Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pemilihan Murid VI


__ADS_3

Keesokan harinya adalah hari terakhir pemilihan murid untuk mewakili Sekte Pedang Kembar di Turnamen Pilar Putih


Seluruh anggota sekte telah kembali memenuhi halaman tempat di adakannya pertandingan tersebut, di podium peserta hanya tersisa lima orang yang akan menjadi kandidat peserta Turnamen Pilar Putih dari Sekte Pedang Kembar


Setelah semua peserta dan seluruh anggota sekte berkumpul, pertandingan lima besar segera di mulai, peserta pertama yang akan bertanding ternyata Zhou Yu melawan Zhang Fe


"Saudara Zhou, Zhang ini meminta bimbingannya.." Zhang Fe tersenyum namun dengan nada arogan


Meskipun terlihat rendah hati dan bersikap hormat, namun di dalam hati Zhang Fe penuh dengan penghinaan dan kebencian terhadap Zhou Yu


Karena sedari kecil Zhang Fe selalu menganggap bahwa ia adalah orang paling jenius dalam sekte, dengan dukungan ayahnya sebagai salah satu tetua utama dan berbagai sumber daya berharga, Zhang Fe kecil berkembang begitu pesat namun sayangnya ia terlahir pada generasi yang sama dengan Zhou Yu sehingga menyebabkan pencapaiannya meredup


Awalnya ia tidak terlalu memikirkan hal tersebut, namun seiring berjalannya waktu Zhang Fe semakin tertekan oleh Zhou Yu karena sejak di akademi dasar Zhou Yu selalu mendapatkan perhatian lebih dari kalangan gadis yang berada pada generasi yang sama ataupun para pengajarnya sehingga membuat Zhang Fe cemburu


Zhou Yu juga lulus dari akademi dasar satu tahun lebih awal dari yang lain karena kecerdasannya, hal itu menyebabkan kecemburuan di hati Zhang Fe semakin bertambah. Zhang Fe merasa bahwa Zhou Yu selalu mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya, hal itulah yang menyebabkan Zhang Fe membenci Zhou Yu meskipun tidak menunjukannya di permukaan


Wasit mengumumkan bahwa pertandingan di mulai, Zhang Fe sudah memegang pedangnya namun berbeda dengan Zhou Yu yang masih berdiri dengan tenang

__ADS_1


"Saudara Zhou sebaiknya kau menarik pedangmu selagi kau memiliki kesempatan itu.." Zhang Fe mendengus kesal, Ia merasa di rendahkan karena Zhou Yu masih belum menarik pedangnya


Zhou Yu tersenyum tipis namun tetap tidak bergeming, meskipun jarang meninggalkan kediamannya, Zhou Yu beberapa kali mendengar berita dari orang yang mengantarkan bahan pokok setiap bulan bahwa ada seorang murid yang mengaku dirinya jenius di antara jenius dan selalu menindas murid lainnya


Beberapa kali murid tersebut juga sesumbar bahwa Zhou Yu seperti semut jika di hadapannya, murid tersebut tidak lain adalah Zhang Fe, sebenarnya Zhou Yu tidak terlalu memikirkan hal tersebut, namun setelah acara kemarin selesai, Zhang Fe kembali memprovokasi Zhou Yu meskipun tidak secara langsung


Hal itu membuat Zhou Yu ingin memberikan pelajaran berharga bagi Zhang Fe, sebenarnya bagi Zhou Yu menanggapi orang seperti Zhang Fe akan terlalu membuang-buang waktu


Maka dari itu Zhou Yu tetap diam dan tidak menempatkan Zhang Fe di matanya, namun karena ia kembali memprovokasi Zhou Yu, Zhou Yu tidak keberatan untuk memberikan sedikit pelajaran kepada Zhang Fe


Namun sedari awal Zhou Yu memang tidak berniat membalas serangan, Zhou Yu sengaja sedikit bermain dengan Zhang Fe terlebih dahulu, Zhang Fe mendengus kesal karena merasa di permainkan oleh Zhou Yu


Zhou Yu bukan hanya menghindar namun ia seakan memberikan Zhang Fe sebuah harapan palsu, Zhou Yu selalu diam menunggu serangan Zhang Fe namun pada saat ujung pedang beberapa inci lagi dari tubuhnya, Zhou Yu selalu berhasil mengelak


Bagaimana pun Zhang Fe hanyalah Pendekar Kelas Dua sehingga keterampilan geraknya tidak bisa di bandingkan dengan Zhou Yu, di tambah dengan Ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi yang Zhou Yu pelajari


Karena itulah serangan Zhang Fe tidak akan membahayakan Zhou Yu meski tanpa menggunakan senjatanya sebagai alat untuk menahan setiap serangan,

__ADS_1


Namun hal itu justru semakin membuat Zhang Fe semakin geram, pada dasarnya Zhou Yu bukanlah orang yang suka mempermainkan orang lain, namun Zhou Yu hanya ingin memberi tahu bahwa kalimat di atas langit masih ada langit bukanlah kebohongan dan memprovokasi orang lain bukanlah hal yang bijak, apalagi orang tersebut memiliki kemampuan di atasnya


Zhang Fe menyerang dengan membabi buta karena setiap serangannya tidak berhasil mengenai Zhou Yu sama sekali, akibat hal itu membuat stamina Zhang Fe semakin menurun dan gerakannya semakin melambat


Zhou Yu tersenyum tipis sambil bergumam "Aku rasa sudah waktunya mengakhiri ini..."


Zhou Yu kemudian melesat kearah Zhang Fe, gerakan Zhou Yu terlalu cepat sehingga membuat para penonton kecuali para tetua hanya melihat bayangan kabur


Zhang Fe linglung sejenak sebelum pandangannya buram kemudian jatuh tidak sadarkan diri, saat Zhou Yu menyerang Ia memang tidak berniat melukai Zhang Fe, sehingga ia melesat kebelakang Zhang Fe dan memukul tengkuknya hingga tidak sadarkan diri, karena walau bagaimanapun Zhang Fe adalah masa depan Sekte Pedang Kembar sehingga ia tidak mungkin terlalu keras kepada Zhang Fe


Wasit mengumumkan pemenangnya ialah Zhou Yu, setelah itu segera tim medis di panggil untuk membawa Zhang Fe yang tidak sadarkan diri, Para penonton kemudian bersorak atas kemenangan Zhou Yu


Di kursi penatua, Zhang Ye berdiri dari kursi duduknya saat melihat Zhang Fe terjatuh tidak sadarkan diri, wajahnya di penuhi kekhawatiran. Zhang Ye memandang wasit dan wasit menganggukan kepala seakan berkata bahwa Zhang Fe baik - baik saja


Zhang Ye menghela nafas lega sebelum kembali duduk, ia sebenarnya dapat melihat bahwa Zhang Fe baik - baik saja, namun ia terlalu mengkhawatirkan putranya sehingga meminta konfirmasi dari wasit


Kejadian tersebut tidak lepas dari mata para tetua lainnya, namun tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun karena bagaimana pun mereka mengerti bahwa Zhang Fe adalah harapan Tetua Zhang Ye dan keluarga Zhang, sehingga tidak mengherankan kenapa tetua Zhang Ye beraksi demikian

__ADS_1


__ADS_2