
Zhou Yu menatap Qin Mo dengan tatapan bermartabat
Menilai dari kegagalan sebelumnya, ia sadar jarak kekuatan antara dirinya dan pria tua tersebut terlalu jauh, sehingga ia meminta Cao Feng untuk mengulur waktu Qin Mo sejenak supaya ia bisa mencari solusinya
Cao Feng mengangguk setuju dan segera melaksanakan permintaan Zhou Yu
Diluar dugaan Zhou Yu, He Haoran yang sedikit lebih diam dari sebelumnya tiba-tiba melompat keluar
Hal tersebut membuat Zhou Yu dan Cao Feng lengah
Namun ketika melihat perhatian Qin Mo tertarik oleh He Haoran, keduanya terlihat heran sekaligus lega
Zhou Yu juga tidak membuang waktu dan terus memutar otaknya untuk mencari solusi dalam menghadapi Qin Mo
Setelah beberapa saat, Zhou Yu tiba-tiba teringat dengan tiga anak panah pemberian Tie Berjanggut
Meskipun Tie Berjanggut tidak mengatakan seberapa hebat kekuatan ketiga anak panah tersebut, namun menilai dari aura yang dilepaskan ketiga anak panah tersebut
Sekaligus status Tie Berjanggut sebagai seorang Ahli Pandai Besi Tingkat Tinggi, Zhou Yu menduga bahwa ketiga anak panah tersebut pasti tidak sederhana
Setelah mengingat ketiga anak panah tersebut
Zhou Yu tidak ragu-ragu, ia segera mengeluarkan salah satu anak panah tersebut dari Cincin Ruang
***
Zhou Yu menatap anak panah gelap tersebut sekali lagi
Anak panah tersebut masih memancarkan perasaan jahat seperti terakhir kali, namun untuk beberapa alasan, aura jahat tersebut seakan ditekan oleh sesuatu
Zhou Yu memasang anak panah tersebut pada busurnya
Setelah itu, ia menarik tali busur tersebut seperti biasanya
Akan tetapi ketika ia menarik tali busur bersamaan dengan anak panah tersebut
Pundak Zhou Yu seakan ditekan oleh batu besar. tidak berhenti disana, Zhou Yu juga merasa kedinginan bersamaan dengan banyak teriakan sengsara yang menusuk telinganya
Teriakan tersebut seperti berasal dari kedalaman neraka, sehingga membuat jiwa Zhou Yu terasa dingin dan pikirannya menjadi sangat terganggu
Zhou Yu mengeluh dan segera berlutut dengan wajah pucat, namun masih mempertahankan postur memegang panah dengan baik
Untungnya sebelum meminta Cao Feng mengalihkan perhatian Qin Mo, Zhou Yu sudah berpindah posisi dan berada jauh dari posisi keempat kapten, sehingga tindakannya tidak menarik perhatian Qin Mo
Namun tindakan Zhou Yu tentunya menarik perhatian para pendekar disekitarnya
Para pendekar tersebut terkejut dan berniat membantu Zhou Yue
Para pendekar tersebut segera berhenti dan saling memandang setelah mendengar perintah Zhou Yu
Namun Zhou Yu tidak menjelaskan apapun kepada mereka, karena ia berusaha menekan ketidaknyamanan pada tubuh dan pikirannya
Merasakan serangan balik anak panah tersebut, Zhou Yu tidak bisa tidak berteriak dalam hati "Senjata yang sangat jahat "
Ketika Zhou Yu berusaha menahan dampak serangan tersebut, Cincin Ruang tiba-tiba bersinar, bersamaan dengan suara Yang Ye yang terdengar di kepala Zhou Yu
"Fokuslah pada target anda, tuan muda. Biarkan budak tua yang menahan suara-suara ini "
Bersamaan dengan kalimat tersebut berakhir, suara-suara sengsara yang menusuk telinga Zhou Yu tiba-tiba menghilang
Zhou Yu mengangguk dan berterima kasih, meskipun tekanan yang menekan pundaknya tidak berkurang sedikitpun, namun dengan menghilangnya suara-suara sengsara tersebut, ia akhirnya bisa kembali fokus
__ADS_1
Zhou Yu menarik nafas panjang dan menatap Qin Mo yang berada disebrang dengan serius
Seperti seekor harimau yang bersembunyi di antara semak untuk menerkam seekor rusa
Tatapan pemuda bertopeng tersebut terus terpaku dan tidak pernah meninggalkan tubuh pria tua tersebut
Namun meskipun berdiri di ruang terbuka, Qin Mo tidak menunjukan celah sedikitpun, sehingga membuat Zhou Yu tidak bisa melepaskan anak panahnya dan hanya bisa menunggu dengan sabar
Menahan postur berlutut memegang panah sambil menahan tekanan berat pada pundaknya, membuat dahi pemuda bertopeng tersebut mulai bercucuran keringat
Namun meskipun demikian, ia masih tetap menunggu dengan sabar
Sampai akhirnya Zhou Yu melihat Qin Mo membuat gerakan, Zhou Yu tahu bahwa kesempatan akhirnya datang
Zhou Yu menahan nafas dan membidik pria tua tersebut
Ketika pria tua tersebut melepaskan jurusnya, Zhou Yu juga melepaskan anak panahnya dan segera bersembunyi dibalik tembok
Jurus Qin Mo menabrak tembok dan gerbang Desa Sua, sementara anak panah Zhou Yu melesat secara diam-diam menuju pria tua tersebut
***
Wajah Qin Mo berubah, namun ia tidak punya waktu untuk menghindar, sehingga ia segera mengalirkan tenaga dalam keseluruhan tubuhnya dan membentuk baju pelindung
Namun meskipun tubuh seorang Pendekar Kaisar sangat kuat, karena telah melalui proses penempaan
Ditambah dengan baju pelindung yang terbentuk dari tenaga dalam, membuat pertahanan Qin Mo sulit di rusak
Tapi ketika anak panah Zhou Yu mengenai tubuh pria tua tersebut
Pertahanan Qin Mo rusak dan pria tua tersebut terlempar sejauh belasan meter
Zhou Yu menatap Qin Mo dengan tatapan bermartabat
Menilai dari kegagalan sebelumnya, ia sadar jarak kekuatan antara dirinya dan pria tua tersebut terlalu jauh, sehingga ia meminta Cao Feng untuk mengulur waktu Qin Mo sejenak supaya ia bisa mencari solusinya
Cao Feng mengangguk setuju dan segera melaksanakan permintaan Zhou Yu
Diluar dugaan Zhou Yu, He Haoran yang sedikit lebih diam dari sebelumnya tiba-tiba melompat keluar
Hal tersebut membuat Zhou Yu dan Cao Feng lengah
Namun ketika melihat perhatian Qin Mo tertarik oleh He Haoran, keduanya terlihat heran sekaligus lega
Zhou Yu juga tidak membuang waktu dan terus memutar otaknya untuk mencari solusi dalam menghadapi Qin Mo
Setelah beberapa saat, Zhou Yu tiba-tiba teringat dengan tiga anak panah pemberian Tie Berjanggut
Meskipun Tie Berjanggut tidak mengatakan seberapa hebat kekuatan ketiga anak panah tersebut, namun menilai dari aura yang dilepaskan ketiga anak panah tersebut
Sekaligus status Tie Berjanggut sebagai seorang Ahli Pandai Besi Tingkat Tinggi, Zhou Yu menduga bahwa ketiga anak panah tersebut pasti tidak sederhana
Setelah mengingat ketiga anak panah tersebut
Zhou Yu tidak ragu-ragu, ia segera mengeluarkan salah satu anak panah tersebut dari Cincin Ruang
***
Zhou Yu menatap anak panah gelap tersebut sekali lagi
Anak panah tersebut masih memancarkan perasaan jahat seperti terakhir kali, namun untuk beberapa alasan, aura jahat tersebut seakan ditekan oleh sesuatu
__ADS_1
Zhou Yu memasang anak panah tersebut pada busurnya
Setelah itu, ia menarik tali busur tersebut seperti biasanya
Akan tetapi ketika ia menarik tali busur bersamaan dengan anak panah tersebut
Pundak Zhou Yu seakan ditekan oleh batu besar. tidak berhenti disana, Zhou Yu juga merasa kedinginan bersamaan dengan banyak teriakan sengsara yang menusuk telinganya
Teriakan tersebut seperti berasal dari kedalaman neraka, sehingga membuat jiwa Zhou Yu terasa dingin dan pikirannya menjadi sangat terganggu
Zhou Yu mengeluh dan segera berlutut dengan wajah pucat, namun masih mempertahankan postur memegang panah dengan baik
Untungnya sebelum meminta Cao Feng mengalihkan perhatian Qin Mo, Zhou Yu sudah berpindah posisi dan berada jauh dari posisi keempat kapten, sehingga tindakannya tidak menarik perhatian Qin Mo
Namun tindakan Zhou Yu tentunya menarik perhatian para pendekar disekitarnya
Para pendekar tersebut terkejut dan berniat membantu Zhou Yue
Para pendekar tersebut segera berhenti dan saling memandang setelah mendengar perintah Zhou Yu
Namun Zhou Yu tidak menjelaskan apapun kepada mereka, karena ia berusaha menekan ketidaknyamanan pada tubuh dan pikirannya
Merasakan serangan balik anak panah tersebut, Zhou Yu tidak bisa tidak berteriak dalam hati "Senjata yang sangat jahat "
Ketika Zhou Yu berusaha menahan dampak serangan tersebut, Cincin Ruang tiba-tiba bersinar, bersamaan dengan suara Yang Ye yang terdengar di kepala Zhou Yu
"Fokuslah pada target anda, tuan muda. Biarkan budak tua yang menahan suara-suara ini "
Bersamaan dengan kalimat tersebut berakhir, suara-suara sengsara yang menusuk telinga Zhou Yu tiba-tiba menghilang
Zhou Yu mengangguk dan berterima kasih, meskipun tekanan yang menekan pundaknya tidak berkurang sedikitpun, namun dengan menghilangnya suara-suara sengsara tersebut, ia akhirnya bisa kembali fokus
Zhou Yu menarik nafas panjang dan menatap Qin Mo yang berada disebrang dengan serius
Seperti seekor harimau yang bersembunyi di antara semak untuk menerkam seekor rusa
Tatapan pemuda bertopeng tersebut terus terpaku dan tidak pernah meninggalkan tubuh pria tua tersebut
Namun meskipun berdiri di ruang terbuka, Qin Mo tidak menunjukan celah sedikitpun, sehingga membuat Zhou Yu tidak bisa melepaskan anak panahnya dan hanya bisa menunggu dengan sabar
Menahan postur berlutut memegang panah sambil menahan tekanan berat pada pundaknya, membuat dahi pemuda bertopeng tersebut mulai bercucuran keringat
Namun meskipun demikian, ia masih tetap menunggu dengan sabar
Sampai akhirnya Zhou Yu melihat Qin Mo membuat gerakan, Zhou Yu tahu bahwa kesempatan akhirnya datang
Zhou Yu menahan nafas dan membidik pria tua tersebut
Ketika pria tua tersebut melepaskan jurusnya, Zhou Yu juga melepaskan anak panahnya dan segera bersembunyi dibalik tembok
Jurus Qin Mo menabrak tembok dan gerbang Desa Sua, sementara anak panah Zhou Yu melesat secara diam-diam menuju pria tua tersebut
***
Wajah Qin Mo berubah, namun ia tidak punya waktu untuk menghindar, sehingga ia segera mengalirkan tenaga dalam keseluruhan tubuhnya dan membentuk baju pelindung
Namun meskipun tubuh seorang Pendekar Kaisar sangat kuat, karena telah melalui proses penempaan
Ditambah dengan baju pelindung yang terbentuk dari tenaga dalam, membuat pertahanan Qin Mo sulit di rusak
Tapi ketika anak panah Zhou Yu mengenai tubuh pria tua tersebut
__ADS_1
Pertahanan Qin Mo rusak dan pria tua tersebut terlempar sejauh belasan meter