
Dewa pembantaian mengangkat tangannya dan melesat ke arah dewa mabuk, ia kemudian memukul dengan tangan yang telah di aliri tenaga dalam
Dewa mabuk tidak tinggal diam, ia mengalirkan tenaga dalam ke arah telapak tangannya
Kepalan dan telak tangan bertemu sehingga menghasilkan gelombang kejut yang cukup besar
Gelombang kejut tersebut memaksa para pendekar di sekitarnya untuk mengambil jarak lebih jauh dari pertarungan keduanya
Dewa pembantaian terdorong mundur tiga langkah sebelum berhenti, sedangkan dewa mabuk masih berada di posisi aslinya, ia seperti pohon kuno yang telah berakar kuat di bumi
Dewa mabuk menatap dewa pembantaian dan berkata dengan tenang "Apa kau yakin ingin melanjutkan ?"
Dewa pembantaian tertawa kecil "Tenaga dalam senior memang luar biasa, namun ini hanyalah pertukaran pertama, masih terlalu dini untuk menentukan pemenangnya "
Setelah mengatakan demikian, dewa pembantaian kembali melesat ke arah dewa mabuk
Kali ini, ia mengeluarkan sebuah senjata yang sebelumnya dililitkan pada tubuhnya
Senjata tersebut memiliki rantai sepanjang enam meter dengan dua cakram yang berada di setiap ujungnya
Ia segera melemparkan cakram tersebut
Dewa mabuk memutar tubuhnya ketika cakram tersebut melaju kencang ke arahnya
Sebelum dewa mabuk bisa menstabilkan diri, salah satu cakram lainnya kembali melesat ke arahnya
Sehingga memaksa dewa mabuk menginjak tanah dua kali agar tubuhnya terlempar ke udara
__ADS_1
Dewa mabuk yang sedang di udara, berbalik dan menukik ke arah dewa pembantaian, ia menyerang dengan telapak tangannya
Dewa pembantaian merentangkan rantainya untuk menghentikan serangan tersebut
Serangan telapak tangan dewa mabuk terhenti ketika bertemu rantai miliki dewa pembantaian
Ia tidak bisa mendorong lebih jauh, karena dewa mabuk sedang berada di udara sehingga membuatnya tidak bisa memberikan dorongan lebih
Dewa mabuk kemudian memukul dengan tangan lainnya sehingga membuat dewa pembantaian kembali terpukul satu langkah
Dewa pembantaian yang terpukul mundur, segera memberikan serangan balasan dengan mengayunkan cakramnya
Namun dewa mabuk beraksi dengan cepat, ia melompat mundur sejauh sepuluh meter sehingga berada di luar jangkauan serangan cakram tersebut
Dewa mabuk menatap dewa pembantaian dan berkata pelan "Sungguh mengejutkan bahwa kau berhasil memperbaiki kekurangan pada jurus-jurusmu itu "
"Baiklah, sepertinya kau benar-benar siap, dengan begitu aku tidak akan sungkan " Setelah mengatakan kalimat tersebut, dewa mabuk kembali meneguk anggurnya
Namun berbeda dari sebelumnya, setelah meminum anggur tersebut, dewa mabuk tiba-tiba mengambil posisi yang aneh
Ia berjalan dengan sempoyongan ke kanan dan ke kiri, seperti seorang pemabuk yang kesulitan menopang tubuhnya sendiri
Namun dewa pembantaian berubah serius dan segera meluruskan punggungnya ketika melihat posisi dewa mabuk
Karena ia sangat mengerti, bahwa sebelumnya dewa mabuk hanya menilai situasi
Namun ketika dewa mabuk mengambil posisi tersebut, artinya ia sudah siap untuk bertarung dengan serius
__ADS_1
Dewa mabuk berjalan dengan sempoyongan ke arah dewa pembantaian dengan kecepatan yang menakjubkan
Dewa pembantaian melompat mundur, dengan rantai sepanjang enam meter, pertarungan jarak dekat tidaklah menguntungkan baginya
Selain itu, ia tidak memiliki kepercayaan diri melawan dewa mabuk yang telah memasuki mode serius dalam pertarungan jarak dekat
Namun ketika dewa pembantaian berusaha mengambil jarak, dewa mabuk tidak membiarkan itu terjadi
Ia melesat lebih cepat, dalam satu nafas, ia telah tiba di depan dewa pembantaian
Dewa mabuk mengulurkan tangannya, namun ketika tangannya hendak mencapai dewa pembantaian
Dewa pembantaian kembali merentangkan rantainya, sehingga telapak tangan tersebut menabrak rantai dewa pembantaian
Segera keduanya saling bertukar serangan, dalam puluhan nafas saja, keduanya telah bertukar puluhan jurus
Meskipun dewa mabuk bergerak dengan sempoyongan, ia tidak meninggalkan celah sedikitpun, sehingga membuat dewa pembantaian kesulitan menyerang
Beberapa kali cakram dewa pembantaian hampir mengenai tubuh dewa mabuk, namun dewa mabuk seperti memiliki mata di seluruh tubuhnya
Ia selalu bisa menghindari serangan tersebut tepat waktu
Selain itu, serangan dewa mabuk sendiri tidak bisa di anggap remeh, beberapa kali dewa pembantaian terpaksa mundur beberapa langkah ke belakang setelah menerima serangan dewa mabuk
Dewa pembantaian juga menemukan bahwa jurus dewa mabuk terasa sangat aneh
Setiap kali dewa mabuk memukulnya, ia merasakan tenaga dalam yang sangat besar memasuki tubuh dan memukul organ dalamnya tanpa melukai daging luarnya
__ADS_1
Dewa pembantaian telah bertarung dengan dewa mabuk sebelumnya, namun ia belum pernah melihat dewa mabuk menggunakan jurus tersebut