
Di dalam sebuah hutan, di antara pepohonan yang cukup lebat
Terlihat lima sosok pendekar dengan punggung yang saling menempel, memegang senjata dengan wajah pucat dan nafas yang tidak beraturan
Penampilan kelimanya terlihat berdarah dengan luka cakaran dan gigitan di sekujur tubuh mereka
Udara disekitarnya pun terasa berat dengan geramanan rendah dari kawanan serigala yang mengelilingi kelimanya
Menyaksikan mata serakah dan haus darah kawanan serigala tersebut, punggung kelimanya berkeringat dingin
"Apakah kita akan berakhir di sini ?" Salah satu pendekar berkata dengan nada tidak mau
Tidak ada yang menjawab pertanyaan pendekar tersebut, namun meskipun demikian, kelimanya sudah memiliki jawaban di hati mereka masing-masing
Dalam menghadapi kawanan siluman serigala yang berjumlah tidak kurang dari sepuluh ekor dengan kekuatan lima orang pendekar ahli, siapapun bisa menebak hasil akhirnya
***
Seolah bisa merasakan bahwa mental kelima pendekar tersebut telah jatuh
Dan ditambah dengan luka di sekujur tubuh mereka, yang membuat kelimanya tidak bisa lagi melawan
Salah satu serigala melolong ke langit, kemudian melesat bersama dengan serigala lainnya ke arah kelima pendekar tersebut
__ADS_1
Mata kelima pendekar melebar ketakutan menyaksikan kawanan serigala yang berlari liar ke arah mereka
Mungkin karena di rangsang oleh ketakutan atau mungkin karena menyadari bahwa tidak ada lagi jalan keluar
Salah satu pendekar tiba-tiba maju sambil berteriak keras
"Bahkan jika aku mati, aku harus membawa salah satu dari kalian "
Seakan mendapat keberanian dari teriakan tersebut, keempat pendekar lainnya juga melakukan hal yang sama
Mereka menggenggam senjata mereka dengan erat dan melesat maju ke arah kawanan serigala terakhir
Namun tepat ketika kelima pendekar tersebut berniat memberikan perlawanan putus asa dan mati bersama kawanan serigala tersebut
Sebuah hembusan angin yang sangat kencang tiba-tiba muncul dan meniup kelima pendekar serta kawanan serigala tersebut, sehingga membuat kedua belah pihak menghentikan tindakan mereka secara naluriah
***
Akan tetapi, setelah kelimanya membuka mata mereka masing-masing
Mata kelimanya melebar dengan ekspresi terkejut, karena kawanan serigala yang bersiap menyerang mereka sebelumnya telah jatuh ke tanah dan berubah menjadi genangan darah
Tidak hanya itu, mereka juga melihat sesosok pria dengan jubah putih dan dua pedang yang saling menyilang di punggungnya sedang berdiri sambil membelakangi mereka dengan postur anggun
__ADS_1
Kelimanya terdiam sesaat, sebelum salah satu pendekar tersebut mengenali pola pada pakaian dan penampilan pihak lain
"Ketua Sekte " Pendekar tersebut berteriak dengan nada terkejut, kemudian segera memberi hormat
Di bangunkan oleh teriakan pendekar tersebut, pendekar lainnya juga segera menyapa dan memberi hormat kepada pihak lain
Meskipun keempat pendekar lainnya berasal dari sekte yang berbeda dengan pendekar yang berteriak tadi
Tidak menutupi mereka untuk mengenali pihak lain, karena selain sebagai ketua di salah satu sekte yang cukup terkenal
Nama pendekar itu sendiri sangat mentereng di dunia persilatan Kekaisaran Song dan di kenal sebagai Pendekar Pedang Kembar Ilusi
***
Ming An berbalik ke arah kelimanya sambil tersenyum hangat
Melihat salah satu dari kelima pendekar tersebut adalah anggota sektenya, mata Ketua Sekte tersebut menjadi lebih lembut
Ming An melirik luka di sekujur tubuh mereka, kemudian segera memberikan pil penyembuhan dan membantu menyembuhkan luka-luka mereka dengan tenaga dalamnya
Dengan bantuan pil dan tenaga dalam Ming An
Luka disekujur tubuh mereka segera kembali tertutup rapat dan tenaga serta mental kelimanya pun berangsur-angsur pulih
__ADS_1
Setelah memastikan bahwa seluruh luka disekujur tubuh mereka teratasi dan kelimanya mampu melanjutkan perjalanan menuju tempat perkemahan sementara
Ming An bergegas meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan yang mencengangkan