
Zhou Yu duduk di bawah sebuah pohon besar
Dihadapannya, terdapat sebuah desa kecil yang terlihat sederhana dengan banyak penduduk yang berlalu-lalang dan menatapnya dengan penasaran
Namun Zhou Yu mengabaikan tatapan para penduduk desa tersebut dan masih menikmati udara sejak yang menerpa wajahnya dengan tenang
"Apakah ini masih wilayah Kekaisaran Song ?" Zhou Yu bergumam pelan
Sudah tiga hari sejak Zhou Yu meninggalkan kediaman Kakek dan Nenek Wang
Berbekal sebilah pedang dan instruksi Kakek Wang bahwa ia harus terus berjalan ke barat untuk menuju Sekte Pedang Kembar
Zhou Yu bergerak dengan kecepatan penuh menggunakan ilmu meringankan tubuhnya
Namun meskipun bergerak cepat dan mengikuti jalur yang telah di instruksikan
Zhou Yu terkejut dan kebingungan, karena ia menemukan bahwa dirinya tidak mengenali wilayah tersebut
Meskipun Zhou Yu belum pernah singgah ke setiap tempat di seluruh wilayah Kekaisaran Song
Namun Pavilium Bayangan telah mengumpulkan banyak sekali informasi tentang Kekaisaran Song, termasuk nama-nama tempat yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Song, beserta ciri-cirinya
Sehingga Zhou Yu memiliki sedikit gambaran tentang tempat-tempat tersebut
Akan tetapi, meskipun Zhou Yu berusaha mengingat informasi yang dikumpulkan Pavilium Bayangan dalam benaknya
__ADS_1
Ia masih belum berhasil menemukan kecocokan dengan tempat-tempat yang telah dilaluinya selama tiga hari terakhir, yang membuat pemuda tersebut menjadi ragu bahwa ia masih berada di wilayah Kekaisaran Song
***
Ketika Zhou Yu sedang ralut dalam pikirannya
Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengeluh disampingnya "Cuaca hari ini lebih panas dari biasanya "
Zhou Yu terbangun dan segera mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara sambil meningkatkan kewaspadaannya
Meskipun tidak bisa melihat penampilan pihak lain, namun dari suaranya Zhou Yu dapat menebak bahwa orang yang berbicara tersebut adalah seorang pria berusia sekitar 30 tahunan
Dan yang membuat Zhou Yu waspada adalah karena ia tidak merasakan kedatangan pihak lain
Jika saja pemuda tersebut memiliki niat buruk dan menyerangnya secara diam-diam, Zhou Yu ragu bahwa ia akan bisa menahannya
***
Zhou Yu mengerutkan kening "Apakah anda mengenalku "
Pemuda tersebut tertawa kecil, namun tidak mengatakan apapun dan justru mengerahkan pukulan mendadak ke arah Zhou Yu
Zhou Yu melompat mundur untuk menghindari serangan tersebut
Setelah berhasil menstabilkan posisinya, Zhou Yu bertanya dengan ragu "Aku yakin kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi kenapa anda malah menyerangku?"
__ADS_1
"Kau mungkin tidak mengenalku, tapi aku cukup mengenalmu dengan baik " Pemuda menyipitkan matanya dan berkata dengan suara pelan "Sang Pemilik Mata Jahat "
Setelah mengatakan itu, pemuda tersebut melesat ke arah Zhou Yu
Hanya dalam satu tarikan nafas, ia telah berdiri dihadapan Zhou Yu sambil melancarkan serangannya
Zhou Yu yang sedari tadi telah menunggu pergerakan pemuda tersebut dengan kewaspadaan penuh, merespon pukulan pemuda tersebut dengan menggeser tubuhnya, sehingga membuat pukulan tersebut hanya mengenai udara
Tidak berhenti di sana, Zhou Yu kemudian berbalik melancarkan serangan ke arah pemuda tersebut
Namun pemuda tersebut juga tidak bisa di anggap remeh dan berhasil menghindari serangan Zhou Yu dengan mudah
Pertarungan keduanya menarik perhatian penduduk desa yang berlalu-lalang
Mereka kemudian berkerumun dan menyaksikan keduanya dengan tatapan penasaran
Akan tetapi pergerakan keduanya terlalu cepat dan tidak bisa di tangkap oleh mata orang biasa, sehingga yang mereka lihat hanyalah bayangan yang bergerak cepat
Ketika para penduduk masih menatap pertarungan keduanya dengan penuh minat, sebuah jurus yang berakhir ledakan jatuh tidak jauh dari penduduk desa, sehingga membuat para penduduk desa panik dan melarikan diri ke arah desa dengan cepat
***
Pemuda tersebut melirik para penduduk desa yang melarikan diri, kemudian berkata ke arah Zhou Yu "Orang-orang bodoh itu sudah pergi, jadi kau tidak perlu menahan kekuatanmu lagi "
Zhou Yu tidak menjawab dan justru melesat menjauhi desa kecil tersebut
__ADS_1
Melihat kepergian Zhou Yu, Pemuda tersebut mendengus dan bergegas mengejarnya dengan kecepatan penuh