
"Mustahil, siluman tidak ada yang bisa memanah" prajurit lainnya membantah seruan rekannya tadi
"Tapi wajahnya..." prajurit yang sebelumnya berseru tidak bisa melanjutkan kalimatnya sebab sosok berjubah hitam yang tengah mereka bicarakan menatap ke arahnya dengan tatapan tajam
Hal itu membuat prajurit tersebut langsung memucat dan berkeringat dingin
Namun berbeda dengan ketakutan sebelumya yang terjadi akibat kekuatan pihak lain yang berada jauh di atasnya
Kali ini prajurit tersebut menunjukkan ketakutan yang sangat berbeda
"Dia...bukan manusia" prajurit tersebut berkata dengan terbata-bata setelah melihat sosok berjubah hitam itu memamerkan taring ke arahnya
Dengan taring yang tidak berbeda dengan taring milik para binatang buas dan wajah berwarna hitam legam yang ditumbuhi bulu yang sangat lebat layaknya seekor kera
Tidak berlebihan jika prajurit tersebut mengatakan bahwa sosok berjubah hitam itu bukanlah manusia
Namun berbeda dengan reaksi para prajurit, Fei Xiao Yuan justru tersenyum ramah setelah melihat wajah di balik jubah hitam yang menutupinya itu sembari berkata
"Ini benar-benar dirimu, nak"
Sosok berjubah hitam tersebut mengalihkan perhatiannya dan membalas "Lama tidak bertemu, pak tua"
“Benar” Fei Xiao Yuan mengangguk sambil menatap sosok berjubah hitam tersebut dengan tatapan nostalgia
“Sepertinya organisasi di belakangmu tidak terlalu buruk, setidaknya mereka berhasil membantumu tumbuh cepat hanya dalam waktu singkat. lihat, kau bahkan bisa mengimbangi ku sekarang" Fei Xiao Yuan kembali berkata setelah menarik nafas panjang
Disisi lain, sosok berjubah hitam juga menatapnya dengan cermat sebelum bertanya dengan nada rendah “Kenapa kau tidak pernah berubah ?”
“Perubahan seperti apa yang kau harapkan ?” Fei Xiao Yuan bertanya dengan lembut
Sosok berjubah hitam itu menarik nafas dan menjawab “Matamu. Kau seharusnya tidak menatapku dengan mata itu, kau seharusnya menatapku menggunakan mata yang sama seperti mereka dan semua orang yang pernah melihat wajahku”
“Kau tahu aku tidak bisa" Fei Xiao Yuan membalas sambil menggelengkan kepalanya
Sosok berjubah hitam mendengus dan bertanya dengan tajam "Kenapa tidak bisa ? kau adalah Yuan yang agung, tidak ada yang tidak bisa kau lakukan, bukankah kau juga bisa mengingkari janjimu dan pergi meninggalkanku begitu saja ? bagaimana bisa kau kesulitan hanya untuk mengubah pandanganmu?"
"Kau pasti telah menghadapi banyak hal sulit, nak" Fei Xiao Yuan berkata sambil menghela nafas
__ADS_1
Mendengar ucapan tersebut, sosok berjubah hitam tertawa miris dan membalas "Tidak ada yang lebih sulit dari pada saat mengetahui bahwa pemilik satu-satunya tatapan yang membuatku merasa menjadi manusia pergi begitu saja"
***
"Apa yang terjadi di sana, jenderal ?" Kaisar Fei Ying bertanya ke arah pria paruh baya bertubuh besar di sampingnya
Pria paruh baya yang di panggil jenderal itu mengerutkan keningnya dan menjawab dengan hormat "Sepertinya, Yuan yang agung mengenal orang itu, Yang Mulia"
"Benarkah?" Kaisar Fei Ying menaikkan alisnya dan kembali mengalihkan perhatiannya ke arah lokasi pertempuran
Disisi lain, pria paruh baya tadi mengangguk dan menjawab "Yuan yang agung berbicara kepada orang itu tanpa momentumnya yang biasa, beliau seperti seorang kakek yang bertemu cucunya setelah berpisah selama bertahun-tahun, itu yang hamba lihat Yang Mulia"
"Kakek dan cucu ?" Kaisar Fei Ying bergumam dengan ekspresi tertarik
Tidak hanya Kaisar Fei Ying, para prajurit dan seluruh mata yang mengintip pertempuran tersebut juga terlihat tertarik melihat situasi yang sedang terjadi
Sebagai orang yang dikenal memiliki karakter yang sangat keras dan juga tangguh
Penampilan dan gaya bicara Fei Xiao Yuan saat ini sangat mengejutkan semua mata tersebut sebab bahkan saat menghadapi generasi muda dari keluarga Fei yang jelas-jelas memiliki hubungan darah dengannya
Fei Xiao Yuan tidak pernah mengubah cara bicaranya sehingga membuat semua generasi muda di keluarga Fei sangat segan dan tidak berani menyapanya dengan santai
Namun meskipun demikian, pria tua tersebut tidak terlihat terganggu
Fei Xiao Yuan kemudian menghela nafas dan mengibaskan tangannya sehingga membuat busur yang diciptakannya menggunakan perubahan jenis logam menghilang menuju ketiadaan
Melihat hal tersebut, sosok berwajah aneh alias sosok berjubah hitam tadi mengerutkan keningnya
Disisi lain, Fei Xiao Yuan kemudian menatap sosok berwajah aneh tersebut dan berkata dengan tenang "Pulanglah"
"Apa maksudnya ini ?" sosok berwajah aneh semakin mengerutkan keningnya dan bertanya dengan nada marah "Apa kau meremehkanku ?"
Fei Xiao Yuan menggelengkan kepalanya dan menjawab "Aku tidak tahu apa yang membuat sangat percaya diri, tapi jika kau tidak segera pergi dari sini sekarang juga, kau tidak akan bisa mempertahankan nyawamu lagi seperti sebelumnya"
"Benarkah?" sosok berwajah aneh tersenyum sinis dan membalas "Kalau begitu ayo lakukan, aku ingin melihat apakah ucapanmu benar-benar nyata atau sama seperti janjimu pada waktu itu "
Namun tetap ketika kalimat tersebut berakhir, sebuah raungan petir tiba-tiba muncul dari atas langit sehingga membuat semua orang terkejut dan menatap ke atas secara naluriah
__ADS_1
"Apa kau menantangku, nak ?" Fei Xiao Yuan bertanya dengan momentum yang sangat besar
Disisi lain, sosok berwajah aneh kembali mengalihkan perhatiannya dan berniat menjawab
Namun ketika tatapan jatuh ke arah mata pria tua tersebut, kalimat yang telah ia susun langsung tersangkut di tenggorokannya
"Pulanglah. setidaknya untuk saat ini, setidaknya sebelum aku benar-benar menggunakan gelarku dan memberantas semua ancaman yang membahayakan kekaisaran termasuk dirimu" Fei Xiao Yuan kembali berkata dengan nada yang lebih rendah
Namun sosok berwajah aneh itu tidak bergeming dan hanya menatap Fei Xiao Yuan dengan tatapan yang sulit di artikan
Tapi berbeda dengan sosok berwajah aneh itu, rekannya yang sebelumnya sudah menyiapkan rencana pelarian tidak tinggal diam
Sosok berjubah hitam tersebut kemudian menatap ke atas langit yang mulai terlihat mendung dengan ekspresi khawatir sebelum kemudian memegang bahu sosok berwajah aneh dan berkata
"Kita harus segera pergi"
Mendengar ucapan tersebut, sosok berwajah aneh terbangun dan melirik rekannya itu "Tunggu, ada yang harus aku katakan terlebih dahulu"
Sosok berwajah aneh kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Fei Xiao Yuan
Meskipun momentum pria tua tersebut semakin membesar seiring dengan langit yang semakin terlihat gelap
Namun sosok berwajah aneh tersebut tidak terganggu dan berkata dengan tenang
"Sejujurnya aku masih sangat kecewa, meskipun kau melepaskan ku kali ini karena perasaanmu, tapi kau masih tidak bisa melepaskan ikatan yang membelenggu mu selama bertahun-tahun"
"Tapi aku tahu, bahkan jika aku memaksamu kembali bertarung dan membunuhku, kau tidak akan merubah keputusanmu itu"
"Pak tua, aku jauh-jauh datang ke sini bukan hanya atas kekecewaanku, meskipun kau membuatku sangat marah, tapi bagaimanapun juga kau adalah satu-satunya orang yang memandangku tanpa alis berkerut saat kita pertama kali bertemu"
"Aku datang ke sini hanya untuk memperingatkan mu bahwa Pemerintah Surga jauh lebih besar dari pada yang bisa kau bayangkan"
"Ada terlalu banyak orang sakti di sana, bahkan aku tidak termasuk ke dalam tiga ratus pendekar terkuat di tempat itu. karena itu berhati-hati lah dan jangan tertipu dengan apa yang kau lihat"
"Kemunculan para pendekar termasuk aku hanyalah umpan dan tipuan semata untuk membingungkan seluruh kekuatan di dunia persilatan dan melemahkan kewaspadaan mereka"
"Pak tua, aku pergi"
__ADS_1
...