
Zhou Yu berbalik ke arah Zhou Huya dan berkata sambil tersenyum tipis "Biarkan aku mengurus sisanya terlebih dahulu, bibi tunggu saja di panti asuhan "
Zhou Huya menjawab dengan anggukan, secara alami ia mengerti arti pihak lain
Meskipun ia masih sangat khawatir untuk Zhou Yu, namun ia juga sadar bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk membantu pihak lain
Selain itu, ia sedikit mengetahui bahwa warisan sekte dunia persilatan lebih dalam dari pada keluarga bangsawan Wei, sehingga membuat, beberapa kekhawatirannya hilang
Menilai dari keyakinan yang di perlihatkan Zhou Yu, Zhou Huya hanya bisa berharap agar Zhou Yu tidak mengalami kecelakaan
Zhou Yu kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Yun Che "Aku juga pasti akan berterima kasih secara langsung kepada keluarga Yun "
Setelah mengatakan itu, Zhou Yu berbalik dan berjalan pergi
Melihat punggung muda yang berjalan menjauh, Yun Che ragu-ragu sejenak, kemudian menggelengkan kepala sambil menghela nafas
***
Zhou Yu berjalan menyusuri lorong dengan tenang
__ADS_1
Ia berniat mendatangi keluarga bangsawan Wei untuk menghentikan ambisi pihak lain, yang ingin menyentuh penginapan dan panti asuhan
Sebagai tempat yang akan dijadikan dasar sebuah faksi, Zhou Yu pasti tidak akan membiarkan ambisi keluarga Wei bertahan dan menyebabkan masalah di masa depan
Setelah menuruni tangga dan keluar dari penginapan, Zhou Yu berjalan menyusuri jalan, menuju kediaman keluarga Wei
Sebagai salah satu keluarga bangsawan yang sangat berpengaruh di kota Shen, kediaman keluarga Wei berada di area utama kota, sehingga tidak sulit bagi Zhou Yu untuk menemukannya
***
Di dalam sebuah ruangan yang cukup besar, terlihat seorang pria paruh baya sedang memegang sebuah dokumen di tangannya
Aura yang mendominasi samar-samar terpancar dari tubuhnya, membawa tekanan seorang penguasa
Pria paruh baya tersebut tidak lain adalah patriak keluarga Wei, Wei Xintai
Ketika Wei Xintai sedang membaca dokumen yang ada di tangannya, ia tiba-tiba mengerutkan kening, kemudian melirik jendela ruangannya
Ia kemudian berkata dengan suara berat "Siapa ?"
__ADS_1
Menanggapi perkataan Wei Xingtai, sebuah tawa hangat dan menyenangkan terdengar di telinga We Xingtai
"Hahaha, layak menjadi patriak keluarga Wei, dalam kesibukan kerja pun, anda bisa mempertahankan kewaspadaan dengan sangat baik "
Bersamaan dengan perkataan tersebut selesai
Wei Xingtai melihat seorang pemuda bertopeng dengan pedang di punggungnya keluar dari balik gorden besar dan berjalah kearahnya
Suasana hati Wei Xingtai berfluktasi, namun wajahnya masih tetap tenang seperti biasa, ia kemudian bertanya dengan pelan "Aku tidak tahu dari mana tuan muda ini berasal ?, datang ke ruangan orang lain tanpa ijin, bukankah itu sedikit tidak pantas ? "
Sebagai orang yang telah melihat badai tidak terhitung jumlahnya dalam hidupn ini, Wei Xingtai lebih berhati-hati dari pada putranya, Wei Qinfeng
Meskipun orang di depannya hanya seorang pemuda, namun ketika memikirkan bahwa pemuda di hadapannya ini berhasil memasuki ruangannya, tanpa memberi peringatan kepada para pendekar yang mengawasi keamanan keluarga Wei, cukup membuat Wei Xingtai lebih berhati-hati
Zhou Yu menggenggam tinjunya dengan sopan ke arah Wei Xingtai dan berkata sambil tersenyum "Junior benar-benar lancang, memasuki ruangan senior tanpa ijin, tolong senior memaafkan kekasaran junior "
Mendapatkan tanggapan pihak lain membuat Wei Xingtai mengerutkan kening, ia kemudian bertanya dengan suara berat "Datang ke ruanganku secara tiba-tiba, aku ingin tau, apa yang anda inginkan anak muda ?"
"Niat kedatangan junior sebenarnya sangat sederhana, junior hanya berharap keluarga Wei tidak menyentuh panti asuhan dan penginapan yang di milikinya, jika kita tidak, junior khawatir keluarga Wei tidak mampu menanggung konsekuensinya " Zhou Yu menjawab dengan tenang
__ADS_1