Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Tidak Terduga


__ADS_3

"Sepertinya kau cukup percaya diri dengan kekuatanmu, siluman " Ming An berkata ke arah Kadal Raksasa setelah melihat para pendekar semakin jauh


Pada saat rencana disetujui, Ming An berniat melakukan beberapa gerakan untuk menarik perhatian Kadal Raksasa dan para siluman lainnya


Namun dari awal pelarian para pendekar, Kadal Raksasa tidak pernah bergerak dan hanya menyaksikan dengan tenang


Bahkan momentumnya pun tidak diturunkan, sehingga siluman yang lainnya tidak berani bergerak


Hal tersebut membuat Ming An sedikit heran sekaligus lega, karena dengan begitu, ia tidak perlu melakukan hal yang merepotkan untuk membantu pelarian para pendekar


Mendengar ucapan Ming An, Kadal Raksasa terlihat mendengus dengan tatapan menghina


Ming An tidak terkejut dengan tanggapan Kadal Raksasa


Sebagai siluman yang hanya selangkah lagi mencapai tingkat Raja dan Ratu Siluman, kebijaksanaan Kadal tersebut tidak lebih rendah dari manusia, sehingga tidak mengherankan Kadal tersebut mengerti ucapannya tadi


Ming An kemudian menghela nafas, meskipun ia berusaha tetap tenang, namun sejak awal penampilannya sangat bermartabat, bahkan ia tidak berani mengendurkan genggaman pada pedangnya


"Siluman, ayolah " Ming An melepaskan momentum yang jauh lebih besar dari sebelumnya


Niat pedang meletus dan membuat gelombang udara yang sangat besar


Hal-hal di udara seolah dicabik dan terkoyak akibat kemunculan niat pedang tersebut


Merasakan Niat Pedang yang dilepaskan manusia dihadapannya, Kadal Raksasa terlihat menyingkirkan ekspresi menghinanya


Berbeda dengan momentum yang dilepaskan Ming An, niat pedang yang dilepaskan pria paruh baya tersebut memberikan perasaan krisis yang tidak kecil kepada Kadal Raksasa tersebut


Kadal Raksasa tersebut meraung dan bergerak ke arah Ming An dengan melepaskan niat membunuh yang sangat kuat

__ADS_1


Dengan setiap guncangan yang terjadi bersamaan dengan Kadal Raksasa tersebut melangkahkan kakinya, Ming An tidak terlihat terganggu


Wajahnya terlihat khusuk sebelum kemudian mengayunkan pedangnya


"Jurus Pedang Kembar ~Pedang Sembilan Tebasan"


"Tebasan Pertama "


Bersamaan dengan ayunan Ming An, Niat Pedang yang sangat kuat meletus dari kedua pedang pria paruh baya tersebut


Niat Pedang tersebut kemudian melesat menuju Kadal Raksasa sambil memotong udara dihadapannya


Bukan hanya itu, bahkan rumput kecil juga ikut tercabik-cabik akibat dampak ketajaman Niat Pedang tersebut


Namun dalam menghadapi ketajaman Niat Pedang yang dilepaskan Ming An, Kadal Raksasa tidak berniat menghindar


Siluman tersebut kemudian membuka salah satu mulutnya dan menyemprotkan bola api raksasa ke arah Ming An


***


"Apakah ini kekuatan guru yang sebenarnya?" Zhou Yu berkata kepada dirinya sendiri dengan ngeri


Meskipun sebelumnya Ming An sempat menggunakan Jurus Pedang Sembilan Tebasan


Namun dampak yang ditimbulkan pada waktu itu tidak sebesar saat ini, yang membuat Zhou Yu lebih memahami kengerian gurunya tersebut


Keterkejutan bukan hanya terjadi kepada Zhou Yu, tapi juga kepada Pemimpin Pasukan dan kedua Pendekar Suci


Meskipun sejak awal ketiganya memahami bahwa kekuatan Ming An sangat tidak terduga

__ADS_1


Namun mereka tidak pernah mengharapkan kedalaman pria paruh baya tersebut akan mencapai tingkat ini


Kedua Pendekar Suci saling melirik dan mengangguk diam-diam


Dengan kekuatan seperti ini, keduanya tahu bahwa dunia persilatan harus menulis ulang penilaian mereka tentang Ming An


Namun meskipun kekuatan Ming An mengejutkan para pendekar, mereka tidak berani melambat karena kekuatan yang dilepaskan Kadal Raksasa tidak kalah dengan Ming An


Baru setelah melarikan diri cukup jauh dan gambar Ming An bersama Kadal Raksasa menjadi sangat kecil


Para pendekar berani berhenti dan menyaksikan pertempuran tersebut


Zhou Yu mengerutkan kening, meskipun tidak bisa menonton pertempuran, namun hatinya selalu berdebar saat Ming An melepaskan tebasan demi tebasan


Sebenarnya dengan jarak sejauh itu, jangankan Zhou Yu yang mengalami kebutaan, bahkan Pemimpin Pasukan dan kedua Pendekar Suci sekalipun tidak bisa melihat dengan jelas pertempuran antara Ming An dan Kadal Raksasa


Mereka hanya bisa menyaksikan tabrakan terus-menerus antara Niat Pedang berwarna putih susu dan bola api raksasa berwarna kemerahan


"Ini buruk " Zhou Yu tiba-tiba bergumam saat perhitungan mentalnya mencapai angka sembilan


Namun tidak ada kelainan sama sekali dari aura Kadal Raksasa


Sebagai serangan terakhir dari Jurus Pedang Sembilan Tebasan


Tebasan kesembilan adalah serangan pamungkas dengan kekuatan penghancur yang sangat kuat


Zhou Yu ingat bahkan saat lima Siluman Tingkat Tinggi bergabung, mereka tidak berhasil menghentikan serangan tersebut yang mana jika bukan karena kecelakaan yang tidak terduga


Kemungkinan besar kelima siluman tersebut akan terluka parah

__ADS_1


Namun serangan menakutkan yang membuat lima Siluman Tingkat Tinggi merasa ketakutan pada waktu itu tidak berdampak sama sekali kepada Kadal Raksasa yang membuat Zhou Yu langsung mengkhawatirkan keselamatan gurunya


...


__ADS_2