
Keesokan harinya, perang kembali dimulai
Pasukan dari kedua aliran terus-menerus bertabrakan dan saling membunuh satu sama lain
Zhou Yu yang menjadi salah satu peserta juga terlibat dalam pertempuran sengit
Lawannya kali ini adalah seorang pria paruh baya dengan janggut tebal dan wajah seperti beruang serta menggunakan tombak sebagai senjatanya
Pria paruh baya tersebut memiliki ilmu silat yang tinggi dan tidak jauh di bawah Zhou Yu, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut merasa kesulitan
Ketika keduanya bertarung, tanpa disadari, Zhou Yu dan pria paruh baya tersebut telah menjauh dari tempat pertempuran antara kedua aliran terjadi
Sampai beberapa saat kemudian, Zhou Yu akhirnya tersadar
Ia kemudian melompat mundur sambil menatap tajam pria paruh baya tersebut
"Ada apa anak kecil ? kenapa kau berhenti ? ayo lanjutkan pertarungan kita " Pria paruh baya tersebut berkata sambil menyeringai "Aku sudah lama tidak merasakan perasaan bersemangat ini "
Zhou Yu mengerutkan kening dan bertanya dengan suara dalam "Apa yang sebenarnya kau rencanakan ?, kenapa kau menyeret pertarungan ini menjauh dari medan perang ?"
Pria paruh baya tersebut mengangkat bahu sambil tertawa kecil dan menjawab "Aku tidak punya niat yang buruk, aku hanya tidak ingin ada yang ikut campur dalam pertempuran kita "
Zhou Yu menatap pria paruh baya tersebut dengan pandangan curiga, ia samar-samar merasa ada yang tidak beres di sini
Ia kemudian menangkan dirinya sambil menutup mata sejenak
setelah beberapa saat, ia kemudian kembali membuka matanya
__ADS_1
Pria paruh baya tersebut menaikan alisnya ketika melihat cahaya dingin dari mata Zhou Yu
Sebelum pria paruh baya tersebut bertanya
Zhou Yu telah berteriak keras "Karena kalian sudah ada di sini, kenapa masih tetap bersembunyi ? "
Setelah kalimat tersebut berakhir
Terlihat dua sosok manusia yang keluar dari pepohonan yang rimbun dan melesat cepat, kemudian berdiri di samping pria paruh baya sebelumnya
Salah satu dari dua sosok tersebut adalah seorang wanita paruh baya dengan pisau kecil dikedua tangannya dan mengenakan jubah abu-abu
Sementara yang lainnya adalah seorang pria paruh baya gemuk dengan perut buncit dan sebuah tongkat sebagai senjatanya
Pria gemuk tersebut bertepuk tangan dan berkata sambil menyeringai "Tidak heran kami harus di kirim untuk menghadapimu, kau memang benar-benar jenius, kau mampu menemukan kami dalam kurun waktu yang sangat cepat, sungguh menganggumkan "
"Wah, seperti yang dikatakan orang-orang itu, mulutmu sangat kotor, anak kecil "Wanita paruh baya menyela "Bersyukurlah, karena kau memiliki penampilan dan tempramen yang menyenangkan, aku jadi enggan untuk mencabik-cabik tubuhmu itu "
Setelah mengatakan itu, wanita paruh baya tersebut melesat paling awal, kemudian diikuti oleh kedua pria paruh baya lainnya
Zhou Yu mencengkram Pedang Petir Hitam dengan erat dan menatap ketiganya dengan serius
Sebelum Zhou Yu sempat membuat langkah, sebuah pisau kecil melesat cepat ke arahnya
Secara naluriah, Zhou Yu berniat menghadapi serangan tersebut, namun sesaat kemudian, ia membeku sejenak dan segera melompat mundur
Karena dua pria sepuh lainnya sudah melancarkan serangan ke arahnya
__ADS_1
Ketika ketiga serangan melesat ke arahnya, Zhou Yu telah berpindah dari tempat sebelumnya, sehingga ketiga serangan tersebut hanya mengenai udara kosong
Pertarungan tiga lawan satu pun terjadi
Menghadapi tiga Pendekar Bergelar yang kekuatannya tidak jauh dibawah dirinya sendiri, membuat Zhou Yu telah berada di dalam situasi yang tidak menguntungkan sejak awal
Meskipun Zhou Yu sudah berusaha keras untuk membalikan situasi, namun kerjasama ketiganya sangat mampu, sehingga Zhou Yu hanya bisa bertarung secara pasif
Zhou Yu kemudian melesat ke arah pria paruh baya pengguna tombak
Hanya dalam satu tarikan nafas, ia telah berada di depan pria paruh baya tersebut sambil mengayunkan pedangnya
Pria paruh baya tersebut bereaksi cepat, ia menyilangkan tombaknya untuk menahan ayunan pedang Zhou Yu
Pedang dan tombak bertabrakan, sehingga menciptakan percikan api
Melihat serangannya gagal, Zhou Yu berniat kembali melancarkan serangan
Namun pria gendut pengguna tongkat tidak ingin menjadi penonton
Ia kemudian mengayunkan tongkatnya, ketika Zhou Yu berniat kembali melancarkan serangan, sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut membatalkan niatnya dan segera menghindar
Sebelum Zhou Yu bisa menarik nafas lega, perasaan bahaya melonjak dari hatinya, sehingga ia secara naluriah mengangkat pedangnya untuk menangkal bahaya tersebut
Benar saja, ketika Zhou Yu mengangkat pedangnya, sebuah pisau kecil menabrak Pedang Petir Hitam, sehingga membuat tangan Zhou Yu sedikit bergetar
"Ahh, reaksimu sangat cepat anak kecil " Sebuah suara wanita dengan nada terkejut, terdengar dari arah pisau kecil sebelumnya
__ADS_1
Zhou Yu melirik sumber suara, yang tidak lain adalah pengguna pisau kecil, yang sedari tadi mencari peluang untuk melancarkan serangan