Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertarungan di Lembah Gelap


__ADS_3

Wang Ren dan Shi Xiong merasakan tekanan besar saat ini, meskipun belum bertukar jurus, namun berkat pengalaman yang cukup panjang, keduanya dapat memastikan bahwa kemampuan kelima orang ini tidak bisa di anggap enteng


Wang Ren dan Shi Xiong menemukan bahwa dua di antara mereka memiliki kemampuan Pendekar Bergelar yang setara dengan mereka, sedangkan ketiga sisanya memiliki kemampuan Pendekar Ahli


"Apakah kalian juga orang yang datang kemari untuk mengantarkan nyawa seperti biasanya " pendekar tersebut kembali berkata sambil tersenyum tenang


Lima Iblis dari Hutan Gelap memang tidak cukup terkenal, karena mereka tidak pernah membiarkan mangsanya lepas dari kematian sehingga membuat mereka di kenal sebagai pendekar bebas yang misterius


"Jadi kalian pendekar biadab itu, kalian telah memakan banyak korban selama ini, sudah saat kalian di kirim kepada api penyucian " Wang Ren mendengus dingin


Lima Iblis tersebut justru tertawa keras kemudian salah satu dari mereka berkata "Api penyucian? bahkan tidak cukup untuk melukai kami "


Setelah itu keempat orang menyerang dengan ganas sedangkan salah satunya melompat ke atas pohon dengan busurnya


Keempat orang tersebut memiliki senjata yang berbeda, dua Pendekar Bergelar menggunakan kapak dan parang, sedangkan dua Pendekar Ahli menggunakan pedang dan tombak


Keempat orang saling berhadapan satu sama lain, Zhou Yu berhadapan dengan salah satu pendekar yang menggunakan pedang


Pendekar tersebut mengayunkan pedangnya, Zhou Yu merespon dengan menahan serangan tersebut menggunakan Pedang Petir Hitam


Saat pedang keduanya bertemu, pendekar tersebut terlempar sejauh sepuluh langkah. Pendekar tersebut membelalak matanya, ia terkejut menemukan bahwa bocah yang ia hadapi ternyata memiliki kemampuan di atasnya


Ketika pendekar tersebut masih terkejut, Zhou Yu melesat dengan cepat, dalam satu tarikan nafas Zhou Yu telah berada di depan pendekar tersebut, namun saat ia akan menebaskan pedangnya, sebuah anak panah meluncur dengan cepat ke arah Zhou Yu

__ADS_1


Zhou Yu tidak punya pilihan selain menahan serangan tersebut dengan pedangnya, setelah itu ia segera melompat mundur karena pendekar pengguna pedang itu telah memberikan serangan saat Zhou Yu menahan anak panah tadi


Zhou Yu mendongkak melihat pemanah yang berada di atas pohon, sejak awal Zhou Yu masih tetap memperhatikan gerakan orang tersebut, sehingga ia telah siap dengan setiap gerakan pemanah itu


Zhou Yu menemukan bahwa tugas pemanah itu cukup menarik, pemanah itu ternyata bertugas untuk melindungi dan membuka celah untuk rekan-rekannya, pantas saja tidak ada yang berhasil untuk memberantas kelompok ini karena ternyata mereka memiliki strategi tersebut


Pemanah tersebut menyeringai saat ia melihat Zhou Yu tengah menatapnya, namun jika di perhatikan lebih jauh terdapat kejutan di matanya


"Masih berani mengalihkan perhatian saat sedang bertarung denganku, kau terlalu sombong bocah " pendekar pengguna pedang mendengus lalu segera berlari menyerang Zhou Yu


Keduanya kembali bertukar beberapa jurus


***


Jiang Feng bertarung dengan pendekar pengguna tombak, sejak awal ia telah kesulitan menghandapi pendekar tersebut karena bagaimanapun Jiang Feng baru saja mencapai tingkat Pendekar Kelas Satu sehingga akan sulit baginya untuk bertarung dengan pendekar yang memiliki kemampuan setara apalagi jika pendekar di atasnya


Jiang Feng kembali bertukar beberapa jurus sebelum ia terjatuh dan kehabisan tenaga dalam. Jiang Feng berusaha bangkit namun tubuhnya tidak mendukung untuk melakukan hal itu


Pendekar pengguna tombak menyeringai kemudian berjalan menuju Jiang Feng, setelah berada di hadapan Jiang Feng, pendekar tersebut mengangkat tombaknya dan siap memberikan serangan terakhir


Jiang Feng mengangkat kepalanya sehingga menghadap mata tombak, namun tidak ada rasa takut di matanya, ia hanya menunjukan beberapa penyesalan, setelah itu ia menutup matanya dan bersiap menerima kematian yang akan datang


Namun setelah ia menutup mata terdengar benturan keras yang terjadi di hadapannya sehingga membuat kembali membuka mata

__ADS_1


Jiang Feng menemukan seseorang tengah berdiri di hadapannya, namun orang tersebut bukan pendekar pengguna tombak sebelumnya


***


Di sela-sela pertarungan Zhou Yu menemukan bahwa Jiang Feng tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Zhou Yu menggertakan giginya, sejak awal ia telah berulang kali ragu-ragu dalam pertarungan ini


Zhou Yu telah beberapa kali memiliki peluang untuk memberikan serangan fatal namun setiap kali ia menemukan celah besar, Zhou Yu yakin jika ia memberikan serangan tersebut pendekar itu pasti akan menerima luka serius yang berujung pada kematian sehingga membuatnya ragu-ragu


Saat ini Zhou Yu sedang berperang dengan hatinya, ia tiba-tiba ingat perkataan Ming An


"Yu'er, perjalanan kali akan lebih berbahaya dan kejam. Dunia persilatan adalah dunia dengan hukum rimba yang sebenarnya, dimana yang kuat akan memangsa yang lemah. Jadi, guru harap kamu memperkuat niat dan tekadmu, karena mungkin suatu saat nanti kamu akan di paksa pada situasi antara membunuh atau dibunuh "


Zhou Yu memperkuat pegangan pada pedangnya, ia telah memutuskan untuk melawan pendekar itu tanpa keraguan


Setelah meneguhkan tekadnya, Zhou Yu menyerang dengan ganas sehingga membuat pendekar tersebut kelabakan, ia panik menemukan bahwa bocah yang di hadapinya semakin ganas


"Jurus Pedang Raja Harimau-/ Cakar Raja Harimau "


Zhou Yu akhirnya menggunakan jurus pertama dari tujuh jurus Pedang Raja Harimau, serangan Zhou Yu tepat mengenai perut pendekar pengguna pedang sehingga membuat pendekar tersebut terlempar dan langsung meregang nyawa, ia memiliki tiga luka besar seperti bekas cakaran harimau di bagian perutnya


Pemanah yang berada di atas pohon terkejut dan terlambat bereaksi untuk menyelamatkan rekannya itu


Setelah membunuh pendekar tersebut Zhou Yu segera berlari ke arah Jiang Feng sambil menghindari serangan anak panah yang mengincarnya

__ADS_1


Ketika pendekar pengguna tombak akan memberikan serangan terakhir, Zhou Yu segera melesat dan menahan serangan tersebut, benturan terdengar cukup keras saat tombak dan pedang saling beradu


Pendekar pengguna tombak terlempar sejauh lima langkah akibat benturan tersebut. Jiang Feng yang sedang bersiap menerima kematiannya kembali membuka mata karena mendengar benturan keras dan melihat bahwa seseorang tegah berdiri di hadapannya, namun orang tersebut bukan pendekar pengguna tombak sebelumnya


__ADS_2