
Setelah menyelamatkan kelima pendekar tadi, Ming An melesat memasuki hutan dengan sangat cepat
Jubahnya berkibar di tiup angin dan alisnya terlipat dengan tatapan merenung
Ia kemudian bergumam pelan "Apa yang sebenarnya terjadi dengan semua ini ?"
Sudah satu tahun sejak kejadian yang menyebabkan ia kehilangan Zhou Yu
Meskipun ia telah diyakinkan oleh Dewa Mabuk bahwa muridnya itu baik-baik saja, namun tanpa melihat dengan mata kepalanya sendiri, hati Ming An masih tidak bisa tenang
Akan tetapi belum sempat ia memikirkan tindakan yang harus dilakukan untuk kejadian tersebut
Sebuah peristiwa besar tiba-tiba datang yang memaksa Ming An mengalihkan perhatiannya untuk sementara waktu
Peristiwa besar tersebut terjadi delapan bulan lalu, tepatnya beberapa bulan setelah kejadian menghilangnya Zhou Yu
Dimana kemunculan binatang buas dan siluman yang secara tiba-tiba keluar dari hutan larangan dan berlari menuju medan perang seperti gelombang pasang
Kejadian tersebut mengejutkan seluruh pendekar yang ada di medan perang
Dan sebelum mereka bisa bereaksi, hewan buas dan siluman tersebut tiba-tiba menyerang mereka dengan ganas, sehingga membuat banyak pendekar kehilangan nyawanya
__ADS_1
Akibat kejadian tersebut, kedua aliran mengalami kerugian yang cukup serius, sehingga membuat mereka terpaksa melakukan genjatan senjata
Namun berbeda dengan niat kedua aliran, gelombang pasang binatang buas dan siluman tersebut tidak berhenti di sana
Gelombang pasang binatang buas dan siluman tersebut kembali datang serta jumlahnya semakin besar dari hari ke hari, sehingga membuat kedua aliran berada di dalam situasi pasif
Yang kemudian memaksa kedua aliran mengirim para pendekar tingkat tinggi untuk menstabilkan situasi di medan perang
***
Ketika Ming An masih merenungkan kejadian delapan bulan terakhir sambil berlari dengan kecepatan penuh
Telinganya menangkap suara di udara dan bersamaan dengan hal itu terjadi, perasaan bahaya menyelimuti hati Ming An, sehingga ia buru-buru menginjak tanah dan melompat mundur beberapa langkah
Ming An menaikan alis dan mengalihkan perhatiannya ke arah sumber serangan
Terlihat seorang pria paruh baya dengan bekas luka di wajahnya sedang berdiri di atas pohon sambil menyeringai dan menatap ke arahnya
"Gu Qingshan..." Ming An berkata pelan ketika melihat pria paruh baya tersebut
Mendengar nama yang keluar dari mulut Ming An, pria paruh baya tersebut menyeringai dan berkata "Aku merasa terhormat karena Ketua Ming masih mengingatku "
__ADS_1
"Kenapa kau menyerangku ?" Ming An bertanya pelan
"Pertanyaan konyol macam apa itu Ketua Ming ?" Gu Qingshan tersenyum lebar dan berkata "Saat ini kedua aliran sedang berperang dan kita sebagai pihak yang bersebrangan, bukankah wajar jika saling menyerang ?"
"Tapi seharusnya kau tahu bahwa prioritas kedua aliran saat ini bukanlah saling menyerang satu sama lain "Ming An berkata dengan dingin
"Aku tidak peduli apa prioritas kedua aliran " Gu Qingshan mengangkat bahu, wajahnya kemudian berubah dingin "Yang aku pedulikan hanyalah membalas dendamku kepadamu "
Setelah mengatakan itu, Gu Qingshan menarik pedang dari sarungnya dan segera melesat ke arah Ming An
Ming An menatapnya dengan tenang, ketika serangan pertama dari Gu Qingshan datang, ia kemudian sedikit menggeserkan tubuhnya dan berbalik memberikan serangan
Gu Qingshan mendengus dan menghindari serangan tersebut dengan mudah, ia kemudian kembali melancarkan serangan ke arah Ming An
Permainan pedang Gu Qingshan sangat menakjubkan, namun meskipun demikian, pertarungan keduanya masih terlihat berimbang
Pertarungan keduanya segera meluas dan merusak banyak pohon di sekitar hutan tersebut
Selain itu, beberapa hewan yang tidak sengaja lewat, segera melarikan diri akibat fluktuasi pertarungan keduanya
"Apa kau masih belum berniat menarik senjatamu ?" Gu Qingshan berkata dengan dingin setelah akhirnya memaksa Ming An dalam posisi bertahan
__ADS_1
"Kemampuanmu masih belum cukup untuk memaksaku menarik senjata " Ming An menjawab dengan pelan, kemudian mempercepat gerakannya, sehingga membuat situasi berbalik menguntungkannya