Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertempuran XXII


__ADS_3

“Nenek”


Gadis cantik yang sedari tadi memperhatikan situasi pertempuran dari jauh berteriak keras saat melihat Feng Miomio terlempar dan jatuh di hadapannya


Gadis cantik tersebut segera melesat dan membantu wanita tua tersebut


Disisi lain, Feng Miomio masih kesulitan menstabilkan dirinya dan terus mengalami batuk darah


Setelah beberapa saat, batuk Feng Miomio berhenti sehingga membuat gadis cantik tersebut segera bertanya


“Apakah nenek baik-baik saja ?”


“Ya. Aku baik-baik saja, jangan khawatir”


Feng Miomio menjawab dengan susah payah sambil menggenggam tangan gadis cantik tersebut untuk meyakinkan


Mendengar hal tersebut, gadis cantik itu menghela nafas lega dan kembali buka suara


“Syukurlah jika nenek baik-baik saja, aku sangat khawatir”


“Gadis bodoh, meskipun kekuatan anak muda itu sangat luar biasa, bagaimana mungkin aku bisa mati dengan begitu mudah ?”


Feng Miomio bangun dari pangkuan gadis cantik tersebut dan mengelus kepalanya


Wanita tua tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah medan pertempuran dimana “Zhou Yu” terlihat berdiri dengan bangga seorang diri sebelum kemudian berkata dengan suara dalam


“Tapi situasi kita saat ini benar-benar sangat buruk, aku tidak tahu berapa banyak waktu lagi yang dibutuhkan Ming An untuk melepaskan segel itu”


Mendengar ucapan tersebut, gadis cantik itu menghela nafas

__ADS_1


Namun tepat ketika ia berniat memberikan kata-kata penghiburan, ia melihat wajah Feng Miomio tiba-tiba berubah


Sebelum gadis cantik tersebut sempat bertanya, sebuah sosok berjubah putih tiba-tiba muncul di hadapannya dan melakukan tendangan ke arah Feng Miomio


Dalam situasi tersebut, Feng Miomio tidak punya kesempatan untuk melawan sehingga tendangan tersebut berhasil mendarat di tubuhnya dengan sangat telak dan membuat wanita tua tersebut terlempar sejauh belasan meter


“Nenek”


Gadis cantik tersebut tercengang dengan perubahan situasi yang terjadi


Namun ketika gadis cantik tersebut berniat berdiri dan membantu Feng Miomio, tubuhnya membeku dan tidak mau mendengarkan perintahnya


Aura berwarna hitam kemerahan yang terpancar dari sosok berjubah putih di depannya memberikan paksaan sehingga membuat tubuh gadis cantik tersebut tidak bisa bergerak


Meskipun ia sudah berusaha keras dan menggunakan tenaga dalam yang cukup besar untuk melawan penindasan tersebut, namun perbedaan kekuatan yang terlalu jauh membuat usahanya itu berakhir sia-sia


Menyadari situasi tersebut, gadis cantik tersebut menggertakkan giginya dan berteriak ke arah sosok berjubah putih tersebut


***


Feng Miomio menarik nafas dan berusaha menekan rasa sakit yang menyerang tubuhnya sambil berdiri dengan susah payah


Disisi lain, “Zhou Yu” menyeringai dan berjalan selangkah demi selangkah ke arah Feng Miomio tanpa memperdulikan teriakan di belakangnya


Ketika pemuda bertopeng tersebut tiba di depan Feng Miomio, ia menundukkan kepalanya untuk menatap mata wanita tua tersebut sembari berkata


“Aku benar-benar penasaran bagaimana bisa manusia biasa sepertimu memiliki jiwa yang begitu terang, apakah ada kesalahan atau kau mungkin variabel yang disiapkan takdir ?”


“Hal ini benar-benar membingungkan” Ketika mengatakan itu “Zhou Yu” mengklik lidahnya dengan nada tertarik

__ADS_1


Namun mendengar pernyataan tersebut, Feng Miomio tidak menjawab dan hanya balas menatap mata pemuda bertopeng tersebut


Melihat tatapan yang di arahkan kepadanya, “Zhou Yu” mendengus dan kembali menendang wanita tua tersebut sehingga membuatnya kembali terhempas sejauh belasan meter


Feng Miomio berguling-guling dan memuntahkan seteguk darah sementara “Zhou Yu” kembali berjalan selangkah-selangkah ke arah wanita tua tersebut sembari berkata


“Apa kau bisa memberiku jawaban untuk keraguanku ?”


“Zhou Yu" kemudian memiringkan kepalanya dan berkata


“Karena selain jiwamu berbeda dengan orang lain, kau satu-satunya orang yang membuatku merasa terancam meskipun kekuatanmu hanya berada di Puncak Pendekar Suci”


Mendengar pertanyaan pemuda bertopeng tersebut, Feng Miomio masih tidak menjawab, dadanya naik turun dengan cepat yang menunjukkan bahwa wanita tua tersebut tengah berusaha mengatur pernafasannya


“Apa kau tidak bisa menjawabku ?” “Zhou Yu” kembali bertanya sekali lagi setelah berada di depan wanita tua tersebut


Pemuda bertopeng tersebut kemudian menghela nafas dan kembali berkata


“Baiklah, karena kau tidak bisa menjawab pertanyaanku, tidak ada artinya lagi kau untuk tetap hidup”


Setelah mengatakan itu, “Zhou Yu” mengarahkan jarinya menuju kepala Feng Miomio


Wajah Feng Miomio memucat sementara “Zhou Yu” terlihat menunjukkan senyum dingin


Cahaya berwarna putih mulai muncul di ujung jari pemuda bertopeng tersebut


Di tengah situasi tegang dan berbahaya tersebut


Cahaya berwarna putih itu meletus keluar dari ujung jari pemuda bertopeng tersebut dan berubah menjadi niat pedang yang sangat tajam yang menerobos udara dan berubah menjadi bunyi teredam

__ADS_1


...


__ADS_2