Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pertempuran VII


__ADS_3

Tepat ketika percakapan Yu Lian dan Zhou Yu baru saja berakhir


Ming An terlihat mengambil jarak yang cukup jauh dari para siluman sampai tepat di depan dinding pertahanan


Pria paruh baya tersebut kemudian melirik para siluman yang mulai melepaskan sifat liar mereka


Melihat kondisi mereka mulai kembali normal, pria paruh baya tersebut segera mengalirkan tenaga dalam yang sangat besar ke arah kedua pedangnya sambil bergumam


"Jurus Pedang Kembar~Pedang Sembilan Tebasan "


"Tebasan Pertama "


Ming An mengayunkan pedangnya ke arah para siluman


Niat pedang berwarna putih susu melesat ke arah para siluman dengan kecepatan yang mencengangkan


Meskipun para siluman tidak mengalami kerugian apapun dari tekanan sebelumnya, namun seperti seseorang yang baru saja bangun tidur


Para siluman tersebut tidak bereaksi dengan serangan Ming An, sehingga niat pedang pria paruh baya tersebut melesat dan melewati tubuh para siluman dengan tenang


Bahkan sampai kematiannya, para siluman tidak menyadari bahwa tubuh mereka terpotong akibat niat pedang yang lewat tadi


Gerakan Ming An tidak berhenti disana, setelah melakukan gerakan pertama, pria paruh baya tersebut segera melakukan gerakan selanjutnya yang membuat para siluman ketakutan


"Tebasan Kedua"


"Tebasan Ketiga "


"Tebasan Keempat "


"Tebasan Kelima "


Tebasan demi tebasan dilakukan oleh pria paruh baya tersebut

__ADS_1


Dan dalam setiap tebasan, kekuatan dan kerusakan yang dikandungnya menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya


Para siluman yang melihat akhir dari siluman-siluman yang menjadi korban pertama berusaha merespon secepat mungkin dengan cara melemparkan keterampilan mereka atau bahkan melarikan diri


Namun meskipun demikian, para siluman tersebut tidak bisa lolos dari akhir yang sama dengan siluman-siluman sebelumnya


Setiap kali niat pedang Ming An melewati tubuh para siluman, akan ada hujan darah yang disertai dengan tubuh yang jatuh ke tanah dalam keadaan terpotong dua


Melihat hal tersebut, kelima Siluman Tingkat Tinggi tidak hanya menonton, mereka juga berusaha menahan serangan pria paruh baya tersebut dengan keterampilan yang mereka miliki


Tetapi meskipun melakukan upaya ekstra, Kelima Siluman Tingkat Tinggi masih gagal untuk menahan dampak dari niat pedang tersebut


Ming An tentunya menyadari tindakan kelima siluman tersebut, tapi ia tidak merasa terganggu karena ia sangat percaya diri dengan kekuatan jurusnya


Terlepas dari seberapa muda Sekte Pedang kembar dalam hal usia dibandingkan sekte-sekte lainnya, tetapi sebagai jurus pamungkas sekaligus fondasi Sekte Pedang Kembar


Jurus Pedang Kembar bukanlah jurus sembarangan dan termasuk jurus tingkat tinggi yang langka di dunia persilatan


Dibutuhkan pemahaman yang sangat tinggi untuk mempelajarinya dan perlu tenaga dalam yang sangat besar untuk menggunakannya


Bukannya Ming An terlalu sombong atau meremehkan kemampuan orang lain, namun sebagai salah satu pendekar pedang tingkat atas yang di akui di dunia persilatan


Bakat ilmu pedang pria paruh baya tersebut jelas tidak bisa dianggap remeh, namun meskipun demikian, ia sangat kesulitan dalam mempelajari jurus tersebut


Jika bukan karena bimbingan ayahnya dan beberapa pertemuan kebetulan


Ming An merasa penguasaannya dalam Jurus Pedang Kembar tidak akan mencapai tingkat ini


***


Tindakan Ming An tentunya mengejutkan para pendekar yang ada di dinding pertahanan


Mereka bahkan terperangah sampai lupa bernafas akibat hal tersebut

__ADS_1


"Jurus Pedang Sembilan Tebasan, jurus kedua dari tiga gerakan Jurus Pedang Kembar, meskipun aku pernah mendengar tentang kehebatan jurus ini, tidak ku sangka, kekuatannya akan sebesar ini " Pemimpin pasukan berkata dengan suara dalam ketika melihat serangan Ming An


Awalnya setelah mengetahui bahwa para siluman mengangkat tekanan mereka


Pria tua tersebut bersiap turun dan menghadapi para siluman yang ada di bawah untuk sementara waktu


Meskipun tidak memiliki keyakinan penuh untuk menghentikan semua siluman tersebut


Namun ia berniat mengulur waktu untuk para pendekar supaya mereka bisa pulih dan melarikan diri dengan cepat


Akan tetapi meskipun rencana pria tua tersebut sudah terbentuk dan siap untuk dieksekusi


Rencana seringkali tidak mengikuti perubahan


Ming An yang ia pikir masih sibuk dengan kelima siluman tiba-tiba membuat gerakan yang mengejutkan


Melihat tindakan Ming An, pria tua tersebut membatalkan aksinya, namun tidak mengendurkan kewaspadaan dan aliran tenaga dalamnya


***


"Ini tebasan terakhir " Pemimpin pasukan bergumam pelan


Bersamaan dengan gumaman pria tua tersebut


Ming An yang berada di bawah terlihat mengayunkan pedangnya ke arah Kelima Siluman Tingkat Tinggi


"Tebasan Kesembilan "


Berbeda dengan sebelumnya, niat pedang pria paruh baya tersebut terlihat berwarna putih keemasan dengan momentum yang jauh lebih agung dan merusak


Kelima Siluman menunjukkan ekspresi ngeri yang sangat manusiawi melihat serangan tersebut


Meskipun belum bersentuhan secara langsung, namun dari aura kehancuran yang dibawa niat pedang tersebut

__ADS_1


Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa bersantai dalam menghadapi jurus tersebut


...


__ADS_2