
"Apa ini ?!" Zhou Yu menarik nafas dingin ketika merasakan momentum yang sangat kuat dari arah depan
Merasakan tanah yang berada dibawah kakinya berguncang hebat, wajah pemuda bertopeng tersebut semakin buruk
Kejutan tersebut bukan hanya terjadi kepada Zhou Yu, tapi juga kepada seluruh pendekar yang ada di dalam pasukan
Meskipun para pendekar tersebut sudah mempersiapkan diri dengan kedatangan para siluman, namun setelah merasakan momentum dan dampak yang dibawa sebelum para siluman itu sendiri tiba, membuat mereka terkejut dan tidak siap untuk sementara waktu
Pemimpin Pasukan melirik pasukan yang ada dibelakangnya dan wajahnya berubah dingin
Meskipun ia sudah mengharapkan situasi seperti ini ketika menerima laporan perkiraan jumlah gelombang siluman
Namun melihat para pendekar di tingkat Pendekar Ahli ke bawah terlihat pucat karena tekanan niat membunuh yang datang dari para siluman membuat pria paruh baya tersebut merasa sangat marah
Namun terlepas dari seberapa marah dirinya, Pemimpin Pasukan sadar bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyalahkan para pendekar yang terlihat lemah tersebut
Setelah memberi tanda kepada Ming An dan dua Pendekar Suci lainnya
Pria paruh baya tersebut kemudian melepaskan Aura Bertarung yang kemudian disusul oleh Ming An dan dua Pendekar Suci lainnya
Tindakan tersebut segera dilihat dan diikuti oleh para pendekar yang ada di dalam pasukan, sehingga setelah para pendekar mengeluarkan Aura Bertarung mereka secara bersamaan
Niat membunuh yang menekan para pendekar sebelumnya berangsur-angsur melemah dan kehilangan efektivitasnya
__ADS_1
***
Ming An melompat sambil menebaskan pedangnya ke arah siluman berbentuk Harimau
Niat pedang melesat dengan kecepatan yang mencengangkan menuju Harimau tersebut
Mata Harimau terlihat bermartabat dengan cara yang manusiawi saat melihat niat pedang tersebut melaju ke arahnya dengan sangat kencang
Karena sebelumnya ia sempat bertukar pukulan dengan Ming An, sehingga Harimau tersebut sangat menyadari kengerian niat pedang dari lawannya itu
Harimau tersebut kemudian membuat gerakan yang sulit dan berhasil menghindari niat pedang yang dilepaskan Ming An, sehingga membuat niat pedang tersebut melaju dan menabrak lima sampai enam siluman biasa dan membuat tubuh mereka terpotong dua
Harimau tersebut menunjukkan ketakutan yang tidak disamarkan dari kedalaman matanya ketika melihat kejadian tersebut
Disisi lain, Ming An tidak punya waktu untuk peduli dengan ketakutan yang ditunjukan siluman Harimau tersebut, karena selain siluman tersebut
Merasakan punggungnya terasa dingin, Ming An segera melompat dari tempatnya berdiri
Tepat setelah pria paruh baya tersebut berpindah posisi, sebuah jarum raksasa menghantam tempat dimana Ming An berdiri sebelumnya
Ming An menarik nafas dingin, namun belum sempat ia bersantai, sebuah tangan raksasa terulur kepadanya dengan tekanan yang sangat kuat
Ming An kembali melompat sambil menebaskan pedangnya
__ADS_1
Niat Pedang berwarna putih susu melesat ke arah tangan raksasa tersebut
Namun saat Ming An membayangkan Niat Pedangnya akan berhasil memotong tangan tersebut
Pemandangan yang mengejutkan terjadi, dimana Niat Pedang yang sebelumnya sangat ditakuti oleh siluman Harimau dan berhasil memotong tubuh lima sampai enam siluman semudah memotong tahu hanya berhasil memberikan luka dangkal kepada tangan raksasa tersebut
Namun meskipun hanya luka dangkal, rasa sakit dari serangan tersebut tentunya tidak kecil, sehingga Kera Raksasa meraung marah dan mengayunkan lengan tebalnya ke arah Ming An
Ming An yang baru saja mendarat di tanah kembali melompat ke udara
Sambil menarik nafas dingin, pria paruh baya tersebut kemudian bergumam pelan "Pertahanan Kera ini, aku khawatir tidak kalah dengan seorang Pendekar Suci tingkat tinggi "
Ming An kemudian melompat beberapa kali untuk mengambil jarak
Meskipun hanya bertukar beberapa pukulan, namun dahi pria paruh baya tersebut terlihat mulai berkeringat
Disisi lain, ketiga Siluman Tingkat Tinggi tidak mengejar, karena meskipun mereka menang dalam jumlah, namun naluri mereka mengatakan bahwa manusia yang mereka hadapi saat ini sangatlah fatal, sehingga membuat mereka tidak berani bertindak gegabah
Ming An yang mengetahui hal tersebut menyempatkan diri untuk mencari tahu kondisi muridnya
Melihat kondisi Zhou Yu baik-baik saja, bahkan ada tren mengungguli siluman yang menjadi lawannya
Ming An melepaskan hatinya yang menggantung
__ADS_1
Namun ketika tatapannya beralih ke arah dua Pendekar Suci yang masing-masing hanya menghadapi seekor Siluman Tingkat Tinggi, pria paruh baya tersebut tidak bisa tidak menghela nafas sambil bergumam "Bukankah ini terlalu menggertak ?"
...