
Zhou Yu terdiam selama beberapa saat sebelum kemudian mengangkat kepalanya dan bertanya dengan ragu
“Lalu, apakah Guru berpikir murid harus bertempur dengan Long Aoutian dan memenuhi tugas takdir seperti yang dikatakan Kakek Wang ?”
“Jangan tanya aku, tapi tanyakan pada hatimu” Ming An menunjuk dada muridnya itu sambil tersenyum seperti musim semi seolah keputusan Zhou Yu bukanlah masalah besar yang akan mempengaruhi dunia
Hal tersebut membuat Zhou Yu merasa kehangatan yang memenuhi dadanya
Pemuda tersebut terdiam selama beberapa saat sebelum kemudian menundukkan kepalanya “Murid mengerti, terima kasih Guru”
“Tidak perlu sungkan” Ming An melambaikan tangannya dan menghela nafas sambil mengalihkan topik
“Sebaiknya kita segera menemui Bibi Gurumu sebelum dia marah besar karena kita terlalu lama”
“Baik”
***
“Apakah kalian berdua akhirnya ingat untuk menemuiku sekarang ?” Yu Lian bertanya dengan nada dingin ke arah Ming An dan Zhou Yu yang berdiri tegak
Pasangan guru dan murid itu kemudian menundukkan kepalanya dengan malu tanpa mengucapkan sepatah kata pun, momentum wanita cantik tersebut terlalu kuat sehingga membuat keduanya tidak berani berdebat
__ADS_1
Melihat hal tersebut, Alis Yu Lian berkerut dan berkata dengan dingin “Kenapa kalian diam saja ? apakah setelah keluar begitu lama kalian tiba-tiba menjadi bisu ?”
“Istri tenangkan amarahmu, vitalitasmu terluka karena memanggil jurus terlarang, jika amarahmu terus melambung, aku khawatir akan buruk untuk kesehatanmu”
Ming An akhirnya membuka mulut setelah mengetahui taktik diam seribu bahasanya tidak bisa menenangkan amarah istrinya itu
Yu Lian mendengus dingin dan bertanya “Apakah kau peduli ?”
“Bagaimana mungkin aku tidak peduli ?” Ming An balik bertanya sambil tersenyum menyanjung
Melihat tingkah keduanya, Zhou Yu tersenyum diam-diam sebelum kemudian berkata “Bibi Guru, kami baru saja di pukuli, bukankah Anda seharusnya berbelas kasih dan tidak terus memarahi kami ?”
“Berbelas kasih ?” Yu Lian kembali mendengus dan membalas “Aku malah menyesal kenapa orang yang memukuli kalian tidak sekalian mematahkan kaki kalian berdua, jika kaki kalian patah, mungkin kalian bisa duduk tenang di sekte tanpa berlarian ke luar dan menghilang tanpa kabar”
Zhou Yu buru-buru menundukkan kepalanya setelah Yu Lian mengalihkan fokus ke arahnya
Ming An melirik pemuda tersebut dan memberikan isyarat untuk tidak berbicara
Setelah itu, pria paruh baya tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Yu Lian dan berkata sambil tersenyum “Baiklah, baiklah, kami bersalah dan membuatmu khawatir. Tolong maafkan kami”
“Siapa yang khawatir dengan kalian !?” Yu Lian mendengus dingin dan menutup matanya
__ADS_1
Ming An dan Zhou Yu saling bertukar pandangan setelah melihat hal tersebut
***
Di sebuah lembah yang sangat gelap, terlihat sebuah gua yang agak remang-remang
Gua tersebut sepertinya terbentuk secara alami, namun beberapa obor tergantung di antara dindingnya yang menunjukkan bahwa gua tersebut memiliki penghuni
Lingkungan lembah tersebut sangat sunyi, bahkan hewan kecil sepertinya enggan lewat apalagi menetap karena bahkan suara jangkrik pun tidak terdengar di lembah tersebut
Namun kesunyian lembah tersebut pecah karena bunyi udara yang diterobos
Wush...
Bersamaan dengan bunyi tersebut, sesosok pemuda berjubah hitam tiba-tiba muncul tepat di mulut gua dan memuntahkan seteguk darah
Pemuda tersebut adalah Long Aoutian yang menghilang dari medan perang
Setelah memuntahkan darah dan menekan luka-lukanya, Long Aoutian mengangkat kepala dan berkata “Sialan, aku terlalu ceroboh, jika aku lebih berhati-hati, aku pasti bisa merasakan niat harimau itu”
Pemuda tersebut kemudian kembali bernafas berat sebelum bergumam
__ADS_1
“Satu tahun, aku harap dalam satu tahun kau akan memberiku kejutan yang menyenangkan, saudara Zhou”
...