
Tepat ketika Zhou Yu tenggelam dalam pikirannya
Suara Wan'er tiba-tiba muncul dan memecahkan konsentrasi pemuda bertopeng tersebut
"Bagaimana saudara Zhou, apakah nenek baik-baik saja?
Zhou Yu terbangun dan menjawab "Dia pasti akan baik-baik saja "
"Benarkah ?" Wan'er bertanya dengan nada bahagia
Zhou Yu mengangguk dengan percaya diri
Disisi lain, nenek Wan'er tiba-tiba menatap Wan'er dan berkata dengan lembut "Wan'er, bisa tinggalkan kami berdua, nenek ingin berbicara dengan kakak ini "
Wan'er ragu-ragu sejenak sebelum mengangguk dan berkata dengan patuh "Baik nenek "
Nenek Wan'er tersenyum lembut dan mengelus kepala gadis kecil tersebut
Gadis kecil tersebut kemudian menyapa Zhou Yu dengan tatapannya sebelum melangkah pergi
Disisi lain, Zhou Yu tidak bergeming dan menatap wanita tua tersebut dengan tenang
Melihat cucunya meninggalkan ruangan, Wanita tua tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu
Berbeda dengan penampilan sebelumnya yang terlihat seperti orang tua lemah biasa
Tatapan wanita tua tersebut berubah tajam, meskipun masih berbaring lemah seperti sebelumnya
Wanita tua tersebut kini melepaskan tempramen yang tidak biasa, sehingga membuat Zhou Yu menaikan alis
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari kami pendekar? "Wanita tua tersebut bertanya sebelum melanjutkan "Kami nenek dan cucu tidak memiliki harta apapun, kami bahkan tidak bisa mencukupi kebutuhan diri kami sendiri, tidak ada yang bisa kau ambil dari kami berdua "
Zhou Yu menaikan alisnya dan berkata dengan nada bingung "Apa maksudmu senior ? aku tidak mengerti sama sekali "
"Jangan berpura-pura bodoh " Wanita tua tersebut menyala dan berkata "Aku tahu tentang kalian, dalam aturan di dunia kalian, tindakan apapun harus ada harganya, bahkan jika itu hanya sekedar mengangkat tangan "
Mendengar pernyataan tersebut, Zhou Yu akhirnya mengerti dengan sikap wanita tua tersebut terhadapnya
Meskipun tidak bisa dikatakan dingin apalagi bermusuhan, namun Zhou Yu merasa wanita tua tersebut menyimpan kewaspadaan terhadapnya ketika mereka pertama kali bertemu
Bahkan senyum ramah yang ditunjukkan wanita tua tersebut sebelumnya terkesan palsu akibat sikapnya tersebut
Apalagi permintaan tiba-tiba untuk berbicara berdua dengannya tadi menguatkan dugaan pemuda bertopeng tersebut
Zhou Yu kemudian tersenyum dan berkata dengan ringan "Jadi senior juga seorang pendekar "
Disisi lain, Zhou Yu tidak menunggu jawaban wanita tua tersebut dan berkata dengan serius "Aku tidak tahu apa yang sudah anda lalui di dunia persilatan, tapi sepertinya anda salah paham dengan maksud dan tujuanku "
"Aku datang membantu hanya karena hati nurani, bukan karena niat lain seperti yang senior pikiran " Sambung pemuda bertopeng tersebut dengan tegas
Wanita tua tersebut menatap mata Zhou Yu dengan dalam
Melihat mata tersebut tetap jernih dan tanpa riak sedikitpun saat Zhou Yu mengatakan kalimat tadi
Wanita tua tersebut menghela nafas dan berkata dengan malu "Mungkin aku terlalu khawatir dan masih terjebak dalam bayangan masa lalu, maafkan aku jika menyinggung perasaanmu pendekar "
***
"Sekali lagi maafkan sikapku ini pendekar " Wanita tua tersebut berkata dengan tatapan menyesal
__ADS_1
Zhou Yu menggelengkan kepalanya dan menjawab "Tidak masalah, aku yakin siapapun akan bereaksi seperti senior jika hal ini terjadi kepada mereka "
Tanpa menunggu wanita tua tersebut kembali berbicara, Zhou Yu kemudian berkata "Aku sudah meyakinkan Wan'er bahwa senior akan baik-baik saja, aku harap senior bisa bekerjasama "
Wanita tua tersebut terdiam selama beberapa saat sebelum mengangguk dan menjawab "Aku mengerti "
"Mungkin ini akan sedikit tidak nyaman, apakah anda siap senior ?" Zhou Yu berkata serius setelah berdiri di belakang wanita tua tersebut
Wanita tua tersebut mengangguk dan menjawab "Lanjutkan "
Zhou Yu mengangguk dan mengalirkan tenaga dalam ke arah wanita tua tersebut
Wanita tua tersebut tersentak sebelum menarik nafas dan menstabilkan posisinya
Meskipun wanita tua sudah bukan lagi pendekar yang bisa menahan rasa sakit dengan menggunakan tenaga dalam
Namun fondasinya masih ada di sana, sehingga setelah kesulitan selama beberapa saat, wanita tua tersebut berangsur-angsur tenang
Disisi lain, Zhou Yu tidak berhenti, tenaga dalamnya berjalan melalui garis meridian wanita tua tersebut dengan mantap
Setelah memastikan langkahnya benar, Zhou Yu kemudian berkata "Bersiaplah senior "
Wanita tua tersebut tidak menjawab tetap menahan nafasnya
Tepat ketika wanita tua tersebut menahan nafas, ia tiba-tiba membuka mulutnya ke samping dan memuntahkan seteguk darah
Melihat darah hitam kental yang dimuntahkan wanita tua tersebut, Zhou Yu menggelengkan kepalanya sambil bergumam pelan "Dia benar-benar memiliki kehidupan yang ulet "
...
__ADS_1