Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Undangan Xu Dafu


__ADS_3

Dengan mundurnya He Riju, Xu Dafu kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu dan berkata dengan yang menyenangkan


"Pahlawan muda, hari ini terjadi kesalahpahaman antara anda dan putraku, aku sebagai ayahnya meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukan putraku itu kepadamu dan berharap supaya anda bisa melupakan kesalahpahaman ini "


Zhou Yu menaikan alisnya, sebenarnya ia sangat terkejut dengan sikap rendah hati Xu Dafu


Karena dengan kekuatannya, Zhou Yu berpikir bahwa pria tua itu jelas bisa mendominasi dan menutup langit Kota Henan dengan satu tangan


Dibandingkan He Riju, bisa dikatakan bahwa Xu Dafu jelas lebih memenuhi syarat untuk memiliki harga diri yang tinggi


Namun meskipun kekuatan pria tua itu jelas sangat tinggi, sikapnya sangat rendah hati yang membuat Zhou Yu sulit bereaksi untuk sementara waktu


"Sebenarnya tidak ada keluhan antara aku dan kedua kepala keluarga " Zhou Yu menjawab setelah terdiam beberapa saat sambil menunjuk Cakar Darah dan Cakar Besi yang tergelak di tanah dan berkata "Karena urusanku hanya dengan kedua orang itu "


Meskipun Zhou Yu hanya mengatakan sesuatu yang singkat, namun Xu Dafu dapat menangkap ungkapan tersembunyi dari kalimat tersebut, sehingga membuat senyum pria tua itu menjadi lebih lebar


Xu Dafu kemudian tiba-tiba menghilang dan muncul di dekat Cakar Darah dan Cakar Besi sambil menebaskan sebuah pisau yang dialiri tenaga dalam ke arah leher kedua pria paruh baya tersebut, sehingga membuat kepala kedua pria paruh baya itu terputus dari tubuhnya tanpa sempat untuk menghindar ataupun menolak


Setelah melakukan itu, Xu Dafu kembali muncul ditempat dimana ia berdiri sebelumnya dan pisau yang ia gunakan untuk memotong kepala Cakar Darah dan Cakar Besi menghilang secara ajaib


Zhou Yu mengerutkan kening dan berkata "Apa maksud senior ?"


"Aku tidak tahu bagaimana menyudahi kesalahpahaman ini dengan kenyamanan kedua belah pihak, maka dari itu aku membunuh kedua orang itu sebagai bentuk ketulusanku " Xu Dafu berkata dengan tenang yang membuat Zhou Yu tidak tahu bagaimana harus bersikap


***


Setelah kembali bertukar beberapa kata, Xu Dafu tiba-tiba mengalihkan perhatiannya dan berkata "Saatnya kembali, Wen'er "


"Baik, kakek " Xu Wendao berjalan tertatih-tatih ke arah pria tua tersebut


Menyaksikan kejadian itu, kedua kepala keluarga bangsawan yang sedari tadi diam langsung menaikan alisnya, beberapa dugaan melintas di benak mereka


Disisi lain, baik He Riju maupun He Qianyu sepertinya tidak terkejut dengan adegan tersebut


Setelah Xu Wendao berada di samping Xu Dafu, pria tua itu kembali berkata ke arah Zhou Yu "Pahlawan muda, maaf atas kelancanganku berbicara, tapi apakah anda punya waktu luang ?, aku sangat berharap bisa mengundangmu untuk mencicipi teh di kediamanku "


"Selama aku masih ada di kota ini, aku selalu siap menerima undangan senior " Zhou Yu menjawab dengan lugas, sementara pikirannya berputar dengan cepat


Sementara Xu Dafu pergi membawa Xu Wendao, tidak jauh dari sana, kepala keluarga bangsawan Xu terlihat sangat canggung


Meskipun Xu Dafu mengatakan bahwa niat kedatangannya adalah untuk kepala keluarga bangsawan Xu


Namun dari awal sampai akhir, pria tua itu tidak pernah memusatkan perhatiannya apalagi berbicara kepadanya yang membuat kepala keluarga bangsawan Xu merasa canggung


Kepala keluarga bangsawan Xu kemudian mengeluarkan batuk ringan untuk menyembunyikan kecanggungannya dan pergi bersama kepala keluarga bangsawan Ning tanpa mengucapkan sepatah katapun


***

__ADS_1


"Aku akan kembali senior " Zhou Yu berkata kepada He Riju setelah semua orang pergi kecuali pasangan ayah dan anak itu


"Tunggu dulu anak muda " He Riju menghentikan Zhou Yu yang sudah berbalik dan bersiap pergi


Zhou Yu kembali membalikan badannya dan bertanya "Apakah ada hal lain yang ingin senior katakan ?"


"Tidak ada " He Riju menggelengkan kepalanya dan menjawab "Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu, jika tidak ada kau, aku tidak tahu apa yang akan terjadi "


Zhou Yu menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan kalimat sederhana


Setelah bertukar salam dan berjanji akan kembali berkunjung ke rumah walikota untuk memenuhi undangan He Riju


Zhou Yu melompat dan menghilang ke dalam kegelapan


***


Melihat kepergian Zhou Yu, He Qianyu yang sedari tadi hanya bertindak sebagai penonton akhirnya buka suara


"Dia orang baik "


"Tapi dia terlalu pintar " He Riju menjawab dengan nada yang tidak bisa dijelaskan


...


Dengan mundurnya He Riju, Xu Dafu kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Zhou Yu dan berkata dengan yang menyenangkan


"Pahlawan muda, hari ini terjadi kesalahpahaman antara anda dan putraku, aku sebagai ayahnya meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukan putraku itu kepadamu dan berharap supaya anda bisa melupakan kesalahpahaman ini "


Zhou Yu menaikan alisnya, sebenarnya ia sangat terkejut dengan sikap rendah hati Xu Dafu


Karena dengan kekuatannya, Zhou Yu berpikir bahwa pria tua itu jelas bisa mendominasi dan menutup langit Kota Henan dengan satu tangan


Dibandingkan He Riju, bisa dikatakan bahwa Xu Dafu jelas lebih memenuhi syarat untuk memiliki harga diri yang tinggi


Namun meskipun kekuatan pria tua itu jelas sangat tinggi, sikapnya sangat rendah hati yang membuat Zhou Yu sulit bereaksi untuk sementara waktu


"Sebenarnya tidak ada keluhan antara aku dan kedua kepala keluarga " Zhou Yu menjawab setelah terdiam beberapa saat sambil menunjuk Cakar Darah dan Cakar Besi yang tergelak di tanah dan berkata "Karena urusanku hanya dengan kedua orang itu "


Meskipun Zhou Yu hanya mengatakan sesuatu yang singkat, namun Xu Dafu dapat menangkap ungkapan tersembunyi dari kalimat tersebut, sehingga membuat senyum pria tua itu menjadi lebih lebar


Xu Dafu kemudian tiba-tiba menghilang dan muncul di dekat Cakar Darah dan Cakar Besi sambil menebaskan sebuah pisau yang dialiri tenaga dalam ke arah leher kedua pria paruh baya tersebut, sehingga membuat kepala kedua pria paruh baya itu terputus dari tubuhnya tanpa sempat untuk menghindar ataupun menolak


Setelah melakukan itu, Xu Dafu kembali muncul ditempat dimana ia berdiri sebelumnya dan pisau yang ia gunakan untuk memotong kepala Cakar Darah dan Cakar Besi menghilang secara ajaib


Zhou Yu mengerutkan kening dan berkata "Apa maksud senior ?"


"Aku tidak tahu bagaimana menyudahi kesalahpahaman ini dengan kenyamanan kedua belah pihak, maka dari itu aku membunuh kedua orang itu sebagai bentuk ketulusanku " Xu Dafu berkata dengan tenang yang membuat Zhou Yu tidak tahu bagaimana harus bersikap

__ADS_1


***


Setelah kembali bertukar beberapa kata, Xu Dafu tiba-tiba mengalihkan perhatiannya dan berkata "Saatnya kembali, Wen'er "


"Baik, kakek " Xu Wendao berjalan tertatih-tatih ke arah pria tua tersebut


Menyaksikan kejadian itu, kedua kepala keluarga bangsawan yang sedari tadi diam langsung menaikan alisnya, beberapa dugaan melintas di benak mereka


Disisi lain, baik He Riju maupun He Qianyu sepertinya tidak terkejut dengan adegan tersebut


Setelah Xu Wendao berada di samping Xu Dafu, pria tua itu kembali berkata ke arah Zhou Yu "Pahlawan muda, maaf atas kelancanganku berbicara, tapi apakah anda punya waktu luang ?, aku sangat berharap bisa mengundangmu untuk mencicipi teh di kediamanku "


"Selama aku masih ada di kota ini, aku selalu siap menerima undangan senior " Zhou Yu menjawab dengan lugas, sementara pikirannya berputar dengan cepat


Sementara Xu Dafu pergi membawa Xu Wendao, tidak jauh dari sana, kepala keluarga bangsawan Xu terlihat sangat canggung


Meskipun Xu Dafu mengatakan bahwa niat kedatangannya adalah untuk kepala keluarga bangsawan Xu


Namun dari awal sampai akhir, pria tua itu tidak pernah memusatkan perhatiannya apalagi berbicara kepadanya yang membuat kepala keluarga bangsawan Xu merasa canggung


Kepala keluarga bangsawan Xu kemudian mengeluarkan batuk ringan untuk menyembunyikan kecanggungannya dan pergi bersama kepala keluarga bangsawan Ning tanpa mengucapkan sepatah katapun


***


"Aku akan kembali senior " Zhou Yu berkata kepada He Riju setelah semua orang pergi kecuali pasangan ayah dan anak itu


"Tunggu dulu anak muda " He Riju menghentikan Zhou Yu yang sudah berbalik dan bersiap pergi


Zhou Yu kembali membalikan badannya dan bertanya "Apakah ada hal lain yang ingin senior katakan ?"


"Tidak ada " He Riju menggelengkan kepalanya dan menjawab "Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu, jika tidak ada kau, aku tidak tahu apa yang akan terjadi "


Zhou Yu menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan kalimat sederhana


Setelah bertukar salam dan berjanji akan kembali berkunjung ke rumah walikota untuk memenuhi undangan He Riju


Zhou Yu melompat dan menghilang ke dalam kegelapan


***


Melihat kepergian Zhou Yu, He Qianyu yang sedari tadi hanya bertindak sebagai penonton akhirnya buka suara


"Dia orang baik "


"Tapi dia terlalu pintar " He Riju menjawab dengan nada yang tidak bisa dijelaskan


...

__ADS_1


__ADS_2