Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Tikus Besar


__ADS_3

"Pemerintah Surga, Sekte Gunung Kunlun ada di sini..."


'Boom'


Bumi berguncang, momentum yang sangat besar meletus dari kejauhan sehingga membuat udara disekitar terhempas ke arah ketiga sosok berjubah hitam seperti sebuah ombak


"Sombong" sosok berjubah hitam di sebelah kanan mendengus dan mengibaskan jubahnya dengan keras


Aura kekerasan meletus dari sapuan sosok berjubah hitam tersebut dan bertabrakan dengan gelombang kejut yang tiba-tiba muncul


Layaknya dua ombak raksasa yang saling beradu di lautan, udara disekitarnya langsung jatuh ke dalam kekacauan


Tepat ketika sebuah angin beliung hampir tercipta oleh kedua kekuatan itu


Sosok berjubah hitam yang di panggil Tikus Besar maju satu langkah dan mengibaskan kedua tangannya dengan lembut


Meskipun terlihat biasa-biasa saja, namun secara mengejutkan sapuan lembut itu berhasil membubarkan pusaran angin yang hampir terbentuk


Setelah pusaran angin berangsur-angsur menghilang, terlihat dua sosok tambahan di tempat tersebut


Namun meskipun demikian, tidak ada kejutan dalam tatapan Tikus Besar seolah sudah mengharapkan kedatangan keduanya


Kedua belah pihak saling memandang sehingga menciptakan tabrakan energi tak kasat mata yang membuat udara kembali gelisah


***


"Aku tidak menduga, orang yang pertama kali datang adalah seorang kenalan lama, Pendekar Api Iblis, Yan Tian" Tikus Besar berkata dengan tenang sambil melirik pria paruh baya di hadapannya


Namun ketika tatapannya beralih ke arah pria tua yang berdiri disamping pria paruh baya tersebut, pupil matanya sedikit menyusut sebelum kemudian segera kembali normal


Yan Tian tidak menemukan keanehan pihak lain dan membalas dengan tenang "Aku sudah lama menunggumu, tapi sejak terakhir kali kau menyelamatkan bawahanmu, kau menjadi sangat pemalu dan tidak pernah kembali sehingga membuatku sedikit menyesal, karena itu setelah mengetahui bahwa kau yang akan menyambut kami, aku menjadi sangat terburu-buru"

__ADS_1


Mendengar ejekan dalam ucapan Yan Tian, Tikus Besar tidak bereaksi dan berkata dengan tenang "Jagoan di Sekte Gunung Kunlun seperti awan, jika aku kembali sebelumnya, aku khawatir kita tidak akan mempunyai hari ini"


Setelah mengatakan itu, sosok berjubah hitam tersebut mengalihkan perhatiannya ke arah ke arah pria tua yang berada di samping Yan Tian


Menyadari maksud ucapan Tikus Besar, pria tua tersebut melirik dengan acuh tak acuh sembari berkata "Tikus Besar, salah satu dari dua belas pemimpin di divisi zodiak dalam organisasi Pemerintah Surga, aku pernah mendengar sedikit tentangmu"


"Suatu kehormatan bisa diperhatikan oleh ahli pedang tiada tara, Pendekar Pembasmi Setan, Dugu Batian" Tikus Besar berkata dengan rendah hati


Dugu Batian menaikkan alisnya dan berkata "Meskipun aku bukan seorang ahli pedang tiada tara seperti yang kau katakan, tapi nama dan gelar itu memang milikku puluhan tahun yang lalu, bagaimana kau mengetahuinya ?"


"Nama anda bergema di seluruh dunia persilatan, bagaimana mungkin aku tidak tahu" Tikus Besar menghela nafas seolah menyesal akan sesuatu


Disisi lain, Dugu Batian terdiam dan menatap Tikus Besar dengan cermat sebelum berkata "Sikapmu sangat bagus, aku tidak melihat arogansi membabi buta seperti orang-orang dari kalian yang pernah aku temui sebelumnya, termasuk teman di sampingmu"


Setelah mengatakan itu, ia melirik sosok berjubah hitam di sebelah kanan dengan samar


Namun hal itu membuat sosok berjubah hitam yang sebelumnya sudah di perintahkan untuk tetap tenang menjadi marah dan melepaskan momentum yang sangat kuat "Apa kau menghinaku orang tua ?"


"Apa kau menghentikan ku ?" sosok berjubah hitam tersebut bertanya dengan marah


Disisi lain, Tikus Besar meliriknya dengan tajam dan berkata "Jangan lupakan identitasmu saat ini"


Mendengar pernyataan tersebut, nyali sosok berjubah hitam sedikit menciut selama beberapa saat sebelum kemudian mendengus sambil membuang muka


Namun meskipun demikian, momentumnya tidak menurun sedikitpun seolah siap menembak kapan saja


Melihat hal itu, Dugu Batian tersenyum dan berkata "Anak muda, sepertinya kau sangat kuat, bagaimana jika kita melakukan pemanasan sebelum pertempuran yang sesungguhnya beberapa hari kemudian"


"Kau benar-benar..." sosok berjubah hitam kembali mengalihkan perhatiannya dengan marah


Namun sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, Tikus Besar kembali menyela "Cukup"

__ADS_1


Tanpa menunggu sosok berjubah hitam tersebut menunjukkan ketidakpuasannya, Tikus Besar menatap Dugu Batian dengan sungguh-sungguh dan berkata


"Sepertinya pertemuan kita hari ini hanya cukup sampai di sini saja, kami pamit pergi"


Setelah mengatakan itu, Tikus Besar mengajak kedua rekannya pergi tanpa memperdulikan penolakan sosok berjubah hitam tadi


Melihat punggung ketiganya, Dugu Batian menghela nafas sementara Yan Tian mengerutkan kening


"Katakanlah jika ada yang ingin anda katakan, tetua Yan" Dugu Batian tersenyum setelah melihat penampilan ragu-ragu pria paruh baya disampingnya itu


Yan Tian terlihat ragu-ragu sebelum kemudian berkata "Aku hanya tidak mengerti maksud dari tujuan anda, wakil ketua"


Setelah tiba di medan perang kedua aliran dan menyadari keberadaan ketiga sosok berjubah hitam


Dugu Batian memintanya untuk menenggelamkan ketiga sosok berjubah hitam tersebut dengan gelombang kejut


Meskipun sedikit membingungkan, namun Yan Tian tidak bertanya dan berusaha menenggelamkan ketiga sosok berjubah hitam tersebut dengan gelombang kejut sesuai dengan perintah


Pada awalnya, ia berpikir bahwa pria tua tersebut berniat melihat kedalaman Pemerintah Surga lewat kekuatan ketiganya


Mengingat latar belakang yang di ungkapkan organisasi tersebut beberapa waktu lalu dengan jumlah pendekar suci yang mencengangkan, cukup wajar bagi Dugu Batian yang selalu tertutup untuk berusaha memahami lebih jauh


Namun setelah melihat pemandangan tadi, ia merasa sangat salah


Dibandingkan dengan menguji latarbelakang Pemerintah Surga lewat kekuatan anggotanya


Dugu Batian lebih seperti orang yang sedang mencari masalah karena bosan


Melihat penampilan Yan Tian, Dugu Batian tersenyum sedikit dan kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Tikus Besar dan kedua rekannya menghilang


...

__ADS_1


__ADS_2