
"Sepertinya kau cukup percaya diri dengan kekuatanmu, siluman " Ming An berkata ke arah Kadal Raksasa setelah melihat para pendekar semakin jauh
Pada saat rencana disetujui, Ming An berniat melakukan beberapa gerakan untuk menarik perhatian Kadal Raksasa dan para siluman lainnya
Namun dari awal pelarian para pendekar, Kadal Raksasa tidak pernah bergerak dan hanya menyaksikan dengan tenang
Bahkan momentumnya pun tidak diturunkan, sehingga siluman yang lainnya tidak berani bergerak
Hal tersebut membuat Ming An sedikit heran sekaligus lega, karena dengan begitu, ia tidak perlu melakukan hal yang merepotkan untuk membantu pelarian para pendekar
Mendengar ucapan Ming An, Kadal Raksasa terlihat mendengus dengan tatapan menghina
Ming An tidak terkejut dengan tanggapan Kadal Raksasa
Sebagai siluman yang hanya selangkah lagi mencapai tingkat Raja dan Ratu Siluman, kebijaksanaan Kadal tersebut tidak lebih rendah dari manusia, sehingga tidak mengherankan Kadal tersebut mengerti ucapannya tadi
Ming An kemudian menghela nafas, meskipun ia berusaha tetap tenang, namun sejak awal penampilannya sangat bermartabat, bahkan ia tidak berani mengendurkan genggaman pada pedangnya
"Siluman, ayolah " Ming An melepaskan momentum yang jauh lebih besar dari sebelumnya
Niat pedang meletus dan membuat gelombang udara yang sangat besar
Hal-hal di udara seolah dicabik dan terkoyak akibat kemunculan niat pedang tersebut
Merasakan Niat Pedang yang dilepaskan manusia dihadapannya, Kadal Raksasa terlihat menyingkirkan ekspresi menghinanya
Berbeda dengan momentum yang dilepaskan Ming An, niat pedang yang dilepaskan pria paruh baya tersebut memberikan perasaan krisis yang tidak kecil kepada Kadal Raksasa tersebut
Kadal Raksasa tersebut meraung dan bergerak ke arah Ming An dengan melepaskan niat membunuh yang sangat kuat
__ADS_1
Dengan setiap guncangan yang terjadi bersamaan dengan Kadal Raksasa tersebut melangkahkan kakinya, Ming An tidak terlihat terganggu
Wajahnya terlihat khusuk sebelum kemudian mengayunkan pedangnya
"Jurus Pedang Kembar ~Pedang Sembilan Tebasan"
"Tebasan Pertama "
Bersamaan dengan ayunan Ming An, Niat Pedang yang sangat kuat meletus dari kedua pedang pria paruh baya tersebut
Niat Pedang tersebut kemudian melesat menuju Kadal Raksasa sambil memotong udara dihadapannya
Bukan hanya itu, bahkan rumput kecil juga ikut tercabik-cabik akibat dampak ketajaman Niat Pedang tersebut
Namun dalam menghadapi ketajaman Niat Pedang yang dilepaskan Ming An, Kadal Raksasa tidak berniat menghindar
Siluman tersebut kemudian membuka salah satu mulutnya dan menyemprotkan bola api raksasa ke arah Ming An
***
"Apakah ini kekuatan guru yang sebenarnya?" Zhou Yu berkata kepada dirinya sendiri dengan ngeri
Meskipun sebelumnya Ming An sempat menggunakan Jurus Pedang Sembilan Tebasan
Namun dampak yang ditimbulkan pada waktu itu tidak sebesar saat ini, yang membuat Zhou Yu lebih memahami kengerian gurunya tersebut
Keterkejutan bukan hanya terjadi kepada Zhou Yu, tapi juga kepada Pemimpin Pasukan dan kedua Pendekar Suci
Meskipun sejak awal ketiganya memahami bahwa kekuatan Ming An sangat tidak terduga
__ADS_1
Namun mereka tidak pernah mengharapkan kedalaman pria paruh baya tersebut akan mencapai tingkat ini
Kedua Pendekar Suci saling melirik dan mengangguk diam-diam
Dengan kekuatan seperti ini, keduanya tahu bahwa dunia persilatan harus menulis ulang penilaian mereka tentang Ming An
Namun meskipun kekuatan Ming An mengejutkan para pendekar, mereka tidak berani melambat karena kekuatan yang dilepaskan Kadal Raksasa tidak kalah dengan Ming An
Baru setelah melarikan diri cukup jauh dan gambar Ming An bersama Kadal Raksasa menjadi sangat kecil
Para pendekar berani berhenti dan menyaksikan pertempuran tersebut
Zhou Yu mengerutkan kening, meskipun tidak bisa menonton pertempuran, namun hatinya selalu berdebar saat Ming An melepaskan tebasan demi tebasan
Sebenarnya dengan jarak sejauh itu, jangankan Zhou Yu yang mengalami kebutaan, bahkan Pemimpin Pasukan dan kedua Pendekar Suci sekalipun tidak bisa melihat dengan jelas pertempuran antara Ming An dan Kadal Raksasa
Mereka hanya bisa menyaksikan tabrakan terus-menerus antara Niat Pedang berwarna putih susu dan bola api raksasa berwarna kemerahan
"Ini buruk " Zhou Yu tiba-tiba bergumam saat perhitungan mentalnya mencapai angka sembilan
Namun tidak ada kelainan sama sekali dari aura Kadal Raksasa
Sebagai serangan terakhir dari Jurus Pedang Sembilan Tebasan
Tebasan kesembilan adalah serangan pamungkas dengan kekuatan penghancur yang sangat kuat
Zhou Yu ingat bahkan saat lima Siluman Tingkat Tinggi bergabung, mereka tidak berhasil menghentikan serangan tersebut yang mana jika bukan karena kecelakaan yang tidak terduga
Kemungkinan besar kelima siluman tersebut akan terluka parah
__ADS_1
Namun serangan menakutkan yang membuat lima Siluman Tingkat Tinggi merasa ketakutan pada waktu itu tidak berdampak sama sekali kepada Kadal Raksasa yang membuat Zhou Yu langsung mengkhawatirkan keselamatan gurunya
...