
Wan'er menutup pintu dengan pelan, setelah memastikan neneknya yang tengah tertidur tidak terbangun dan menyadari pergerakannya
Gadis kecil tersebut kemudian berlari dengan kaki pendeknya dan menyusuri desa yang sudah kosong
Sebagai desa yang sangat terpencil, desa tersebut tidak besar, bahkan sangat kecil untuk disebut sebuah pedesaan, sehingga hanya dalam waktu singkat, Wan'er sudah tiba di ujung desa yang bersentuhan langsung dengan hutan
Gadis kecil tersebut kemudian melambat dan menatap hutan dihadapannya dengan sentuhan rasa takut
Namun untuk beberapa alasan, gadis kecil tersebut tiba-tiba menggertakan gigi dengan mata yang berubah tegas
Sambil menggenggam erat keranjang bambu yang dibawanya, Gadis kecil tersebut kemudian melangkah maju dan memasuki hutan dihadapannya itu
Berbeda dengan saat menyusuri desa sebelumnya
Setelah memasuki Hutan, Wan'er terlihat berjalan sangat pelan dan berhati-hati
Ia bahkan rajin melirik sekelilingnya dengan penampilan waspada untuk memastikan tidak ada bahaya didekatnya
"Menurut Bibi Qin, obat yang bisa menyembuhkan penyakit nenek biasanya tumbuh disekitar sini " Wan'er bergumam pelan sambil melirik sekelilingnya dengan hati-hati
Gadis kecil tersebut kemudian menyusuri area hutan tersebut dengan perlahan
Namun setelah mencarinya selama beberapa saat, gadis kecil tersebut tidak berhasil menemukan tanaman obat yang dicarinya, sehingga membuat wajah gadis kecil tersebut menjadi cemberut
"Kalo saja Bibi Qin masih ada di desa, mungkin akan jauh lebih mudah " Gadis kecil tersebut kembali bergumam setelah kelelahan mencari tanaman obat yang dibutuhkannya
Namun meskipun demikian, gadis kecil tersebut tidak terlihat menyerah dan terus mencarinya dengan sabar
__ADS_1
Tepat saat Wan'er terus mengamati sekelilingnya dengan penuh perhatian
Gadis kecil tersebut tiba-tiba tertegun dan wajahnya berubah pucat karena melihat seekor serigala yang tidak jauh dari posisi ia berdiri
Untungnya serigala tersebut terlihat tengah tertidur, sehingga tidak menyadari keberadaannya
Namun meskipun demikian, keberadaan serigala tersebut berhasil membuat Wan'er merasa takut
Gadis kecil tersebut kemudian berjalan mundur sambil menutup mulutnya dengan erat
Namun tepat saat dirinya baru saja berjalan beberapa langkah, Gadis kecil tersebut tidak sengaja menginjak ranting kering, sehingga membuat bunyi yang cukup keras di tengah keheningan hutan tersebut
Wajah gadis kecil tersebut berubah, ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah serigala yang tengah tertidur dengan perlahan
Saat tatapannya jatuh ke arah serigala tersebut, Wajah Wan'er semakin memucat karena mendapati serigala tersebut tengah menatapnya dengan malas
Meskipun usianya sangat kecil, namun mengingat ucapan para penduduk desa selama mereka masih ada, Wan'er mengetahui kengerian binatang tersebut dan apa yang terjadi jika dirinya sampai tertangkap
Melihat gadis kecil tersebut melarikan diri dengan cepat, serigala itu tidak langsung mengejar tetapi justru menunggu, seolah membiarkan mangsanya mengambil jarak sejauh mungkin
Baru setelah Wan'er berada cukup jauh dari dirinya, serigala tersebut melesat mengejar gadis kecil tersebut
Menghadapi kecepatan serigala, bahkan jika Wan'er bereaksi cepat, kaki-kaki pendeknya tidak bisa membawa gadis kecil tersebut lolos dari kejaran serigala tadi, sehingga hanya dalam waktu singkat
Serigala tersebut melolong dan melompat melewati gadis kecil tersebut untuk memotong arah pelariannya
Wan'er menggertakan giginya dan berlari ke arah lain
__ADS_1
Tapi sama seperti sebelumnya, serigala tersebut kembali memotong arah pelariannya, sehingga membuat gadis kecil tersebut tidak bisa melarikan diri
"Nenek " Wan'er bergumam ketakutan sambil berjalan mundur secara naluriah
Meskipun responnya cukup mengejutkan untuk anak seusianya
Tapi Wan'er masih lah seorang anak kecil, menghadapi hal tersebut, ia merasa putus asa
Disisi lain, Serigala terlihat menggeram dan berjalan ke arah Wan'er dengan pelan tanpa memperdulikan penampilan gadis kecil tersebut yang terlihat menyedihkan
Namun tepat ketika serigala tersebut masih memberikan tekanan psikolog kepada Wan'er dengan berjalan selangkah demi selangkah
Tiba-tiba terlihat sesuatu yang berkelabat disampingnya
Bersamaan dengan adanya kelebatan tersebut, Serigala berteriak ngilu dan terlempar sejauh belasan meter secara tidak terduga
Disisi lain, Wan'er melihat pemandangan tersebut dengan tatapan kosong
Perubahan yang baru saja terjadi terlalu mengejutkan, sehingga membuatnya tidak siap untuk sementara waktu
Tepat ketika gadis kecil tersebut berusaha mencerna apa yang sedang terjadi
Sebuah suara tiba-tiba muncul di udara
"Apakah kamu baik-baik saja, adik kecil ?"
...
__ADS_1