
Saudara Luo melirik ke arah sumber aura, dimana terlihat seorang pria paruh baya sedang menatapnya dengan senyum main-main
Pria paruh baya tersebut kemudian berdiri dan berkata "Pendekar Luo, kenapa anda marah dengan saran pendekar Cheng ? aku pikir usulannya sangat masuk akal untuk situasi kita saat ini "
"Masuk akal ?" Saudara Luo mendengus dan membalas dengan dingin "Mengorbankan ribuan orang hanya untuk sekelompok orang yang dia bilang sebagai aset berharga adalah sebuah rencana yang masuk akal katamu ?"
Pria paruh baya tersebut tersenyum dan menjawab "Apakah tidak ? lagipula pengorbanan mereka tidak akan sia-sia. karena setelah kejadian ini, nama mereka akan di catat dan dimasukan ke dalam daftar orang-orang yang berkontribusi besar untuk masa depan seluruh aliran putih, aku pikir mereka harus bangga akan hal itu "
Mendengar ucapan pria paruh baya tersebut, wajah saudara Luo terlihat buruk
Namun tepat ketika ia akan membalas ucapan konyol tersebut, terdengar sebuah tawa meremehkan bersamaan dengan ucapan dengan nada mencemooh dari arah tempat duduk yang tidak jauh dari pria paruh baya tersebut
"Aku pikir hanya beberapa Pendekar Raja yang memiliki sifat pemalu saat berhadapan dengan sesuatu yang besar, tapi ternyata ada juga seorang pendekar yang telah mencapai tingkat Pendekar Kaisar, namun memiliki nyali yang jauh lebih kecil dari seekor semut "
Setelah ucapan tersebut keluar, ruangan langsung jatuh ke dalam keheningan dan udara disekitarnya pun menjadi jauh lebih berat dan menyesakan dari sebelumnya
__ADS_1
Saudara Luo melirik pemilik suara sambil tersenyum samar
Sementara sang pemilik suara tidak melihat ke arah saudara Luo dan justru menatap pria paruh baya tadi sambil berkata dengan tajam "Awalnya aku berpikir sebagai seorang tetua dari salah satu sekte yang cukup besar, kau memiliki integritas dan harga diri yang sangat tinggi. tapi sepertinya aku terlalu tinggi menilai dirimu, karena kau jelas jauh lebih pengecut dan tidak tahu malu dari pada orang yang berbicara tadi "
Mendengar ucapan itu, wajah pria paruh baya tersebut sedikit berubah, namun ia masih berdiri tegak dan bertanya dengan tenang "Apa maksud anda saudara Yan ?"
"Jangan berpura-pura bodoh marga Su , apa kau pikir aku tidak tahu gerak-gerikmu selama ini, jika bukan karena sikap egois dan pemalu yang kau miliki, kemungkinan besar kita tidak akan berada dalam situasi seperti ini " Pria paruh baya yang dipanggil saudara Yan berkata dengan keras yang membuat ruangan jatuh ke dalam titik beku
Meskipun semua orang mengetahui tindakan dibalik kegelapan yang dilakukan pria paruh baya tersebut, namun tidak pernah ada yang berani membukanya karena selain setiap tindakan yang dilakukan pria paruh baya tersebut terlalu sensitif
Namun seluruh pendekar yang ada di ruangan tersebut tidak mengharapkan bahwa hari ini, pria paruh baya bermarga Yan yang biasanya acuh tak acuh dan ikut menutup mata atas tindakan pria paruh baya tersebut akan berkata dengan sangat terbuka
Akan tetapi meskipun melakukan tindakan demikian, seluruh pendekar yang ada di ruangan tersebut tersebar tidak terlalu terkejut, karena menurut apa yang mereka ketahui sebelumnya
Pria paruh baya bermarga Yan memang memiliki citra yang baik dan cukup dihormati di dunia persilatan Kekaisaran Song, sebab selain memiliki sikap yang jujur dan blak-blakan, identitas dan kekuatan yang dimilikinya juga bukan sesuatu yang bisa di anggap remeh oleh orang-orang yang ada di ruangan tersebut
__ADS_1
***
Sementara para pendekar yang ada di ruangan sedang menunggu dan melihat kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya di antara kedua pendekar tersebut
Wajah pria paruh baya bermarga Su terlihat gelap dan aura bertarung dari tubuhnya pun ikut berfluktuasi, kemudian berpindah ke arah pria paruh baya bermarga Yan
Pria paruh baya bermarga Yan tidak mau kalah, aura bertarungnya juga keluar dan bertabrakan dengan aura bertarung milik pria paruh baya tersebut yang membuat suasana di ruangan semakin tegang
Namun tepat ketika suasana panas di ruangan tersebut hampir mencapai puncaknya
Sebuah aura yang jauh lebih besar dan perkasa tiba-tiba menutupi seluruh ruangan dan menimpa kedua pria paruh baya tersebut yang membuat keduanya memucat dan melirik ke arah pemilik aura yang tidak lain adalah pemimpin pasukan dengan hati-hati
"Apa kalian sudah selesai ?"
...
__ADS_1