap Ming An dengan tidak percaya


Ming An melirik dan berkata "Aku tahu keraguan saudara Shen, tapi percayalah, terus melakukan perlawanan disini adalah pilihan yang buruk "


Tanpa menjelaskan lebih banyak, Ming An kembali melesat dan meninggalkan Pendekar Suci tadi dengan penuh keraguan


Disisi lain, meskipun tidak mengerti maksud Ming An, namun melihat pria paruh baya tersebut menyetujui keputusannya, Pemimpin Pasukan menjadi lega

__ADS_1


Sebagai orang terkuat di dalam pasukan, suara Ming An tentunya memiliki bobot yang berat, sehingga setelah pria paruh baya tersebut menunjukkan sikapnya


Kedua Pendekar Suci tidak menolak dan menutup mulut mereka dengan bijaksana


***


Ming An melirik Pemimpin Pasukan dengan tatapan samar


Sejujurnya karena keberadaan Pendekar Suci yang ditetapkan oleh Markas Pusat sebagai kekuatan terpisah, posisi Pemimpin Pasukan di seluruh medan perang pada dasarnya menjadi sangat canggung


Bahkan untuk membuat keputusan yang menyangkut hidup dan mati seluruh pasukan membutuhkan perdebatan sengit dan waktu yang lama


Karena memahami kesulitan Pemimpin Pasukan dalam membuat keputusan


Ming An sering kali tidak banyak berkomentar dan selalu menyetujui keputusan yang di ambil oleh Pemimpin Pasukan selama tidak membahayakan semua pendekar yang ada


Apalagi keputusan yang diambil Pemimpin Pasukan saat ini adalah keputusan paling bijak, sebab saat bertarung dengan ketiga Siluman Tingkat Tinggi


Ming An jelas merasa bahwa ketiga Siluman Tingkat Tinggi tidak benar-benar bermain habis-habisan dengannya


Selain itu, semakin lama pertempuran terjadi, ia menjadi semakin gelisah, meskipun dirinya berhasil menekan ketiga Siluman Tingkat Tinggi dari awal sampai akhir

__ADS_1


"Aku hanya berharap firasatku tidak menjadi kenyataan " Ming An bergumam sambil melirik ke salah satu arah dengan tatapan mendalam


...


__ADS_2