
Kemunculan Patriark Xu dan Patriark Ning mengejutkan semua orang kecuali Zhou Yu, sehingga membuat mereka jatuh ke dalam keadaan sunyi
Melihat sosok pria paruh baya dengan pakaian mewah dan momentum agung, yang tidak lain adalah kepala keluarga bangsawan Xu sekaligus ayahnya, Xu Wendao memiliki tatapan yang tidak dijelaskan
Kepala keluarga Xu sepertinya merasakan tatapan Xu Wendao, sehingga ia mengalihkan perhatiannya
Dan ketika pria paruh baya tersebut melihat putranya yang selalu ia anggap tidak berguna itu muncul dalam situasi saat ini, tatapannya menjadi rumit
Keheningan aneh itu tidak bertahan lama karena Cakar Darah yang berada dibelakang kedua kepala keluarga akhirnya buka suara
"Patriark Xu, Patriark Ning, bagaimana kalian berdua bisa ada di sini ? "
Kedua kepala keluarga merespon dengan membalik badannya dan melirik kedua pria paruh baya tersebut
Setelah melihat kondisi kedua pria paruh baya tersebut, kedua kepala keluarga saling melirik dengan kejutan di mata mereka
Meskipun telah mengetahui bahwa kedua pria paruh baya tersebut terluka, namun karena jarak mereka terlalu jauh, sehingga membuat mereka tidak bisa melihat dengan jelas
__ADS_1
Karena itulah keduanya terkejut sebab tidak menduga bahwa kondisi Cakar Darah dan Cakar Besi lebih buruk pada yang meraka pikirkan
Akan tetapi meskipun terkejut, Patriark Xu masih menjawab dengan tenang "Kami awalnya ingin menemui kalian berdua untuk suatu alasan, tapi tiba-tiba kami mendengar suara pertarungan yang akhirnya membawa kami ke sini "
Patriark Ning yang berada di sampingnya mengangguk setuju dan balik bertanya dengan ragu "Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di sini ?.. dan kenapa kondisi kalian... "
Meskipun Patriark Ning tidak melanjutkan kalimatnya, namun Cakar Darah dan Cakar Besi mengerti, sehingga mereka segera menceritakan semuanya secara singkat
Setelah mendengar cerita dari kedua pria paruh baya tersebut, kedua kepala keluarga bangsawan saling melirik dengan tatapan terkejut
Patriark Xu kemudian melirik Xu Wendao yang tidak jauh dengan tatapan yang lebih rumit
***
He Riju menyaksikan semua percakapan keempat pria paruh baya tersebut dengan wajah marah
Meskipun telah memiliki kecurigaan yang cukup kuat terhadap kedua kepala keluarga bangsawan tersebut, namun ia tidak menduga bahwa kedua kepala keluarga berani menunjukkan hubungan mereka dengan kedua pendekar tersebut secara terang-terangan dihadapannya
__ADS_1
He Riju menarik nafas panjang dan berkata dengan suara dalam "Jadi benar bahwa kalian berdua lah yang merencanakan semua ini ?"
Wajah kedua kepala keluarga menunjukkan rasa malu, meskipun permusuhan antara kedua keluarga bangsawan dan walikota adalah rahasia umum di Kota Henan
Namun konflik tersebut tidak pernah terjadi di permukaan dan secara terang-terangan, apalagi melibatkan orang lain, sehingga tindakan kedua kepala keluarga kali ini bisa dikatakan telah melanggar aturan main yang telah ada selama ini
Namun mengingat semua ini sudah terjadi dan tidak mungkin bisa kembali lagi, rasa malu di wajah kedua kepala keluarga berangsur-angsur memudar dan digantikan oleh wajah dingin
"Ya, kami berdua lah yang meminta tuan Cakar Darah dan Cakar Besi untuk menyerangmu " Patriark Ning mengangguk mengakui dan berkata dengan nada mengejek "Bagaimana ? apa kau tidak menduga akan memiliki hari ini, walikota He yang perkasa ?"
He Riju mendengus dingin dan membalas "Sepertinya selama ini aku terlalu ringan, sehingga membuat kalian lupa siapa penguasa kota ini "
"Penguasa kota ? " Patriark Xu tertawa kecil dan menjawab "Apa maksud walikota He, penguasa kota yang sudah mati ?!"
Wajah He Riju berubah buruk setelah mendengar perkataan Patriark Xu, dan momentumnya tiba-tiba meningkatkan dengan liar
Namun tepat ketika He Riju hendak menyerang mereka, sebuah tangan ramping tapi kokoh tiba-tiba memegang bahunya yang membuat pria paruh baya tersebut kesulitan untuk bergerak
__ADS_1
***