Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Danau dan Pria Tua


__ADS_3

7 hari kemudian di pinggiran sebuah danau, terlihat tiga sosok muda dengan kuda di samping mereka sedang menatap ke arah danau dengan tenang


"Apakah ini danaunya ? sangat besar " Dai Li berseru ketika melihat danau di hadapan mereka


Xu Wendao mengangguk menyetujui pernyataan pemuda tersebut


Namun berbeda dengan yang lainnya, alis Zhou Yu justru berkerut dan berkata "Kenapa aku merasa danau ini sangat sepi sekali ?"


Mendengar ucapan Zhou Yu, keduanya melirik kembali ke arah danau dan menyadari situasi tersebut


Dalam situasi umum, jika terdapat sebuah desa di samping sebuah danau, dapat dipastikan bahwa profesi penduduk desanya adalah sebagai nelayan


Dan sebagai mata pencaharian utama penduduk desa, danau tersebut seharusnya tidak pernah sepi, karena selalu dipenuhi kapal yang lalu lalang untuk menangkap ikan


Apalagi ketiga pemuda tersebut datang di saat matahari belum terlalu tinggi yang merupakan waktu yang tepat bagi para nelayan untuk mulai bekerja, karena terik matahari belum benar-benar menyakiti mereka


Namun saat ini, jangankan sebuah kapal, ketiganya bahkan tidak melihat sebuah perahu yang mengambang di atas danau yang membuat mereka kesulitan


"Apakah ada jalan lain selain melewati danau ini saudara Xu " Zhou Yu bertanya setelah terdiam beberapa saat


Xu Wendao mengambil peta dan membacanya


"Ada, kita bisa berjalan memutari danau ini dengan melewati hutan " Xu Wendao menjawab setelah membaca peta dan melanjutkan "Tapi dengan begitu kita akan menghabiskan satu hari lebih lama dari yang seharusnya "

__ADS_1


Zhou Yu mengerutkan kening setelah mendengar jawaban Xu Wendao


Dengan tidak adanya kapal, ketiganya tidak mungkin untuk menyebrangi danau tersebut


Namun jika mereka memilih jalan memutar, waktu yang dihabiskan akan menjadi lebih lama yang membuat Zhou Yu ragu


Ketika ketiganya tengah kebingungan, Dai Li yang sedari tadi melihat sekelilingnya tiba-tiba menemukan sebuah dermaga dengan seorang pria tua yang sedang terduduk lesu di atasnya tidak jauh dari tempat mereka berada, sehingga membuat pemuda tersebut buru-buru memberitahu Zhou Yu dan Xu Wendao


***


Zhou Yu dan yang lainnya berjalan ke arah dermaga


Mendengar suara kaki kuda yang menginjak dermaga, pria tua tersebut terbangun dan mengalihkan perhatiannya


Pria tua itu kemudian menyambut Zhou Yu dan yang lainnya dan bertanya apakah mereka memiliki kebutuhan ketika melihat bahwa ketiga pemuda tersebut turun dari kuda mereka


"Kami ingin menyebrangi danau, tapi sepertinya tidak ada nelayan yang bekerja pada hari ini " Zhou Yu berkata dan melirik perahu kecil yang mengambang di atas danau dan bertanya "Bisakah senior mengantarkan kami ke sana ?"


Mendengar permintaan Zhou Yu, wajah pria tua tersebut terlihat pahit dan berkata dengan hati-hati "Begini tuan muda, bukannya aku tidak mau mengantarkan kalian, tapi aku benar-benar tidak berani menyebrang dalam situasi seperti ini, apalagi membawa anda bertiga "


"Apakah ada masalah senior ?" Zhou Yu bertanya setelah mendengar nada pihak lain


Pria tua tersebut terlihat ragu-ragu sejenak sebelum menjelaskan alasannya

__ADS_1


Menurut pria tua tersebut alasan mengapa ia tidak berani mengantarkan Zhou Yu dan yang lainnya menyebrang adalah karena terdapat siluman dalam bentuk seekor buaya raksasa yang menempati danau tersebut


Dan menurut pria tua tersebut, buaya raksasa yang menempati danau sangat ganas dan mudah tersinggung


Dalam sebulan terakhir, buaya raksasa itu telah menyerang setidaknya 10 kapal besar milik para nelayan yang mengakibatkan hancurnya kapal-kapal tersebut bersama dengan hilangnya 15-20 nyawa nelayan


***


"Itulah kenapa kami tidak melihat satupun kapal nelayan yang berlayar di atas danau" Xu Wendao berkata pelan sambil melirik danau tersebut


"Benar " Pria tua tersebut mengangguk dan membalas "Dengan keberadaan buaya raksasa yang sangat ganas seperti itu, siapa yang berani untuk berlayar dan mencari ikan ? bahkan saat ini para nelayan sangat takut untuk berada di pinggiran danau ini, apalagi berada di atasnya "


Ketika mengatakan itu, kerutan di wajah pria tua tersebut terlihat semakin dalam


Sementara itu, Dai Li melirik pria tua tersebut dan dermaga yang mereka tempati setelah mendengar ucapan pria tua tersebut dan bertanya


"Jika para nelayan itu saja takut, kenapa senior masih bisa duduk dan bersantai di atas dermaga ini ? "


Meskipun tidak bisa dikatakan sudah memasuki perairan dalam, namun dermaga ini memang sangat menjorok ke arah danau yang membuat dermaga ini sangat beresiko menerima serangan buaya raksasa yang disebutkan pria tua tersebut


Pria tua tersebut tersenyum dan menjawab dengan nada mengenang "Dermaga ini hidupku, cintaku. bahkan jika pada akhirnya buaya raksasa itu menyerang dermaga ini dan memakanku, aku tidak akan memiliki keluhan selama aku masih sempat berada di atasnya sebelum aku menghembuskan nafas "


...

__ADS_1


__ADS_2