
Suara ratusan langkah kaki terdengar di kedalaman hutan
Bersama dengan obor yang menyela seperti kunang-kunang, membuat para penghuni disekitarnya menyusut dengan waspada
Sementara itu, berada di barisan depan, Xie Tong mengerutkan kening sambil menatap hutan di depannya dengan waspada
Ia mengangkat tangan dan memberikan perintah untuk berhenti
Setelah beberapa saat rombongan tersebut berhenti bergerak, ada banyak diskusi dan pertanyaan dari mulut penduduk desa, namun Xie Tong tidak memberikan penjelasan sedikitpun
Disisi lain, Feng Xue yang selalu berada disisinya berkata dengan ragu "Apakah ada masalah, Tuan Xie ?"
Xie Tong terdiam sejenak, kemudian berkata dengan pelan "Kita sudah dikepung oleh banyak sekali pendekar "
"Bagaimana mungkin ?" Feng Xue berkata dengan nada tidak percaya
Karena pasukan Aliran Hitam menyerang Desa Sua dalam jumlah besar, seharusnya tidak ada pendekar yang menghentikan mereka
Sekalipun ada, jumlahnya tidak akan banyak dan tidak harus membuat Xie Tong khawatir
Xie Tong tidak membalas pertanyaan Feng Xue
Ia menatap hutan didepannya dan berkata
"Siapa tuan-tuan ini ? bukankah terlalu kasar jika masih tidak menunjukan diri sampai sekarang "
Beberapa saat, setelah perkataan Xie Tong keluar
Tiba-tiba terdapat sesosok pria paruh baya yang berdiri dihadapan Xie Tong
Bersamaan dengan munculnya pria paruh baya tersebut, semakin banyak sosok yang keluar dari kegelapan
Wajah Xie Tong menjadi jelek, setelah melihat jumlah pendekar pihak lain yang terus meningkat
Meskipun ia sudah merasakan bahwa rombongannya dikepung oleh sejumlah besar pendekar, ia tidak menduga akan cukup banyak
Menurut perhitungan kasarnya, terdapat 100 pendekar atau lebih yang menunjukan diri mereka untuk saat ini
Dan Xie Tong tidak bisa memastikan bahwa jumlah tersebut tidak akan bertambah, karena kemungkinan banyak pendekar yang bersembunyi dalam kegelapan masih sangat tinggi
Selain itu, meskipun hanya ada 100 pendekar, Xie Tong tidak yakin bahwa para prajurit bisa melawannya
***
Xie Tong menatap pria paruh baya tersebut sejenak, kemudian menjawab "Pelindung Keluarga Bangsawan Feng, Xie Tong "
"Ternyata hanya seorang budak sebuah keluarga bangsawan " Pria paruh baya tersebut berkata dengan datar, seolah telah kehilangan minatnya terhadap Xie Tong
Xie Tong tidak marah atas penghinaan dari perkataan dan tatapan mata pihak lain, karena ia sadar bahwa situasi saat ini benar-benar berbahaya bagi mereka
"Siapa tuan ? kenapa anda menghalangi jalan kami ?"
__ADS_1
Pria paruh baya tersebut tidak langsung menjawab, ia justru melirik orang-orang yang berada dibelakang Xie Tong dengan tenang, ia kemudian berkata dengan acuh tak acuh "Aku tidak terbiasa berbicara dengan orang mati "
***
Zhou Yu menutup matanya sambil duduk dengan postur bermeditasi
Dibelakangnya, Tie Berjanggut menekan tangannya pada punggung pemuda bertopeng tersebut
Setelah beberapa saat, Zhou Yu membuka mata sambil menghembuskan nafas dengan pelan
Ia kemudian berbalik dan berkata "Terima kasih sekali lagi atas bantuan anda senior"
Tia Berjanggut melambaikan tangannya dan berkata "Aku tidak tahu sudah berapa kali kau mengucapkan terima kasih pada hari ini "
Zhou Yu tidak bisa menahan senyum setelah mendengar perkataan Tie Berjanggut
Suasana bermartabat di antara keduanya pun berangsur-angsur menghilang
Tie Berjanggut menghela nafas dan berkata sambil menatap Zhou Yu "Sebenarnya aku benar-benar iri padamu anak muda, selain memiliki bakatmu yang sangat tinggi, kau juga diberkati dengan fisik yang tangguh, bahkan ditempatku berasal, seseorang sepertimu bisa dihitung dengan satu tangan "
Zhou Yu tersenyum rendah hati atas kalimat awal Tie Berjanggut
Namun setelah mendengar kalimat terakhir, Zhou Yu tidak bisa tidak bertanya "Jika junior boleh tahu, dari mana senior berasal ?"
"Tanah Java " Tie Berjanggut menjawab dengan singkat
Zhou Yu tercengang dan berseru tanpa sadar "Negeri Ajaib ?"
Suara ratusan langkah kaki terdengar di kedalaman hutan
Bersama dengan obor yang menyela seperti kunang-kunang, membuat para penghuni disekitarnya menyusut dengan waspada
Sementara itu, berada di barisan depan, Xie Tong mengerutkan kening sambil menatap hutan di depannya dengan waspada
Ia mengangkat tangan dan memberikan perintah untuk berhenti
Setelah beberapa saat rombongan tersebut berhenti bergerak, ada banyak diskusi dan pertanyaan dari mulut penduduk desa, namun Xie Tong tidak memberikan penjelasan sedikitpun
Disisi lain, Feng Xue yang selalu berada disisinya berkata dengan ragu "Apakah ada masalah, Tuan Xie ?"
Xie Tong terdiam sejenak, kemudian berkata dengan pelan "Kita sudah dikepung oleh banyak sekali pendekar "
"Bagaimana mungkin ?" Feng Xue berkata dengan nada tidak percaya
Karena pasukan Aliran Hitam menyerang Desa Sua dalam jumlah besar, seharusnya tidak ada pendekar yang menghentikan mereka
Sekalipun ada, jumlahnya tidak akan banyak dan tidak harus membuat Xie Tong khawatir
Xie Tong tidak membalas pertanyaan Feng Xue
Ia menatap hutan didepannya dan berkata
__ADS_1
"Siapa tuan-tuan ini ? bukankah terlalu kasar jika masih tidak menunjukan diri sampai sekarang "
Beberapa saat, setelah perkataan Xie Tong keluar
Tiba-tiba terdapat sesosok pria paruh baya yang berdiri dihadapan Xie Tong
Bersamaan dengan munculnya pria paruh baya tersebut, semakin banyak sosok yang keluar dari kegelapan
Wajah Xie Tong menjadi jelek, setelah melihat jumlah pendekar pihak lain yang terus meningkat
Meskipun ia sudah merasakan bahwa rombongannya dikepung oleh sejumlah besar pendekar, ia tidak menduga akan cukup banyak
Menurut perhitungan kasarnya, terdapat 100 pendekar atau lebih yang menunjukan diri mereka untuk saat ini
Dan Xie Tong tidak bisa memastikan bahwa jumlah tersebut tidak akan bertambah, karena kemungkinan banyak pendekar yang bersembunyi dalam kegelapan masih sangat tinggi
Selain itu, meskipun hanya ada 100 pendekar, Xie Tong tidak yakin bahwa para prajurit bisa melawannya
***
Xie Tong menatap pria paruh baya tersebut sejenak, kemudian menjawab "Pelindung Keluarga Bangsawan Feng, Xie Tong "
"Ternyata hanya seorang budak sebuah keluarga bangsawan " Pria paruh baya tersebut berkata dengan datar, seolah telah kehilangan minatnya terhadap Xie Tong
Xie Tong tidak marah atas penghinaan dari perkataan dan tatapan mata pihak lain, karena ia sadar bahwa situasi saat ini benar-benar berbahaya bagi mereka
"Siapa tuan ? kenapa anda menghalangi jalan kami ?"
Pria paruh baya tersebut tidak langsung menjawab, ia justru melirik orang-orang yang berada dibelakang Xie Tong dengan tenang, ia kemudian berkata dengan acuh tak acuh "Aku tidak terbiasa berbicara dengan orang mati "
***
Zhou Yu menutup matanya sambil duduk dengan postur bermeditasi
Dibelakangnya, Tie Berjanggut menekan tangannya pada punggung pemuda bertopeng tersebut
Setelah beberapa saat, Zhou Yu membuka mata sambil menghembuskan nafas dengan pelan
Ia kemudian berbalik dan berkata "Terima kasih sekali lagi atas bantuan anda senior"
Tia Berjanggut melambaikan tangannya dan berkata "Aku tidak tahu sudah berapa kali kau mengucapkan terima kasih pada hari ini "
Zhou Yu tidak bisa menahan senyum setelah mendengar perkataan Tie Berjanggut
Suasana bermartabat di antara keduanya pun berangsur-angsur menghilang
Tie Berjanggut menghela nafas dan berkata sambil menatap Zhou Yu "Sebenarnya aku benar-benar iri padamu anak muda, selain memiliki bakatmu yang sangat tinggi, kau juga diberkati dengan fisik yang tangguh, bahkan ditempatku berasal, seseorang sepertimu bisa dihitung dengan satu tangan "
Zhou Yu tersenyum rendah hati atas kalimat awal Tie Berjanggut
Namun setelah mendengar kalimat terakhir, Zhou Yu tidak bisa tidak bertanya "Jika junior boleh tahu, dari mana senior berasal ?"
__ADS_1
"Tanah Java " Tie Berjanggut menjawab dengan singkat
Zhou Yu tercengang dan berseru tanpa sadar "Negeri Ajaib ?"