Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Nenek Wan'er II


__ADS_3

Tepat ketika Zhou Yu tenggelam dalam pikirannya


Suara Wan'er tiba-tiba muncul dan memecahkan konsentrasi pemuda bertopeng tersebut


"Bagaimana saudara Zhou, apakah nenek baik-baik saja?


Zhou Yu terbangun dan menjawab "Dia pasti akan baik-baik saja "


"Benarkah ?" Wan'er bertanya dengan nada bahagia


Zhou Yu mengangguk dengan percaya diri


Disisi lain, nenek Wan'er tiba-tiba menatap Wan'er dan berkata dengan lembut "Wan'er, bisa tinggalkan kami berdua, nenek ingin berbicara dengan kakak ini "


Wan'er ragu-ragu sejenak sebelum mengangguk dan berkata dengan patuh "Baik nenek "


Nenek Wan'er tersenyum lembut dan mengelus kepala gadis kecil tersebut


Gadis kecil tersebut kemudian menyapa Zhou Yu dengan tatapannya sebelum melangkah pergi


Disisi lain, Zhou Yu tidak bergeming dan menatap wanita tua tersebut dengan tenang


Melihat cucunya meninggalkan ruangan, Wanita tua tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu


Berbeda dengan penampilan sebelumnya yang terlihat seperti orang tua lemah biasa


Tatapan wanita tua tersebut berubah tajam, meskipun masih berbaring lemah seperti sebelumnya


Wanita tua tersebut kini melepaskan tempramen yang tidak biasa, sehingga membuat Zhou Yu menaikan alis

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari kami pendekar? "Wanita tua tersebut bertanya sebelum melanjutkan "Kami nenek dan cucu tidak memiliki harta apapun, kami bahkan tidak bisa mencukupi kebutuhan diri kami sendiri, tidak ada yang bisa kau ambil dari kami berdua "


Zhou Yu menaikan alisnya dan berkata dengan nada bingung "Apa maksudmu senior ? aku tidak mengerti sama sekali "


"Jangan berpura-pura bodoh " Wanita tua tersebut menyala dan berkata "Aku tahu tentang kalian, dalam aturan di dunia kalian, tindakan apapun harus ada harganya, bahkan jika itu hanya sekedar mengangkat tangan "


Mendengar pernyataan tersebut, Zhou Yu akhirnya mengerti dengan sikap wanita tua tersebut terhadapnya


Meskipun tidak bisa dikatakan dingin apalagi bermusuhan, namun Zhou Yu merasa wanita tua tersebut menyimpan kewaspadaan terhadapnya ketika mereka pertama kali bertemu


Bahkan senyum ramah yang ditunjukkan wanita tua tersebut sebelumnya terkesan palsu akibat sikapnya tersebut


Apalagi permintaan tiba-tiba untuk berbicara berdua dengannya tadi menguatkan dugaan pemuda bertopeng tersebut


Zhou Yu kemudian tersenyum dan berkata dengan ringan "Jadi senior juga seorang pendekar "


Disisi lain, Zhou Yu tidak menunggu jawaban wanita tua tersebut dan berkata dengan serius "Aku tidak tahu apa yang sudah anda lalui di dunia persilatan, tapi sepertinya anda salah paham dengan maksud dan tujuanku "


"Aku datang membantu hanya karena hati nurani, bukan karena niat lain seperti yang senior pikiran " Sambung pemuda bertopeng tersebut dengan tegas


Wanita tua tersebut menatap mata Zhou Yu dengan dalam


Melihat mata tersebut tetap jernih dan tanpa riak sedikitpun saat Zhou Yu mengatakan kalimat tadi


Wanita tua tersebut menghela nafas dan berkata dengan malu "Mungkin aku terlalu khawatir dan masih terjebak dalam bayangan masa lalu, maafkan aku jika menyinggung perasaanmu pendekar "


***


"Sekali lagi maafkan sikapku ini pendekar " Wanita tua tersebut berkata dengan tatapan menyesal

__ADS_1


Zhou Yu menggelengkan kepalanya dan menjawab "Tidak masalah, aku yakin siapapun akan bereaksi seperti senior jika hal ini terjadi kepada mereka "


Tanpa menunggu wanita tua tersebut kembali berbicara, Zhou Yu kemudian berkata "Aku sudah meyakinkan Wan'er bahwa senior akan baik-baik saja, aku harap senior bisa bekerjasama "


Wanita tua tersebut terdiam selama beberapa saat sebelum mengangguk dan menjawab "Aku mengerti "


"Mungkin ini akan sedikit tidak nyaman, apakah anda siap senior ?" Zhou Yu berkata serius setelah berdiri di belakang wanita tua tersebut


Wanita tua tersebut mengangguk dan menjawab "Lanjutkan "


Zhou Yu mengangguk dan mengalirkan tenaga dalam ke arah wanita tua tersebut


Wanita tua tersebut tersentak sebelum menarik nafas dan menstabilkan posisinya


Meskipun wanita tua sudah bukan lagi pendekar yang bisa menahan rasa sakit dengan menggunakan tenaga dalam


Namun fondasinya masih ada di sana, sehingga setelah kesulitan selama beberapa saat, wanita tua tersebut berangsur-angsur tenang


Disisi lain, Zhou Yu tidak berhenti, tenaga dalamnya berjalan melalui garis meridian wanita tua tersebut dengan mantap


Setelah memastikan langkahnya benar, Zhou Yu kemudian berkata "Bersiaplah senior "


Wanita tua tersebut tidak menjawab tetap menahan nafasnya


Tepat ketika wanita tua tersebut menahan nafas, ia tiba-tiba membuka mulutnya ke samping dan memuntahkan seteguk darah


Melihat darah hitam kental yang dimuntahkan wanita tua tersebut, Zhou Yu menggelengkan kepalanya sambil bergumam pelan "Dia benar-benar memiliki kehidupan yang ulet "


...

__ADS_1


__ADS_2