Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Wei Xingtai


__ADS_3

Zhou Yu berbalik ke arah Zhou Huya dan berkata sambil tersenyum tipis "Biarkan aku mengurus sisanya terlebih dahulu, bibi tunggu saja di panti asuhan "


Zhou Huya menjawab dengan anggukan, secara alami ia mengerti arti pihak lain


Meskipun ia masih sangat khawatir untuk Zhou Yu, namun ia juga sadar bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk membantu pihak lain


Selain itu, ia sedikit mengetahui bahwa warisan sekte dunia persilatan lebih dalam dari pada keluarga bangsawan Wei, sehingga membuat, beberapa kekhawatirannya hilang


Menilai dari keyakinan yang di perlihatkan Zhou Yu, Zhou Huya hanya bisa berharap agar Zhou Yu tidak mengalami kecelakaan


Zhou Yu kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Yun Che "Aku juga pasti akan berterima kasih secara langsung kepada keluarga Yun "


Setelah mengatakan itu, Zhou Yu berbalik dan berjalan pergi


Melihat punggung muda yang berjalan menjauh, Yun Che ragu-ragu sejenak, kemudian menggelengkan kepala sambil menghela nafas


***


Zhou Yu berjalan menyusuri lorong dengan tenang

__ADS_1


Ia berniat mendatangi keluarga bangsawan Wei untuk menghentikan ambisi pihak lain, yang ingin menyentuh penginapan dan panti asuhan


Sebagai tempat yang akan dijadikan dasar sebuah faksi, Zhou Yu pasti tidak akan membiarkan ambisi keluarga Wei bertahan dan menyebabkan masalah di masa depan


Setelah menuruni tangga dan keluar dari penginapan, Zhou Yu berjalan menyusuri jalan, menuju kediaman keluarga Wei


Sebagai salah satu keluarga bangsawan yang sangat berpengaruh di kota Shen, kediaman keluarga Wei berada di area utama kota, sehingga tidak sulit bagi Zhou Yu untuk menemukannya


***


Di dalam sebuah ruangan yang cukup besar, terlihat seorang pria paruh baya sedang memegang sebuah dokumen di tangannya


Aura yang mendominasi samar-samar terpancar dari tubuhnya, membawa tekanan seorang penguasa


Pria paruh baya tersebut tidak lain adalah patriak keluarga Wei, Wei Xintai


Ketika Wei Xintai sedang membaca dokumen yang ada di tangannya, ia tiba-tiba mengerutkan kening, kemudian melirik jendela ruangannya


Ia kemudian berkata dengan suara berat "Siapa ?"

__ADS_1


Menanggapi perkataan Wei Xingtai, sebuah tawa hangat dan menyenangkan terdengar di telinga We Xingtai


"Hahaha, layak menjadi patriak keluarga Wei, dalam kesibukan kerja pun, anda bisa mempertahankan kewaspadaan dengan sangat baik "


Bersamaan dengan perkataan tersebut selesai


Wei Xingtai melihat seorang pemuda bertopeng dengan pedang di punggungnya keluar dari balik gorden besar dan berjalah kearahnya


Suasana hati Wei Xingtai berfluktasi, namun wajahnya masih tetap tenang seperti biasa, ia kemudian bertanya dengan pelan "Aku tidak tahu dari mana tuan muda ini berasal ?, datang ke ruangan orang lain tanpa ijin, bukankah itu sedikit tidak pantas ? "


Sebagai orang yang telah melihat badai tidak terhitung jumlahnya dalam hidupn ini, Wei Xingtai lebih berhati-hati dari pada putranya, Wei Qinfeng


Meskipun orang di depannya hanya seorang pemuda, namun ketika memikirkan bahwa pemuda di hadapannya ini berhasil memasuki ruangannya, tanpa memberi peringatan kepada para pendekar yang mengawasi keamanan keluarga Wei, cukup membuat Wei Xingtai lebih berhati-hati


Zhou Yu menggenggam tinjunya dengan sopan ke arah Wei Xingtai dan berkata sambil tersenyum "Junior benar-benar lancang, memasuki ruangan senior tanpa ijin, tolong senior memaafkan kekasaran junior "


Mendapatkan tanggapan pihak lain membuat Wei Xingtai mengerutkan kening, ia kemudian bertanya dengan suara berat "Datang ke ruanganku secara tiba-tiba, aku ingin tau, apa yang anda inginkan anak muda ?"


"Niat kedatangan junior sebenarnya sangat sederhana, junior hanya berharap keluarga Wei tidak menyentuh panti asuhan dan penginapan yang di milikinya, jika kita tidak, junior khawatir keluarga Wei tidak mampu menanggung konsekuensinya " Zhou Yu menjawab dengan tenang

__ADS_1


__ADS_2