Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Tiga Ratus Jurus yang Menentukan II


__ADS_3

Dewa pembantaian mengangkat tangannya dan melesat ke arah dewa mabuk, ia kemudian memukul dengan tangan yang telah di aliri tenaga dalam


Dewa mabuk tidak tinggal diam, ia mengalirkan tenaga dalam ke arah telapak tangannya


Kepalan dan telak tangan bertemu sehingga menghasilkan gelombang kejut yang cukup besar


Gelombang kejut tersebut memaksa para pendekar di sekitarnya untuk mengambil jarak lebih jauh dari pertarungan keduanya


Dewa pembantaian terdorong mundur tiga langkah sebelum berhenti, sedangkan dewa mabuk masih berada di posisi aslinya, ia seperti pohon kuno yang telah berakar kuat di bumi


Dewa mabuk menatap dewa pembantaian dan berkata dengan tenang "Apa kau yakin ingin melanjutkan ?"


Dewa pembantaian tertawa kecil "Tenaga dalam senior memang luar biasa, namun ini hanyalah pertukaran pertama, masih terlalu dini untuk menentukan pemenangnya "


Setelah mengatakan demikian, dewa pembantaian kembali melesat ke arah dewa mabuk


Kali ini, ia mengeluarkan sebuah senjata yang sebelumnya dililitkan pada tubuhnya


Senjata tersebut memiliki rantai sepanjang enam meter dengan dua cakram yang berada di setiap ujungnya


Ia segera melemparkan cakram tersebut


Dewa mabuk memutar tubuhnya ketika cakram tersebut melaju kencang ke arahnya


Sebelum dewa mabuk bisa menstabilkan diri, salah satu cakram lainnya kembali melesat ke arahnya


Sehingga memaksa dewa mabuk menginjak tanah dua kali agar tubuhnya terlempar ke udara

__ADS_1


Dewa mabuk yang sedang di udara, berbalik dan menukik ke arah dewa pembantaian, ia menyerang dengan telapak tangannya


Dewa pembantaian merentangkan rantainya untuk menghentikan serangan tersebut


Serangan telapak tangan dewa mabuk terhenti ketika bertemu rantai miliki dewa pembantaian


Ia tidak bisa mendorong lebih jauh, karena dewa mabuk sedang berada di udara sehingga membuatnya tidak bisa memberikan dorongan lebih


Dewa mabuk kemudian memukul dengan tangan lainnya sehingga membuat dewa pembantaian kembali terpukul satu langkah


Dewa pembantaian yang terpukul mundur, segera memberikan serangan balasan dengan mengayunkan cakramnya


Namun dewa mabuk beraksi dengan cepat, ia melompat mundur sejauh sepuluh meter sehingga berada di luar jangkauan serangan cakram tersebut


Dewa mabuk menatap dewa pembantaian dan berkata pelan "Sungguh mengejutkan bahwa kau berhasil memperbaiki kekurangan pada jurus-jurusmu itu "


"Baiklah, sepertinya kau benar-benar siap, dengan begitu aku tidak akan sungkan " Setelah mengatakan kalimat tersebut, dewa mabuk kembali meneguk anggurnya


Namun berbeda dari sebelumnya, setelah meminum anggur tersebut, dewa mabuk tiba-tiba mengambil posisi yang aneh


Ia berjalan dengan sempoyongan ke kanan dan ke kiri, seperti seorang pemabuk yang kesulitan menopang tubuhnya sendiri


Namun dewa pembantaian berubah serius dan segera meluruskan punggungnya ketika melihat posisi dewa mabuk


Karena ia sangat mengerti, bahwa sebelumnya dewa mabuk hanya menilai situasi


Namun ketika dewa mabuk mengambil posisi tersebut, artinya ia sudah siap untuk bertarung dengan serius

__ADS_1


Dewa mabuk berjalan dengan sempoyongan ke arah dewa pembantaian dengan kecepatan yang menakjubkan


Dewa pembantaian melompat mundur, dengan rantai sepanjang enam meter, pertarungan jarak dekat tidaklah menguntungkan baginya


Selain itu, ia tidak memiliki kepercayaan diri melawan dewa mabuk yang telah memasuki mode serius dalam pertarungan jarak dekat


Namun ketika dewa pembantaian berusaha mengambil jarak, dewa mabuk tidak membiarkan itu terjadi


Ia melesat lebih cepat, dalam satu nafas, ia telah tiba di depan dewa pembantaian


Dewa mabuk mengulurkan tangannya, namun ketika tangannya hendak mencapai dewa pembantaian


Dewa pembantaian kembali merentangkan rantainya, sehingga telapak tangan tersebut menabrak rantai dewa pembantaian


Segera keduanya saling bertukar serangan, dalam puluhan nafas saja, keduanya telah bertukar puluhan jurus


Meskipun dewa mabuk bergerak dengan sempoyongan, ia tidak meninggalkan celah sedikitpun, sehingga membuat dewa pembantaian kesulitan menyerang


Beberapa kali cakram dewa pembantaian hampir mengenai tubuh dewa mabuk, namun dewa mabuk seperti memiliki mata di seluruh tubuhnya


Ia selalu bisa menghindari serangan tersebut tepat waktu


Selain itu, serangan dewa mabuk sendiri tidak bisa di anggap remeh, beberapa kali dewa pembantaian terpaksa mundur beberapa langkah ke belakang setelah menerima serangan dewa mabuk


Dewa pembantaian juga menemukan bahwa jurus dewa mabuk terasa sangat aneh


Setiap kali dewa mabuk memukulnya, ia merasakan tenaga dalam yang sangat besar memasuki tubuh dan memukul organ dalamnya tanpa melukai daging luarnya

__ADS_1


Dewa pembantaian telah bertarung dengan dewa mabuk sebelumnya, namun ia belum pernah melihat dewa mabuk menggunakan jurus tersebut


__ADS_2