Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Negeri Ajaib


__ADS_3

Suara ratusan langkah kaki terdengar di kedalaman hutan


Bersama dengan obor yang menyela seperti kunang-kunang, membuat para penghuni disekitarnya menyusut dengan waspada


Sementara itu, berada di barisan depan, Xie Tong mengerutkan kening sambil menatap hutan di depannya dengan waspada


Ia mengangkat tangan dan memberikan perintah untuk berhenti


Setelah beberapa saat rombongan tersebut berhenti bergerak, ada banyak diskusi dan pertanyaan dari mulut penduduk desa, namun Xie Tong tidak memberikan penjelasan sedikitpun


Disisi lain, Feng Xue yang selalu berada disisinya berkata dengan ragu "Apakah ada masalah, Tuan Xie ?"


Xie Tong terdiam sejenak, kemudian berkata dengan pelan "Kita sudah dikepung oleh banyak sekali pendekar "


"Bagaimana mungkin ?" Feng Xue berkata dengan nada tidak percaya


Karena pasukan Aliran Hitam menyerang Desa Sua dalam jumlah besar, seharusnya tidak ada pendekar yang menghentikan mereka


Sekalipun ada, jumlahnya tidak akan banyak dan tidak harus membuat Xie Tong khawatir


Xie Tong tidak membalas pertanyaan Feng Xue


Ia menatap hutan didepannya dan berkata


"Siapa tuan-tuan ini ? bukankah terlalu kasar jika masih tidak menunjukan diri sampai sekarang "


Beberapa saat, setelah perkataan Xie Tong keluar


Tiba-tiba terdapat sesosok pria paruh baya yang berdiri dihadapan Xie Tong


Bersamaan dengan munculnya pria paruh baya tersebut, semakin banyak sosok yang keluar dari kegelapan


Wajah Xie Tong menjadi jelek, setelah melihat jumlah pendekar pihak lain yang terus meningkat


Meskipun ia sudah merasakan bahwa rombongannya dikepung oleh sejumlah besar pendekar, ia tidak menduga akan cukup banyak


Menurut perhitungan kasarnya, terdapat 100 pendekar atau lebih yang menunjukan diri mereka untuk saat ini


Dan Xie Tong tidak bisa memastikan bahwa jumlah tersebut tidak akan bertambah, karena kemungkinan banyak pendekar yang bersembunyi dalam kegelapan masih sangat tinggi


Selain itu, meskipun hanya ada 100 pendekar, Xie Tong tidak yakin bahwa para prajurit bisa melawannya


***


Xie Tong menatap pria paruh baya tersebut sejenak, kemudian menjawab "Pelindung Keluarga Bangsawan Feng, Xie Tong "


"Ternyata hanya seorang budak sebuah keluarga bangsawan " Pria paruh baya tersebut berkata dengan datar, seolah telah kehilangan minatnya terhadap Xie Tong


Xie Tong tidak marah atas penghinaan dari perkataan dan tatapan mata pihak lain, karena ia sadar bahwa situasi saat ini benar-benar berbahaya bagi mereka


"Siapa tuan ? kenapa anda menghalangi jalan kami ?"

__ADS_1


Pria paruh baya tersebut tidak langsung menjawab, ia justru melirik orang-orang yang berada dibelakang Xie Tong dengan tenang, ia kemudian berkata dengan acuh tak acuh "Aku tidak terbiasa berbicara dengan orang mati "


***


Zhou Yu menutup matanya sambil duduk dengan postur bermeditasi


Dibelakangnya, Tie Berjanggut menekan tangannya pada punggung pemuda bertopeng tersebut


Setelah beberapa saat, Zhou Yu membuka mata sambil menghembuskan nafas dengan pelan


Ia kemudian berbalik dan berkata "Terima kasih sekali lagi atas bantuan anda senior"


Tia Berjanggut melambaikan tangannya dan berkata "Aku tidak tahu sudah berapa kali kau mengucapkan terima kasih pada hari ini "


Zhou Yu tidak bisa menahan senyum setelah mendengar perkataan Tie Berjanggut


Suasana bermartabat di antara keduanya pun berangsur-angsur menghilang


Tie Berjanggut menghela nafas dan berkata sambil menatap Zhou Yu "Sebenarnya aku benar-benar iri padamu anak muda, selain memiliki bakatmu yang sangat tinggi, kau juga diberkati dengan fisik yang tangguh, bahkan ditempatku berasal, seseorang sepertimu bisa dihitung dengan satu tangan "


Zhou Yu tersenyum rendah hati atas kalimat awal Tie Berjanggut


Namun setelah mendengar kalimat terakhir, Zhou Yu tidak bisa tidak bertanya "Jika junior boleh tahu, dari mana senior berasal ?"


"Tanah Java " Tie Berjanggut menjawab dengan singkat


Zhou Yu tercengang dan berseru tanpa sadar "Negeri Ajaib ?"


Suara ratusan langkah kaki terdengar di kedalaman hutan


Bersama dengan obor yang menyela seperti kunang-kunang, membuat para penghuni disekitarnya menyusut dengan waspada


Sementara itu, berada di barisan depan, Xie Tong mengerutkan kening sambil menatap hutan di depannya dengan waspada


Ia mengangkat tangan dan memberikan perintah untuk berhenti


Setelah beberapa saat rombongan tersebut berhenti bergerak, ada banyak diskusi dan pertanyaan dari mulut penduduk desa, namun Xie Tong tidak memberikan penjelasan sedikitpun


Disisi lain, Feng Xue yang selalu berada disisinya berkata dengan ragu "Apakah ada masalah, Tuan Xie ?"


Xie Tong terdiam sejenak, kemudian berkata dengan pelan "Kita sudah dikepung oleh banyak sekali pendekar "


"Bagaimana mungkin ?" Feng Xue berkata dengan nada tidak percaya


Karena pasukan Aliran Hitam menyerang Desa Sua dalam jumlah besar, seharusnya tidak ada pendekar yang menghentikan mereka


Sekalipun ada, jumlahnya tidak akan banyak dan tidak harus membuat Xie Tong khawatir


Xie Tong tidak membalas pertanyaan Feng Xue


Ia menatap hutan didepannya dan berkata

__ADS_1


"Siapa tuan-tuan ini ? bukankah terlalu kasar jika masih tidak menunjukan diri sampai sekarang "


Beberapa saat, setelah perkataan Xie Tong keluar


Tiba-tiba terdapat sesosok pria paruh baya yang berdiri dihadapan Xie Tong


Bersamaan dengan munculnya pria paruh baya tersebut, semakin banyak sosok yang keluar dari kegelapan


Wajah Xie Tong menjadi jelek, setelah melihat jumlah pendekar pihak lain yang terus meningkat


Meskipun ia sudah merasakan bahwa rombongannya dikepung oleh sejumlah besar pendekar, ia tidak menduga akan cukup banyak


Menurut perhitungan kasarnya, terdapat 100 pendekar atau lebih yang menunjukan diri mereka untuk saat ini


Dan Xie Tong tidak bisa memastikan bahwa jumlah tersebut tidak akan bertambah, karena kemungkinan banyak pendekar yang bersembunyi dalam kegelapan masih sangat tinggi


Selain itu, meskipun hanya ada 100 pendekar, Xie Tong tidak yakin bahwa para prajurit bisa melawannya


***


Xie Tong menatap pria paruh baya tersebut sejenak, kemudian menjawab "Pelindung Keluarga Bangsawan Feng, Xie Tong "


"Ternyata hanya seorang budak sebuah keluarga bangsawan " Pria paruh baya tersebut berkata dengan datar, seolah telah kehilangan minatnya terhadap Xie Tong


Xie Tong tidak marah atas penghinaan dari perkataan dan tatapan mata pihak lain, karena ia sadar bahwa situasi saat ini benar-benar berbahaya bagi mereka


"Siapa tuan ? kenapa anda menghalangi jalan kami ?"


Pria paruh baya tersebut tidak langsung menjawab, ia justru melirik orang-orang yang berada dibelakang Xie Tong dengan tenang, ia kemudian berkata dengan acuh tak acuh "Aku tidak terbiasa berbicara dengan orang mati "


***


Zhou Yu menutup matanya sambil duduk dengan postur bermeditasi


Dibelakangnya, Tie Berjanggut menekan tangannya pada punggung pemuda bertopeng tersebut


Setelah beberapa saat, Zhou Yu membuka mata sambil menghembuskan nafas dengan pelan


Ia kemudian berbalik dan berkata "Terima kasih sekali lagi atas bantuan anda senior"


Tia Berjanggut melambaikan tangannya dan berkata "Aku tidak tahu sudah berapa kali kau mengucapkan terima kasih pada hari ini "


Zhou Yu tidak bisa menahan senyum setelah mendengar perkataan Tie Berjanggut


Suasana bermartabat di antara keduanya pun berangsur-angsur menghilang


Tie Berjanggut menghela nafas dan berkata sambil menatap Zhou Yu "Sebenarnya aku benar-benar iri padamu anak muda, selain memiliki bakatmu yang sangat tinggi, kau juga diberkati dengan fisik yang tangguh, bahkan ditempatku berasal, seseorang sepertimu bisa dihitung dengan satu tangan "


Zhou Yu tersenyum rendah hati atas kalimat awal Tie Berjanggut


Namun setelah mendengar kalimat terakhir, Zhou Yu tidak bisa tidak bertanya "Jika junior boleh tahu, dari mana senior berasal ?"

__ADS_1


"Tanah Java " Tie Berjanggut menjawab dengan singkat


Zhou Yu tercengang dan berseru tanpa sadar "Negeri Ajaib ?"


__ADS_2