
Setelah mencari beberapa saat, Zhou Yu dan Dai Li kemudian memasuki sebuah restoran yang cukup besar
"Kau bilang uangmu hampir habis, tapi kenapa kau justru memilih tempat ini ?" Dai Li berkata setelah keduanya menemukan tempat duduk
Meskipun ia tidak tahu perbedaan antara setiap restoran yang ada
Namun menurut logika normal, semakin bagus suatu barang, maka semakin berharga nilai barang tersebut
Karena itu, ia mengajukan pertanyaan tersebut kepada Zhou Yu ketika keduanya memasuki restoran yang cukup besar dan bagus
Sementara sebelumnya mereka telah melewati cukup banyak tempat makan yang jauh lebih kecil dan sederhana
Zhou Yu tersenyum dan menjelaskan bahwa prioritas utama mereka memasuki restoran bukanlah untuk mengisi perut, melainkan untuk mencari informasi yang berharga tentang kota yang mereka singgahi saat ini
Meskipun Zhou Yu masih muda, namun ia sangat memahami bahwa memasuki sebuah sarang tanpa mengetahui seluk-beluk sarang tersebut adalah tindakan yang konyol
Dan untuk mendapatkan informasi yang berharga tersebut, mereka harus memasuki tempa dimana orang-orang kalangan atas biasa berkumpul
Karena itu, ia mengajak Dai Li memasuki restoran yang cukup besar tersebut, terlepas dari betapa tipisnya kantung uang Zhou Yu saat ini
Setelah mendengar penjelasan Zhou Yu, Dai Li mengangguk mengerti, namun juga seolah kebingungan, karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membantu Zhou Yu dalam mencari informasi tersebut
Zhou Yu sendiri tidak menjelaskan lebih banyak, ia kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan
Setelah pelayan tersebut mencatat pesanan mereka, ia kemudian pamit undur diri
__ADS_1
Akan tetapi sebelum ia pergi lebih jauh, Zhou Yu menghentikan langkah pelayan tersebut dan bertanya tentang nama dan kondisi kota ini
Pelayan tersebut melirik ke arah Zhou Yu dengan tatapan tertarik
Meskipun mata pemuda bertopeng tersebut selalu tertutup rapat, namun ada pesona yang tidak bisa dijelaskan dari matanya itu yang membuat orang lain tidak bisa tidak tertarik dengan mata pemuda bertopeng tersebut
Apalagi ditambah dengan penampilan dan tempramen Zhou Yu yang membuat orang merasa nyaman dan ingin berlama-lama tinggal bersamanya, sangat sulit bagi sang pelayan untuk mengalihkan pandangannya dari pemuda bertopeng tersebut
Disisi lain, berbeda dengan tempramen Zhou Yu yang terlihat tenang dan membuat orang merasa nyaman
Penampilan Dai Li membuat orang merasa sedikit segan, apalagi tempramen liar yang dilepaskan tubuhnya membuat orang lain semakin ingin menjaga jarak
***
Zhou Yu mengangguk untuk pertanyaan pelayan tersebut
"Tidak heran " Pelayan tersebut berkata sambil tersenyum dan menjelaskan bahwa kota yang mereka singgahi bernama Kota Henan
Kota dengan jumlah penduduk sekitar 50.000 jiwa
Kota Henan dipimpin oleh seorang walikota berusia sekitar 50 tahun, bernama He Riju
Menurut pernyataan pelayan, He Riju adalah walikota yang sangat kuat karena berhasil menekan 2 keluarga bangsawan yang tinggal di kota ini sendirian
Zhou Yu menaikan alisnya setelah mendengar pernyataan pihak lain, dari nada yang dikeluarkan pelayan tersebut
__ADS_1
Zhou Yu bisa mendengar nada kekaguman dan rasa hormat, bahkan sedikit penyembahan terhadap walikota ini yang membuat Zhou Yu semakin tertarik
Setelah menjelaskan hal itu, pelayan tersebut kembali berbicara panjang lebar, namun tidak ada sedikitpun informasi yang berguna dari kalimat selanjutnya
Setelah berterima kasih dan memberikan beberapa keping perunggu kepada pelayan tersebut
Pelayan tersebut akhirnya pergi dengan senyum sumringah di wajahnya
***
Zhou Yu melirik kepergian pelayan tersebut, meskipun matanya tetap tertutup, namun Dai Li yang berada di sampingnya merasa bahwa Zhou Yu dapat melihat setiap gerakan pelayan tersebut dengan sangat jelas
"Apakah ada masalah dengan orang tadi, saudara Zhou ?" Dai Li bertanya dengan ragu setelah gagal menekan rasa penasaran di hatinya
Zhou Yu tersenyum samar dan berkata dengan pelan "Pelayan itu tidak sederhana "
Mendengar jawaban Zhou Yu, Dai Li segera mengalihkan perhatiannya ke arah pelayan tadi, namun sayangnya, selain parasnya yang cukup cantik, ia tidak menemukan hal yang istimewa pelayan tersebut
Seolah merasakan perasaan Dai Li, Zhou Yu tersenyum sambil menggelengkan kepala, namun tidak menjelaskan lebih jauh
Sebenarnya ia sendiri awalnya tidak terlalu yakin, sebab begitu ia merasakan ada yang salah dengan pelayan tersebut, perasaan itu dengan cepat berlalu yang membuatnya berpikir bahwa semua itu hanya ilusi
Akan tetapi setelah mempertajam Indra pendengaran dan indra perasanya dengan tenaga dalam, ia akhirnya tahu bahwa pelayan tadi memang bukanlah orang biasa
Dari cara ia berjalan dan aura yang bocor tanpa sengaja dari tubuhnya, Zhou Yu menduga bahwa pelayan tadi adalah seorang pendekar atau lebih tepatnya seorang pembunuh
__ADS_1