Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Kakek Tao ?


__ADS_3

Zhou Yu menggertakan giginya, pandangannya buram ketika aura pembunuh yang di keluarkan pria paruh baya itu semakin kental


Tepat ketika ia akan kehilangan kesadaran


Zhou Yu merasakan bahwa tulang-tulangnya berdengung dan kembali mengeluarkan arus hangat yang mengalir ke seluruh tubuhnya


Ia segera melihat luka-luka di tubuhnya sembuh dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang


Zhou Yu juga merasakan staminanya kembali seperti semula


Meskipun tenaga dalamnya belum pulih, Zhou Yu sekarangan dapat menanggung tekanan aura pembunuh dari pria paruh baya itu


Ia menghela nafas lega dan berterima kasih kepada tulang harimau gioknya


Meskipun tidak tau apa yang sedang terjadi sehingga membuat tulang harimau giok mengalirkan arus hangat ke seluruh tubuhnya


Zhou Yu yakin bahwa ia akan mengetahuinya cepat atau lambat


Setelah menarik nafas, ia melirik ke arah Feng Xue


Ketika melirik ke arah Feng Xue, ia melihat gadis kecil itu telah kehilangan kesadarannya


***


Zhou Yu mengelurakan pil penambah tenaga dalam dari cincin ruangnya, namun setelah beberapa saat, tidak ada respon dari cincin ruang


Ia mengerutkan kening, setelah merenungkan sejenak, ia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki sedikitpun tenaga dalam yang tersisa sehingga ia tidak menerima respon dari cincin ruang


"Aneh, sebelumnya aku berhasil mengeluarkan dua pil penyembuh, bukannya aku juga tidak memiliki tenaga dalam ketika mengambil pil itu dari cincin ruang" Zhou Yu menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Zhou Yu kebingungan, setelah bertarung dengan pendekar wanita itu, ia yakin bahwa dirinya tidak memiliki sedikitpun tenaga dalam yang tersisa


Namun karena terlalu panik dan khawatir dengan kondisi Feng Xue sehingga ia tidak menyadari bahwa dirinya bisa mengeluarkan dua pil penyembuh dari cincin ruang tanpa menggunakan tenaga dalam

__ADS_1


Karena tidak bisa menemukan jawabannya atas kejadian tersebut


Zhou Yu menyerah dan mengalihkan perhatiannya kembali ke arah pria paruh baya


Ketika menatap pria paruh baya itu, Zhou Yu merasakan perasaan bahaya yang sangat kuat dari pria paruh baya tersebut


Selain aura pembunuh yang sangat kental, Zhou Yu juga merasakan aura yang lebih berbahaya dari pria paruh baya itu


Zhou Yu yakin perasaan bahayanya itu bukan tanpa alasan


Setelah pertempuran ini, ia merasakan bahwa indranya dalam merasakan bahaya sangat bisa di andalkan


Beberapa kali Zhou Yu berhasil menghindari serangan fatal setelah mendengarkan perasaan tersebut


Ia segera berdiri sambil memeluk Feng Xue


Setelah itu, ia melompat mundur beberapa kali, hingga mencapai puluhan meter


Semua pendekar yang berada di medan perang memusatkan perhatian mereka ke arah pria paruh baya


Pria paruh baya itu membuka suara, sehingga membuat semua orang yang berada di medan perang mengetahui identitasnya


"Dewa pembantaian ?, bagaimana bisa dia bisa ada di sini ?" Zhou Yu berkata dalam hati


Meskipun tidak memiliki banyak pengalaman di dunia luar


Zhou Yu masih mengetahui beberapa sosok penting di dunia persilatan dari Ming An


Termasuk tentang sepuluh dewa yang menjadi pilar aliran putih, hitam, dan netral di dunia persilatan serta kehebatan mereka


Menurut Ming An, di antara sepuluh dewa tersebut


Dewa pembantaian bukanlah dewa yang paling kuat, namun dia adalah dewa yang paling berbahaya serta lawan yang paling merepotkan

__ADS_1


Dewa pembantaian terkenal dengan serangannya yang ganas dan tak kenal takut, sehingga membuat lawannya kesulitan


Selain itu, dewa pembantaian adalah dewa yang paling aktif di antara sepuluh dewa lainnya


Berbeda dari para dewa lainnya yang biasanya bersembunyi di kedalam sekte dan menutup diri


Dewa pembantaian adalah orang yang gemar membuat teror dimana-mana


Zhou Yu juga pernah mendengar bahwa dewa pembantaian adalah sosok yang sangat kejam


Ia telah membuat banyak sungai darah selama puluhan tahun hidupnya di dunia persilatan


Ia juga merupakan wabah, bagi orang-orang di dunia persilatan maupun rakyat jelata, sehingga banyak orang yang sangat membencinya sampai ke tulang


Banyak cerita yang menggambarkan kekejaman dewa pembantaian, sehingga Zhou Yu memiliki kesan yang cukup dalam terhadap dewa pembantaian ini


Zhou Yu tidak pernah menduga, perjalanannya kali ini akan bertemu sosok legendaris tersebut


Ketika Zhou Yu sedang memikirkan banyak hal tentang dewa pembantaian, ia merasakan bahwa aura pembunuh yang dikeluarkan dewa pembantaian semakin kental


Ia buru-buru melompat mundur dan kembali mengambil jarak


Tepat ketika ia kembali mengangkat kepala ke arah dewa pembantaian


Zhou Yu mendengar sebuah suara berat yang sangat tenang dan berwibawa


Ia merasakan udara semakin dingin setelah semua orang mendengar suara tersebut


Tak berselang lama, Zhou Yu melihat kemunculan seorang kakek tua berpakain lusuh dengan guci arak di tangannya


Ia mengerutkan kening, merasa akrab dengan kakek tua itu


Setelah mencoba mengingat selama beberapa saat, Zhou Yu membeku dan bergumam pelan "Kakek Tao ?"

__ADS_1


__ADS_2