Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Kebingungan


__ADS_3

“Kau... “ Pria tua tersebut membuka mulutnya


Namun sebelum sebuah kalimat bisa keluar dari mulutnya. Pria tua tersebut terjatuh dan meregang nyawa


Tepat ketika hal tersebut terjadi, sebuah gas hitam tiba-tiba muncul dan menyelimuti tubuh pria tua itu sebelum kemudian kembali terbang dan memasuki pedang di tangan Chyou


Zhou Yu menaikkan alis. melihat tubuh yang tinggal kerangka dihadapannya


Pemuda bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah pedang di tangan Chyou


Merasakan tatapan Zhou Yu. Wajah Chyou langsung memucat dan berkata dengan terburu-buru


“Maafkan aku senior. Aku tidak bermaksud menyinggung Anda. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan pedang ini “


Mendengar pernyataan tersebut, Zhou Yu tidak menjawab tetapi malah mengulurkan tangannya dan berkata “Boleh aku pinjam pedangmu itu ?”


Chyou menggigit bibirnya dengan ekspresi ragu-ragu sebelum menghela nafas dan berkata dalam hati “Bagaimanapun juga karena pedang ini ayah dan ibu meninggal. Selain itu kekuatan orang ini sangat kuat. Jika aku terlalu keras kepala dan membuatnya marah. Aku mungkin akan mati disini. Dengan begitu melindungi pedang ini juga tidak ada artinya lagi “


Chyou kemudian mengulurkan pedangnya dan menyerahkan kepada Zhou Yu dengan enggan

__ADS_1


Disisi lain, Zhou Yu menerima pedang tersebut dengan alis terangkat


Melihat pedang dengan warna hitam legam ditangannya. Tatapan pemuda bertopeng tersebut menjadi lebih dalam


Zhou Yu kemudian mencabut dan menebaskan pedang tersebut dengan lambat


Namun meskipun tebasan pemuda bertopeng tersebut terlihat asal-asalan. akan tetapi tebasan tersebut membuat udara di sekitarnya seperti terkoyak, sehingga membuat Chyou yang berada di dekatnya menarik nafas dingin


“Meskipun tindakannya cukup mendominasi. Pedang ini jauh lebih lemah dari pada Pisau Pendek yang aku temukan di sumur tua itu “Zhou Yu berkata dalam hatinya setelah merasakan kekuatan pedang tersebut


Zhou Yu kemudian menyarungkan kembali pedang tersebut dan menyerahkan kepada Chyou sambil berkata “Pedang yang bagus. Rawatlah dengan baik “


Melihat hal tersebut. Zhou Yu mengerutkan keningnya sambil mengguncangkan pedang tersebut di hadapan Chyou dan berkata “Apakah Anda baik-baik saja ?”


“Aku...” Chyou terbangun dan bertanya dengan hati-hati “Apakah Anda tidak berniat mengambil pedang itu, senior ?”


Zhou Yu menggelengkan kepalanya dan balik bertanya “Apakah aku mempunyai penampilan merampas barang yang merupakan milik orang lain ?”


“Bukankah itu alasan anda membantuku ?” Chyou membalas dengan ragu

__ADS_1


Zhou Yu kembali menggelengkan kepala dan menjawab “Aku membantumu karena aku tidak terbiasa melihat seseorang di intimidasi dan tidak mempunyai kemampuan melawan. Adapun kenapa aku sampai membunuhnya, seperti yang aku katakan tadi. Perjalananku kali ini agak rahasia. Maka dari itu tidak boleh ada yang mengetahuinya apalagi menyebarkan berita tentang diriku, karena orang itu mengetahui identitasku. Maka aku terpaksa membunuhnya “


“Apakah itu artinya, Anda juga akan membunuhku ?” Chyou kembali bertanya dengan waspada


“Pemikiranmu agak jauh “ Zhou Yu menaikkan alisnya dan berkata “Bukankah aku akan seperti orang bodoh yang menyelamatkan orang kemudian membunuhnya ?”


Mendengar pernyataan tersebut, Chyou tersenyum canggung


Sebenarnya tidak bisa disalahkan kepada wanita tersebut sebab menghadapi orang asing yang mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya. Siapapun akan merasa ketakutan dan menjadi bingung


***


“Berhati-hatilah. Aku memang tidak tertarik dengan pedang itu. Tapi orang lain pasti akan sangat tertarik dan tidak ragu untuk membunuhmu demi mendapatkannya “ Zhou Yu berkata setelah Chyou menerima kembali pedangnya


Setelah mengatakan itu, Zhou Yu kemudian mengibaskan jubahnya dan berkata sambil meleset pergi


"Selamat tinggal "


Disisi lain, Chyou menatap kepergian Zhou Yu dengan ragu-ragu sebelum kemudian mengepalkan tangannya dan mengejar pemuda bertopeng tersebut

__ADS_1


***


__ADS_2