
"Saudara Zhou, apakah kamu di dalam ?" Sebuah suara serta ketukan pintu membangunkan Zhou Yu dari tidurnya
Zhou Yu mengerjapkan matanya beberapa kali, ia bangkit dan membuka pintu
Jiang Feng yang tengah menunggu di depan kamar Zhou Yu, karena di perintahkan oleh para tetua untuk memanggilnya
Ketika pintu terbuka, Jiang Feng membeku di tempat, ia melihat sebuah wajah seindah giok yang di ukir seperti karya seni terbaik yang pernah tercipta
Meskipun ia pernah melihat wajah Zhou Yu secara langsung di pelatihan dasar, namun pada waktu itu Zhou Yu masih seorang bocah sehingga Jiang Feng masih terpana ketika melihat wajah Zhou Yu dalam versi dewasa ini
Zhou Yu batuk pelan sambil tersenyum canggung "Ahh, maafkan aku saudara Jiang, aku lupa memakai topengku "
Jiang Feng tersenyum malu, ia melambaikan tangan "Aku yang seharusnya minta maaf, sebaiknya cepat kenakan topengmu itu jika tidak ingin menimbulkan banyak masalah, dan segera pergi ke lantai bawah untuk makan malam "
Jiang Feng kemudian berbalik dan bergumam pelan "Apa-apaan wajah itu, jika aku saja sebagai laki-laki bereaksi seperti itu, bagaimana jika yang melihatnya itu perempuan?, saudara Zhou pasti mendapat banyak masalah di masa depan "
Zhou Yu menggaruk pipinya, ketika mendengar gumaman Jiang Feng
Meskipun Jiang Feng mengatakannya dengan pelan, namun karena Zhou Yu memiliki pendengaran yang tajam sehingga bisa mendengarnya dengan jelas
***
Zhou Yu tiba di lantai bawah, ia memandang sekeliling untuk mencari meja yang di gunakan rombongannya
Ia akhirnya melihat Wang Ren dan yang lainnya sedang duduk di meja paling pojok, cukup jauh dari rombongan keluarga bangsawan Feng berada
__ADS_1
Zhou Yu bergegas menghampiri mereka, ia tersenyum tipis untuk menyapa mereka
Wang Ren mempersilahkan Zhou Yu untuk menyantap hidangan yang telah di pesankan untuknya
Setelah makan malam, mereka kembali menuju kamar masing-masing
Zhou Yu duduk sambil memandang langit yang bertabur bintang lewat jendela di kamarnya
Ia mengerutkan kening ketika mendengar suara keributan di bawah, Zhou Yu menunduk, namun tidak berhasil melihat apa yang sedang terjadi karena jarak yang cukup jauh serta kurangnya penerangan di bawah
Karena kamar Zhou Yu berada di bagian paling pojok sehingga tepat di samping bawah merupakan sebuah jalan kecil yang cukup gelap
Zhou Yu melompat lewat jendela kamarnya, menggunakan ilmu meringankan tubuh yang tinggi dan memanfaatkan setiap pijakan yang ada sehingga membuatnya berhasil mendarat dengan mulus
Pendekar tersebut terdiri dari 2 pendekar kelas satu, 3 pendekar kelas dua, dan 5 pendekar kelas tiga
Meskipun demikian, kakek tua itu masih tidak terluka sama sekali, ia bahkan berhasil menekan kesepuluh pendekar tersebut
Zhou Yu bersembunyi di sudut gelap, sebelum ada orang yang menyadari keberadaannya
Pertarungan terus berlanjut, Zhou Yu mengerutkan kening ketika melihat setiap gerakan yang di gunakan kakek tua itu
Ia melihat bahwa kakek tua itu terkesan bermain-main dengan pertarungan yang sedang terjadi, sesekali kakek tua itu juga akan meneguk kendi anggur yang ia pegang di tangan kanannya
"Serang dari segala sisi, beri kakek tua ini pelajaran " Seru salah satu orang pendekar itu
__ADS_1
Terlihat jelas bahwa kesepuluh pendekar tersebut sudah terbakar amarah karena tidak bisa mengalahkan seorang kakek tua yang sedang mabuk itu
Kakek tua dan kesepuluh pendekar kembali bertukar jurus, namun seperti sebelumnya, mereka bahkan tidak berhasil menyentuh pakaian kakek tua tersebut meskipun beberapa kali mereka terlihat akan berhasil menebaskan pedang mereka kepada kakek tua itu
"Mari kita akhiri pertarungan membosankan ini " Setelah kakek tua itu menyelesaikan kalimatnya
Ia bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan kesepuluh pendekar dalam waktu singkat
"Apakah kau sudah selesai menonton anak muda ? " Kakek tua itu berkata sambil duduk di tempat ia berdiri sebelumnya dan tersenyum ke arah Zhou Yu
Zhou Yu menahan nafas, ia cukup percaya diri dengan kemampuannya menyembunyikan diri, namun kakek tua itu berhasil menemukannya dengan cepat
Zhou Yu keluar dari persembunyian sambil tersenyum canggung, ia memberi hormat kemudian berkata "Maafkan atas kelancangan yang junior lakukan, senior yang terhormat "
Kakek tua itu melambaikan tangan "Tidak usah menyanjungku, aku hanyalah seorang pemabuk tua biasa, bukan seorang terhormat seperti yang baru saja kau katakan "
Kakek tau itu menyipitkan matanya "Aku tidak tahu pasti berapa umurmu, namun aku menduga kau masih sangat muda. Dengan memiliki kemampuan pendekar bergelar di usia muda, kau pasti seorang murid dari sekte besar "
"Kemarilah, aku ingin mengetahui siapa dan dari mana dirimu berasal " Kakek tua itu kembali berkata sambil menepuk-nepuk tempat duduk di sampingnya
Zhou Yu berjalan mendekat dan duduk di samping kakek tua itu, namun ia juga tidak pernah menurunkan kewaspadaannya "Junior bernama Zhou Yu, junior berasal dari sekte pedang kembar dan dalam perjalanan menuju sekte tombak petir "
Kakek tua itu memasang wajah terkejut "Ahh, kau ternyata dari sekte menengah, sangat mengejutkan sekte itu kembali memiliki jenius luar biasa "
"Jika junior boleh tahu, siapa senior ini ?" Zhou Yu bertanya dengan pelan
__ADS_1