
Halaman utama segera penuh sesak oleh para tetua dan seluruh murid sekte, halaman ini memang bukan tempat yang biasa di gunakan untuk acara turnamen bela diri, namun karena biasa di gunakan sebagai tempat latihan bersama oleh murid luar dan dalam sehingga halaman ini tetap memiliki arena pertandingan
Setelah melihat semua tetua dan murid telah hadir, Ming An berdiri untuk membuka acara tersebut "Selamat pagi kepada seluruh penatua dan murid Sekte Pedang Kembar, seperti yang telah di umumkan sebelumnya bahwa hari ini, Aku sebagai ketua Sekte Pedang Kembar beserta seluruh jajaran para penatua akan melaksanakan pemilihan murid yang akan menjadi perwakilan sekte di Turnamen Pilar Putih..." Suara Ming An terdengar jelas ke telinga semua orang yang hadir
Meskipun Ming An tidak berteriak tapi karena ia berbicara dengan di bantu oleh tenaga dalamnya sehingga membuat orang yang mendengar seakan Ming An sedang berbicara di samping mereka
Setelah beberapa kata sambutan, Ming An menjelaskan peraturan pertandingan dan hadiah bagi pemenang
Secara garis besar peraturan pertandingan adalah bahwa peserta di perbolehkan mengeluarkan semua kemampuan dan semua jurus tertinggi yang dimilikinya, namun peserta juga dilarang keras membunuh ataupun memberikan luka yang dapat menyebabkan cacat permanen
Selain itu peserta dilarang menggunakan senjata rahasia ataupun racun, barang siapa yang melanggar larangan tersebut akan di diskualifikasi dan mendapatkan hukuman yang setimpal
Adapun persyarat pemenangnya ialah jika peserta tetap berdiri di dalam arena sampai wasit memutuskan kemenangan atau lawan mengakui kekalahan dan keluar dari arena sehingga di nyatakan kalah
Pemenang dan hadiah akan di bagi menjadi empat kategori
Juara pertama akan mendapatkan tiga Pil Darah dan tiga Pil Teratai
Juara kedua akan mendapatkan tiga Pil Darah dan dua Pil Teratai
Juara ketiga akan mendapatkan dua Pil Darah dan satu Pil Teratai
Kemudian juara keempat akan mendapatkan satu Pil Darah dan satu Pil Teratai
__ADS_1
Mungkin hadiah itu terlihat sedikit, namun bagi para murid apalagi yang berasal dari sekte menangah hadiah tersebut sangat menggiurkan
Pil Darah contohnya, pil ini sama seperti Ginseng Darah berusia 300 tahun yang dapat meningkatkan atau memperkuat tulang, sirkulasi darah dan regenerasi tubuh. Harga Pil Darah sendiri berkisar antara 70-80 keping emas
Juga Pil Teratai, Pil Teratai adalah pil penambah tenaga dalam, pil ini dapat memberikan 3-5 lingkaran tenaga dalam sesuai bakat orang yang mengkonsumsinya, harga pil ini berkisar 80-90 keping emas
Meskipun hadiah juara pertama hanya berkisar 600 keping emas, namun bagi Pendekar Kelas Satu ke bawah tetap bernilai sangat tinggi, apalagi kedua pil ini masih bernilai di mata Pendekar Ahli sekalipun
Terutama Pil Teratai, meskipun hanya memberikan 3-5 lingakaran tenaga dalam, namun perlu di ingat bahwa jika seorang pendekar berlatih tenaga dalam akan memakan waktu yang sangat panjang
Menurut perhitungan normal, dibutuhkan satu tahun penuh untuk mendapatkan 5 lingkaran tenaga dalam dengan metode pernapasan, para jenius sekalipun paling banyak mendapatkan 10 sampai 12 lingkaran tenaga dalam
Setelah mendengar hadiah yang akan di berikan, semua murid inti yang menjadi peserta sangat antusias terkecuali Zhou Yu, bisa di bilang Zhou Yu terlalu beruntung karena mendapatkan sumber daya penguat tubuh seperti Ginseng Darah dan Ginseng Air sedari kecil
Ia juga mendapatkan Bunga Lotus Kristal dan berbagai sumber daya lainnya sehingga memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi di usia muda
"Baiklah, karena kalian sudah mengetahui peraturan dan hadiah yang akan di dapatkan, maka waktunya kalian maju ke arena dan mengambil nomer peserta masing-masing..."
Segera empat puluh peserta serentak berdiri mengambil nomer peserta masing - masing
Zhou Yu berdiri melangkah menuju arena untuk mengambil nomer undian, namun tiba - tiba seseorang menepuk pundak Zhou Yu dari belakang, sehingga ia segera berbalik
"Saudara Zhou, apa kabarmu? lama tidak bertemu yah? " Jiang Feng bertanya dengan wajah riang
__ADS_1
Setelah pertemuan terakhirnya dengan Zhou Yu membuat Jiang Feng menaruh rasa hormat dan kagum pada Zhou Yu, karena kemampuan Zhou Yu sangat jauh di atas dirinya ataupun seluruh murid inti yang hadir, bahkan mungkin setara dengan para tetua namun Zhou Yu tidak menunjukan diri dan kekuatannya
Semua orang memang mengetahui bakat Zhou Yu, namun tidak ada yang tau pasti seberapa dalam kekuatannya, sehingga sebagai salah satu orang yang pernah menyaksikan langsung kemampuan Zhou Yu, Jiang Feng merasa bangga dan termotivasi
Sedari tadi Jiang Feng terus memperhatikan Zhou Yu dan ingin menyapanya, namun ada sedikit keraguan karena Zhou Yu selalu memejamkan matanya sedari ia duduk di bangku peserta
"Saudara Jiang, Aku baik - baik saja, Sepertinya kau juga... " Zhou Yu tersenyum ramah setelah mengenali siapa yang menepuk pundaknya, Sebenarnya Zhou Yu cukup terkejut tiba - tiba ada yang menepuk pundaknya
Karena seingatnya ia tidak pernah mengenal baik para murid inti, bahkan mungkin terakhir kali mereka saling mengenal atau berbicara dalam artian sebenarnya hanya pada saat masih di pelatihan dasar
Jiang Feng tertawa kecil "Ya tentu saja, Aku baik.."
Keduanya berbincang sambil menuju ke arah arena untuk mengambil nomer peserta, banyak anggota sekte yang memperhatikan keduanya berbincang apalagi terlihat sangat akrab sehingga menyebabkan banyak yang menatap Jiang Feng dengan iri, terutama para wanita
Meskipun Jiang Feng seorang laki - laki, namun bukan itu poin utamanya, poin pentingnya adalah keakraban mereka, karena menurut murid sekte yang mengagumi Zhou Yu, dapat berbincang dengannya adalah impian mereka terutama para murid wanita Sekte Pedang Kembar
Karena itu lah tidak jarang mereka berusaha melakukan hal aneh demi mendapatkan perhatian Zhou Yu, sedangkan untuk murid laki - laki sendiri berniat membangun relasi dengan Zhou Yu adalah suatu keuntungan jangka panjang
Namun masalahnya Zhou Yu tidak bisa mereka gapai, bakatnya yang diakui semua orang dan ia tidak pernah berbaur dengan murid lainnya semenjak lulus dari pelatihan dasar sehingga membuat mereka kesulitan untuk saling mengenal
Sebenarnya Zhou Yu bukanlah orang yang sombong atau terlalu canggung, ia mudah berbaur dan bersosialisasi, namun karena hampir semua anggota sekte wanita memperlakukan dirinya berbeda dengan murid lain membuat banyak murid terutama murid laki - laki membenci Zhou Yu
Maka dari itu Zhou Yu lebih memilih berlatih dengan giat dan mengurangi interaksi dirinya dan murid yang lain sehingga menyebabkan seakan ada tembok pemisah antara mereka dan Zhou Yu
__ADS_1