
Zhou Yu menggertakan giginya, pandangannya buram ketika aura pembunuh yang di keluarkan pria paruh baya itu semakin kental
Tepat ketika ia akan kehilangan kesadaran
Zhou Yu merasakan bahwa tulang-tulangnya berdengung dan kembali mengeluarkan arus hangat yang mengalir ke seluruh tubuhnya
Ia segera melihat luka-luka di tubuhnya sembuh dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang
Zhou Yu juga merasakan staminanya kembali seperti semula
Meskipun tenaga dalamnya belum pulih, Zhou Yu sekarangan dapat menanggung tekanan aura pembunuh dari pria paruh baya itu
Ia menghela nafas lega dan berterima kasih kepada tulang harimau gioknya
Meskipun tidak tau apa yang sedang terjadi sehingga membuat tulang harimau giok mengalirkan arus hangat ke seluruh tubuhnya
Zhou Yu yakin bahwa ia akan mengetahuinya cepat atau lambat
Setelah menarik nafas, ia melirik ke arah Feng Xue
Ketika melirik ke arah Feng Xue, ia melihat gadis kecil itu telah kehilangan kesadarannya
***
Zhou Yu mengelurakan pil penambah tenaga dalam dari cincin ruangnya, namun setelah beberapa saat, tidak ada respon dari cincin ruang
Ia mengerutkan kening, setelah merenungkan sejenak, ia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki sedikitpun tenaga dalam yang tersisa sehingga ia tidak menerima respon dari cincin ruang
"Aneh, sebelumnya aku berhasil mengeluarkan dua pil penyembuh, bukannya aku juga tidak memiliki tenaga dalam ketika mengambil pil itu dari cincin ruang" Zhou Yu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Zhou Yu kebingungan, setelah bertarung dengan pendekar wanita itu, ia yakin bahwa dirinya tidak memiliki sedikitpun tenaga dalam yang tersisa
Namun karena terlalu panik dan khawatir dengan kondisi Feng Xue sehingga ia tidak menyadari bahwa dirinya bisa mengeluarkan dua pil penyembuh dari cincin ruang tanpa menggunakan tenaga dalam
__ADS_1
Karena tidak bisa menemukan jawabannya atas kejadian tersebut
Zhou Yu menyerah dan mengalihkan perhatiannya kembali ke arah pria paruh baya
Ketika menatap pria paruh baya itu, Zhou Yu merasakan perasaan bahaya yang sangat kuat dari pria paruh baya tersebut
Selain aura pembunuh yang sangat kental, Zhou Yu juga merasakan aura yang lebih berbahaya dari pria paruh baya itu
Zhou Yu yakin perasaan bahayanya itu bukan tanpa alasan
Setelah pertempuran ini, ia merasakan bahwa indranya dalam merasakan bahaya sangat bisa di andalkan
Beberapa kali Zhou Yu berhasil menghindari serangan fatal setelah mendengarkan perasaan tersebut
Ia segera berdiri sambil memeluk Feng Xue
Setelah itu, ia melompat mundur beberapa kali, hingga mencapai puluhan meter
Semua pendekar yang berada di medan perang memusatkan perhatian mereka ke arah pria paruh baya
Pria paruh baya itu membuka suara, sehingga membuat semua orang yang berada di medan perang mengetahui identitasnya
"Dewa pembantaian ?, bagaimana bisa dia bisa ada di sini ?" Zhou Yu berkata dalam hati
Meskipun tidak memiliki banyak pengalaman di dunia luar
Zhou Yu masih mengetahui beberapa sosok penting di dunia persilatan dari Ming An
Termasuk tentang sepuluh dewa yang menjadi pilar aliran putih, hitam, dan netral di dunia persilatan serta kehebatan mereka
Menurut Ming An, di antara sepuluh dewa tersebut
Dewa pembantaian bukanlah dewa yang paling kuat, namun dia adalah dewa yang paling berbahaya serta lawan yang paling merepotkan
__ADS_1
Dewa pembantaian terkenal dengan serangannya yang ganas dan tak kenal takut, sehingga membuat lawannya kesulitan
Selain itu, dewa pembantaian adalah dewa yang paling aktif di antara sepuluh dewa lainnya
Berbeda dari para dewa lainnya yang biasanya bersembunyi di kedalam sekte dan menutup diri
Dewa pembantaian adalah orang yang gemar membuat teror dimana-mana
Zhou Yu juga pernah mendengar bahwa dewa pembantaian adalah sosok yang sangat kejam
Ia telah membuat banyak sungai darah selama puluhan tahun hidupnya di dunia persilatan
Ia juga merupakan wabah, bagi orang-orang di dunia persilatan maupun rakyat jelata, sehingga banyak orang yang sangat membencinya sampai ke tulang
Banyak cerita yang menggambarkan kekejaman dewa pembantaian, sehingga Zhou Yu memiliki kesan yang cukup dalam terhadap dewa pembantaian ini
Zhou Yu tidak pernah menduga, perjalanannya kali ini akan bertemu sosok legendaris tersebut
Ketika Zhou Yu sedang memikirkan banyak hal tentang dewa pembantaian, ia merasakan bahwa aura pembunuh yang dikeluarkan dewa pembantaian semakin kental
Ia buru-buru melompat mundur dan kembali mengambil jarak
Tepat ketika ia kembali mengangkat kepala ke arah dewa pembantaian
Zhou Yu mendengar sebuah suara berat yang sangat tenang dan berwibawa
Ia merasakan udara semakin dingin setelah semua orang mendengar suara tersebut
Tak berselang lama, Zhou Yu melihat kemunculan seorang kakek tua berpakain lusuh dengan guci arak di tangannya
Ia mengerutkan kening, merasa akrab dengan kakek tua itu
Setelah mencoba mengingat selama beberapa saat, Zhou Yu membeku dan bergumam pelan "Kakek Tao ?"
__ADS_1