
“Ngomong-ngomong saudara Yan, kenapa kau ingin melindungi orang-orang yang di intimidasi, apakah sebelumnya kau pernah di intimidasi ?”
Mendengar pertanyaan tersebut, suasana ruangan yang sebelumnya tenang berubah menjadi halus
Beberapa pasang mata melirik anak laki-laki yang sebelumnya bertanya sebelum mengalihkan perhatian mereka ke arah anak laki-laki yang di sebelumnya bertarung dan di panggil saudara Yan dengan samar
Menyadari situasinya menjadi sedikit canggung, anak laki-laki yang sebelumnya bertanya tersenyum minta maaf dan berkata
“Lupakan pertanyaanku, aku terlalu penasaran sehingga melewati batas, maafkan aku”
“Tidak masalah” Anak laki-laki yang sebelumnya di panggil saudara Yan menggelengkan kepalanya dan berkata
“Lagi pula hampir sebagian besar anak di Panti Asuhan tempatku tinggal mengetahui masa laluku dan alasan aku ingin melakukan itu”
Setelah mengatakan itu, anak laki-laki yang di sebut saudara Yan terdiam sejenak sebelum membuka mulutnya
“Sebelum bertemu organisasi dan menerima kebaikannya, aku adalah seorang gelandangan yang hidup sebatang kara”
“Aku hidup dengan cara meminta-minta dan mencari sisa-sisa makanan di tempat pembuangan sampah"
"Aku juga tidak punya tempat tinggal dan sering tertidur di jalanan. karena alasan itu, tidak ada anak yang ingin bermain denganku, bahkan aku sering di intimidasi karena aku adalah seorang anak yang tidak jelas asal-usulnya”
“Setiap hari mereka selalu menghina dan memukuliku sehingga membuat wajahku menjadi lebam dan tubuhku di penuhi oleh memar dan kotoran”
“Beberapa kali aku berusaha melawan, tapi waktu itu tubuhku sangat kurus sementara anak-anak yang mengintimidasi ku terlihat sangat sehat dan juga kuat sehingga pada akhirnya aku selalu kalah”
“Pada suatu hari, tiga orang anak mengintimidasi ku seperti biasa. Karena marah dan tidak tahan dengan perlakuan mereka, aku lalu mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke kepala salah satu dari ketiga anak itu sampai membuatnya pingsan dan mengeluarkan banyak darah”
__ADS_1
“Aku ingat pada saat itu, aku sangat ketakutan dan langsung mencari tempat persembunyian”
“Tapi yang tidak aku ketahui, anak yang aku lempar kepalanya menggunakan batu ternyata adalah anak seorang pedagang yang cukup kaya”
“Dengan kekayaannya, ayah dari anak itu menyewa banyak orang untuk mencariku ke seluruh kota sehingga aku berhasil di temukan dalam waktu singkat dan di bawa ke rumahnya”
“Setelah aku di bawa ke rumahnya, ayah anak itu memarahiku dan memberikan sumpah serapah dengan banjir ludah ke arahku"
"Meskipun aku lihat anaknya selamat dan tidak kehilangan apapun, kecuali kepalanya harus di tutup oleh selembar kain”
“Tapi ayah dari anak itu tidak mau melepaskanku, aku tidak hanya di marahi dan di caci maki, tapi aku juga di siksa sepanjang malam dengan menggunakan cambuk layaknya seekor kuda”
“Meskipun kemudian mereka melepaskan ku karena melihat aku hampir mati, tubuhku benar-benar hancur pada saat itu dan tidak bisa di gerakan”
“Untungnya selama aku tidak mampu bergerak, ada orang baik yang merawat ku sampai aku sembuh dan bisa berlari seperti biasanya”
"Bahkan jika mereka mengintimidasi ku dengan sangat keterlaluan, aku akan memilih diam, karena aku takut jika aku melawan dan salah satu dari mereka terluka, kejadian yang sama bahkan mungkin lebih parah akan kembali terjadi”
“Oleh sebab itu, setelah aku di bawa ke Panti Asuhan dan di perkenalkan tentang kekuatan seorang pendekar"
"Aku memilih ingin menjadi seorang pendekar dengan tegas supaya tidak ada lagi yang berani mengintimidasi ku dan aku bisa menjadi pelindung bagi mereka yang mengalami nasib yang sama dengan yang pernah aku alami"
***
Seluruh ruangan menjadi sangat sunyi, bahkan anak perempuan yang sebelumnya bertengkar dengan anak laki-laki tersebut tidak bisa menahan diri untuk melihat anak laki-laki tersebut dengan tatapan simpati
Meskipun semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut adalah yatim piatu
__ADS_1
Namun sebagian besar dari mereka sudah hidup di dalam panti asuhan sejak mereka bayi
Karena itu, mereka tidak merasakan kedinginan dan ketidakberdayaan anak laki-laki yang di sebut saudara Yan tersebut
Hal itu membuat mereka tidak bisa tidak merasa beruntung, tapi juga merasa sedih dan simpati sekaligus marah kepada orang-orang yang pernah mengintimidasi saudara Yan
“Mulai sekarang aku juga ingin menjadi kuat dan membantu saudara Yan untuk melindungi orang-orang yang menjadi korban intimidasi di manapun mereka berada dengan kekuatanku”
Anak laki-laki yang sebelumnya bertanya memecah keheningan dengan nada berapi-api
Kalimat anak laki-laki tersebut langsung membangunkan semua orang sehingga mereka tidak bisa menahan diri untuk berkata
“Aku juga”
“Aku juga”
“Jangan lupakan aku”
Melihat teriakan-teriakan disekelilingnya, saudara Yan merasa terharu dan berkata dengan nada bersemangat
“Mari berlatih bersama dan menjadi kuat untuk menghapus para pengganggu untuk memberikan ketenangan bagi siapapun yang ada di dunia”
“Benar, mari menjadi kuat”
“Mari menjadi pendekar yang tidak terkalahkan”
“Mari kita singkirkan ketidakadilan di dunia ini”
__ADS_1
...