Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Puncak Pendekar Suci II


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan saudara Dugu ?" Seorang wanita tua berpakaian biru dan berpola petir yang berdiri tepat di samping Dugu Batian bertanya dengan alis berkerut


Liu Yun. Wakil Ketua Sekte Tombak Petir


Sebagai seseorang yang memiliki jabatan tinggi dan pernah melihat banyak hal besar sepanjang hidupnya, pikiran wanita tua tersebut tidak mudah berfluktuasi


Apalagi dengan ditambah statusnya sebagai perempuan satu-satunya yang berhasil menjabat sebagai wakil ketua di antara Keempat Sekte Utama Aliran Putih selama seratus tahun terakhir


Ia mempunyai kesombongan dan kepercayaan diri yang sangat sulit diguncangkan di waktu normal


Namun hari ini, melihat dua belas sosok yang mengambang di udara, wanita tua tersebut kesulitan mempertahankan ketenangannya


Tidak hanya wanita tua tersebut, para pemimpin sekte yang lain termasuk dari Aliran Hitam juga tidak bisa tenang dan menatap ke arah Dugu Batian dengan ekspresi cemas


Disisi lain, Dugu Batian tidak menjawab sebab salah satu dari kedua belas sosok yang mengambang di udara tiba-tiba memisahkan diri dan bergerak ke arah mereka


***


Udara membeku, waktu seolah berhenti


Melihat seorang pria tua berpakaian emas dan perawakan kekar tengah mengambang tidak jauh dari mereka, nafas para pendekar aliansi menjadi cepat


Kecuali para pemimpin Sekte Utama yang masih berhasil menyembunyikan emosi mereka dengan baik, bahkan para pemimpin sekte yang lain tidak bisa tidak menatap pria tua tersebut dengan ngeri


Selain karena kemampuan terbang yang menunjukkan bahwa pria tua tersebut merupakan pendekar yang berhasil mencapai Puncak Pendekar Suci


Momentum pria tua tersebut sangat menakutkan sehingga membuat para pendekar merasa tengah menghadapi gunung yang sangat besar

__ADS_1


Disisi lain, melihat ekspresi para pendekar dihadapannya, pria tua yang tengah mengambang di udara tersenyum mengejek sebelum mendengus dengan pelan


Bersamaan dengan dengusan pria tua tersebut, sebuah tekanan yang sangat besar tiba-tiba muncul dan menimpa para pendekar di barisan depan sehingga membuat para pendekar tersebut terkejut dan kehilangan keseimbangan


"Sombong"


Sebuah momentum yang sangat luas bercampur dengan aura pembunuh tiba-tiba meletus dan menabrak momentum pria tua tersebut sehingga tekanan yang menimpa para pendekar menghilang seketika


Menyadari hal tersebut, para pendekar langsung menghela nafas lega sementara pria tua yang tengah mengambang di udara menaikkan alisnya ke arah pemilik momentum tersebut


"Siapa Yang Mulia ?"


Pemilik momentum tadi yang tidak lain adalah Dugu Batian mendengus dan berkata "Aku tidak suka berbicara dengan orang yang menatapku dari atas"


Setelah mengatakan itu, ia kemudian menepuk tanah dengan kakinya sebelum melompat ke udara


Namun sebelum ia bisa mengeluarkan kalimat sarkasme yang muncul dalam benaknya


Dugu Batian tidak kembali jatuh seperti yang diharapkan pria tua tersebut dan malah mengambang dengan stabil di udara seperti yang dilakukannya


Melihat pemandangan tersebut, pria tua tersebut tertegun dan terlambat bereaksi


Tidak hanya pria tua tersebut, seluruh Pasukan Aliansi juga terpana dengan perubahan mendadak tersebut sehingga membuat lingkungan menjadi sunyi


"Ini... apakah senior Dugu juga seorang Puncak Pendekar Suci !?" Salah seorang pemimpin sekte bertanya dengan bodoh


Namun pertanyaan tersebut akhirnya berhasil membangunkan para pendekar dari Pasukan Aliansi sehingga lingkungan yang sempat sunyi seketika meledak oleh sorak-sorai yang mengejutkan

__ADS_1


***


Melihat kegembiraan dan peningkatan moral para pendekar di depannya, wajah pria tua yang tengah mengambang di udara menjadi gelap


Ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Dugu Batian dan bertanya dengan dingin "Para dewa sudah di makamkan bersama-sama, tidak mungkin ada yang lolos dari jaring, jadi siapa sebenarnya Yang Mulia ?"


"Aku ?" Dugu Batian menunjukkan dirinya sendiri dan menjawab "Aku hanya orang tua yang menunggu mati, tapi puluhan tahun yang lalu orang-orang memanggilku Pendekar Pembasmi Setan"


"Pendekar Pembasmi Setan ? sepertinya aku pernah mendengar nama itu" Pria tua tersebut terlihat merenung


Disisi lain, Dugu Batian berkata dengan acuh tak acuh "Jika aku tidak salah, kau adalah Naga Jahat. Pemimpin Aula Naga sekaligus orang nomor satu di Divisi Zodiak, apakah aku benar ?"


"Kau mengenalku ?" Naga Jahat bertanya dengan heran


Dugu Batian menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan datar "Aku tahu kesebelas pemimpin yang lain"


"Tidak heran" Naga Jahat menganggukkan kepalanya dengan ekspresi tenang sebelum kembali berkata dengan sungguh-sungguh


"Aku awalnya ingin menyelesaikan perang ini dengan cepat, tapi dengan keberadaan mu dan apa yang baru saja kau lakukan, sepertinya itu mustahil"


"Lupakan, meskipun kau mengganggu rencanaku, tapi dengan keberadaanmu perang ini mungkin menjadi lebih menarik"


Setelah mengatakan itu, Naga Jahat berbalik dan melesat kembali ke arah pasukannya


Disisi lain, Dugu Batian menatap punggung pria tua tersebut dengan dalam sebelum kemudian menghela nafas tak berdaya "Bahkan tanpa adanya aturan, sepertinya aku tidak mungkin menjatuhkan orang ini dengan mudah..."


...

__ADS_1


__ADS_2