
"Apa yang terjadi ?" Zhou Yu menatap pemandangan di depannya dengan ekspresi bingung
Tepat di tengah kebingungan tersebut, sebuah suara menerobos angin terdengar dengan sangat jelas di telinga pemuda bertopeng itu
Akan tetapi sebelum pemuda bertopeng tersebut sempat menyadari apa yang datang kepadanya
Sebuah pedang berwarna emas yang sangat mengkilap muncul tepat di depannya
Pupil mata Zhou Yu menyusut
Menghadapi situasi yang begitu mendadak tersebut, Zhou Yu tidak sempat menghindar sehingga pedang tersebut berhasil menusuk dan menebus tubuhnya
***
"Apakah aku sudah mati ?" Zhou Yu bergumam sambil menatap lingkungan serba putih di sekitarnya dengan ekspresi bingung
Tepat di tengah kebingungan tersebut, sebuah suara kesal terdengar dari arah belakangnya
"Kau pikir seorang Putra Takdir akan mati dengan begitu mudah ?"
Mendengar pertanyaan tersebut, Zhou Yu berbalik dan mengalihkan perhatiannya ke sumber suara
Ketika tatapannya menangkap empunya suara, wajahnya berubah dingin
"Apa kau juga akhirnya mati bersamaku ?"
"Aku tidak menduga, selain bodoh, kau ternyata juga tuli"
__ADS_1
Pemilik suara yang tidak lain adalah kesadaran lain yang sebelumnya merebut tubuh Zhou Yu berkata dengan kesal
Zhou Yu mengerutkan keningnya dan menatap sosok yang menyerupai dirinya itu dengan dalam
Tepat ketika ia ingin berbicara, sebuah geraman rendah dan langkah kaki terdengar dari arah belakang
Pemuda bertopeng tersebut menelan kembali kata-katanya dan mengalihkan perhatian
Ketika ia berbalik, pemuda bertopeng tersebut melihat seorang pria paruh baya berjubah emas dengan mahkota di kepalanya tengah berjalan beriringan dengan seekor harimau putih yang sangat besar
Pria paruh baya tersebut melepaskan aura kerajaan yang sangat kuat sementara harimau di sampingnya melepaskan aura yang sangat buas
Momentum keduanya juga sangat luar biasa sehingga membuat pemuda bertopeng tersebut merasakan tekanan yang hebat
Tepat ketika tekanan yang menimpa Zhou Yu semakin besar, harimau putih tiba-tiba berhenti
Zhou Yu menatap pria paruh baya tersebut dengan tatapan kosong
Tepat ketika Zhou Yu ingin membuka mulutnya, pria paruh baya tersebut melewatinya dengan tenang dan terus melanjutkan langkah
Zhou Yu tertegun sementara di belakangnya, sosok yang menyerupai pemuda bertopeng tersebut menatap ke arah pria paruh baya itu dan berkata dengan dingin
"Kau layak sebagai monster tua yang telah ada selama ribuan tahun, bahkan dengan semua perencanaan yang telah aku persiapkan dengan sangat matang, kau bisa melepaskan diri dan membuatku jatuh ke titik ini"
Mendengar pernyataan tersebut, pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan berkata
"Kau salah. Sejujurnya rencanamu sangat sempurna dan aku bahkan hampir jatuh oleh trikmu itu"
__ADS_1
"Satu-satunya masalah adalah kau meremehkan takdir dan para pahlawan dunia yang telah di tunjuknya, itulah kenapa kau berakhir seperti sekarang"
"Takdir ?" Sosok yang menyerupai Zhou Yu bergumam sebelum kemudian bertanya
"Apakah takdir benar-benar sekuat itu ?"
Pria paruh baya tersebut tersenyum dan menjawab dengan tenang
"Bahkan para dewa yang kekuatannya mampu menghancurkan dunia tidak bisa lepas dari jalan takdir, bagaimana mungkin manusia bisa melawannya ?"
"Kau benar" Sosok tersebut mengangguk setelah terdiam cukup lama dan berkata dengan nada yang tidak sedingin seperti sebelumnya
"Kalau begitu aku tidak kalah dengan memalukan"
"Tentu saja" Pria paruh baya tersebut mengangguk dan membalas "Siapapun yang kalah oleh takdir harus merasa tersanjung"
***
Zhou Yu tidak bereaksi atas percakapan di belakangnya, untuk beberapa alasan, pemuda bertopeng tersebut bahkan menjadi sangat lamban
Tepat ketika pikiran Zhou Yu masih melayang entah kemana, sosok yang menyerupai dirinya itu tiba-tiba berkata dari arah belakang
"Zhou Yu, aku mengerti ini mungkin terdengar aneh, tapi bagaimanapun aku ada saat kau lahir ke dunia, bisa di katakan kita adalah satu, bahkan jika tidak, kita adalah saudara, karena itu aku akan memberikan pesan terakhir kepadamu"
"Dengan karaktermu, di masa depan kau pasti akan menemui banyak kejahatan. Entah pada akhirnya kau memilih membunuh atau melepaskan kejahatan itu, aku harap kau bisa mengingat pesanku"
"Jika kau melihat sebuah kejahatan dari jauh, mendekat lah dan tanyakan alasannya alih-alih langsung memberikan pukulan, barang kali di balik kejahatan itu, ada alasan kuat untuk sebuah tindakannya"
__ADS_1
...