
Xie Tong tidak menunjukan kelemahan, ia mendengus dingin sambil melepaskan Aura Pembunuh dan Bertarung secara bersamaan
"Menyingkirlah orang tua, jangan mencoba menghalangiku " Pendekar pria tersebut berkata dengan keras
Xie Tong mendengus dan berkata "Hanya seorang Pendekar Bergelar belaka berani bertindak sembrono di depanku, benar-benar mencari kematian-!"
Setelah mengatakan itu, ia memberikan pukulan ke arah pendekar tersebut
Pendekar tersebut berkelit, namun ia terlalu meremehkan Xie Tong
Meskipun Xie Tong terlihat seperti orang tua yang bersahaja, tetapi pengalaman tempurnya sangat kaya
Sehingga hanya dalam tiga gerakan, pendekar tersebut terkena pukulan dan terlempar dari Tembok Desa
Melihat lawannya terjatuh, Xie Tong melompat dari Tembok Desa tanpa ragu-ragu
Meskipun terlempar dan jatuh ke tanah dari ketinggian 2 meter
Pendekar tersebut baik-baik saja, sehingga ketika melihat Xie Tong melompat ke arahnya
Ia segera berguling dan melompat mundur
Xie Tong kembali mencibir ketika melihat tindakan pendekar tersebut
__ADS_1
Namun tepat ketika ia berniat kembali menyerang. Xie Tong tiba-tiba menggeser tubuhnya
Bersamaan dengan gerakan Xie Tong berakhir, sebuah golok besar tiba-tiba melintas di depan pria paruh baya tersebut
Xie Tong mendengus, kemudian menendang tangan yang memegang golok tersebut, sehingga membuat pemiliknya kehilangan keseimbangan
Setelah melakukan tindakan tersebut, Xie Tong tiba-tiba melompat ke udara
Bersamaan dengan Xie Tong membuat gerakan tersebut, dua sosok berjubah gelap yang memegang senjata tiba-tiba muncul ditempat Xie Tong berdiri sebelumnya
Tidak berhenti di sana, ketika Xie Tong masih berada di udara, sebuah anak panah menerobos ke arahnya dengan sangat cepat
Namun, sebagai seseorang yang telah berada ditingkat Pendekar Raja untuk waktu yang lama
Ia kemudian sedikit menggeser tubuhnya, sehingga membuat anak panah tersebut melewatinya
Setelah kembali turun ke tanah, Xie Tong mencibir sambil menatap orang-orang yang mengepungnya dengan dingin "Sejak dulu, tradisi tidak tahu malu kalian tidak pernah berubah, sungguh menyedihkan "
"Jangan berbicara omong kosong orang tua !,cepat serahkan anak itu sekarang juga, aku ingin segera memotongnya menjadi beberapa bagian " Pendekar pria yang pertama kali menyerang sebelumnya berkata dengan ganas
Xie Tong mendengus "Hanya mengandalkan kemampuan kecilmu, kau ingin mencabik-cabik Tuan Muda Zhou ?, sungguh lelucon "
"Kurang ajar-!" Pria tersebut berkata dengan marah dan melesat cepat ke arah Xie Tong, yang diikuti ketiga lainnya
__ADS_1
Sementara wanita berambut pendek masih tetap pada tempatnya, tapi sudah menarik tali busurnya
Xie Tong tersenyum dingin, setelah menjalani hidup damai untuk waktu yang cukup lama, ia merasa kehidupannya sangat membosankan, tubuhnya sering terasa kaku dan merasa sudah tua
Namun setelah berhadapan dengan para pendekar dihadapannya, darah Xie Tong terasa mendidih dan ia merasa 10 tahun lebih muda, sehingga membuatnya sangat bersemangat
Menghadapi lima Pendekar Bergelar sekaligus, Xie Tong awalnya berada di posisi yang kurang di untungkan, namun setelah beberapa saat, ia berangsur-angsur berhasil memahami ritme serangan pihak lain dan mulai membalikan keadaan
Meskipun beberapa kali, serangan anak panah dari wanita berambut pendek mengganggu ritme serangannya, Xie Tong selalu berhasil kembali menstabilkan posisinya dengan cepat
***
"Ma Niu, cepat bereskan para prajurit di atas Tembok terlebih dahulu, jika tidak, sebelum Tembok Api runtuh, pasukan kita sudah binasa "
Pendekar pengguna golok besar berteriak cemas ke arah pendekar pria lainnya, ketika menemuai kebuntuan melawan Xie Tong dan mendengar jeritan pasukannya
Pendekar yang di panggil Ma Niu mengangguk dan berniat untuk melompat ke arah Tembok Desa
Namun ketika kakinya baru saja meninggalkan tanah, Xie Tong tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan tendangan keras
Pendekar tersebut tidak punya waktu menghindar, sehingga ia hanya bisa menyilangkan tangannya dan melindunginya dengan tenaga dalam
"Kau pikir semudah itu untuk bisa lepas dari tanganku ? " Xie Tong mendengus sambil mengayunkan kakinya dengan keras
__ADS_1