Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Senjata Jahat


__ADS_3

Zhou Yu menatap Qin Mo dengan tatapan bermartabat


Menilai dari kegagalan sebelumnya, ia sadar jarak kekuatan antara dirinya dan pria tua tersebut terlalu jauh, sehingga ia meminta Cao Feng untuk mengulur waktu Qin Mo sejenak supaya ia bisa mencari solusinya


Cao Feng mengangguk setuju dan segera melaksanakan permintaan Zhou Yu


Diluar dugaan Zhou Yu, He Haoran yang sedikit lebih diam dari sebelumnya tiba-tiba melompat keluar


Hal tersebut membuat Zhou Yu dan Cao Feng lengah


Namun ketika melihat perhatian Qin Mo tertarik oleh He Haoran, keduanya terlihat heran sekaligus lega


Zhou Yu juga tidak membuang waktu dan terus memutar otaknya untuk mencari solusi dalam menghadapi Qin Mo


Setelah beberapa saat, Zhou Yu tiba-tiba teringat dengan tiga anak panah pemberian Tie Berjanggut


Meskipun Tie Berjanggut tidak mengatakan seberapa hebat kekuatan ketiga anak panah tersebut, namun menilai dari aura yang dilepaskan ketiga anak panah tersebut


Sekaligus status Tie Berjanggut sebagai seorang Ahli Pandai Besi Tingkat Tinggi, Zhou Yu menduga bahwa ketiga anak panah tersebut pasti tidak sederhana


Setelah mengingat ketiga anak panah tersebut


Zhou Yu tidak ragu-ragu, ia segera mengeluarkan salah satu anak panah tersebut dari Cincin Ruang


***


Zhou Yu menatap anak panah gelap tersebut sekali lagi


Anak panah tersebut masih memancarkan perasaan jahat seperti terakhir kali, namun untuk beberapa alasan, aura jahat tersebut seakan ditekan oleh sesuatu


Zhou Yu memasang anak panah tersebut pada busurnya


Setelah itu, ia menarik tali busur tersebut seperti biasanya


Akan tetapi ketika ia menarik tali busur bersamaan dengan anak panah tersebut


Pundak Zhou Yu seakan ditekan oleh batu besar. tidak berhenti disana, Zhou Yu juga merasa kedinginan bersamaan dengan banyak teriakan sengsara yang menusuk telinganya


Teriakan tersebut seperti berasal dari kedalaman neraka, sehingga membuat jiwa Zhou Yu terasa dingin dan pikirannya menjadi sangat terganggu


Zhou Yu mengeluh dan segera berlutut dengan wajah pucat, namun masih mempertahankan postur memegang panah dengan baik


Untungnya sebelum meminta Cao Feng mengalihkan perhatian Qin Mo, Zhou Yu sudah berpindah posisi dan berada jauh dari posisi keempat kapten, sehingga tindakannya tidak menarik perhatian Qin Mo


Namun tindakan Zhou Yu tentunya menarik perhatian para pendekar disekitarnya


Para pendekar tersebut terkejut dan berniat membantu Zhou Yue


Para pendekar tersebut segera berhenti dan saling memandang setelah mendengar perintah Zhou Yu


Namun Zhou Yu tidak menjelaskan apapun kepada mereka, karena ia berusaha menekan ketidaknyamanan pada tubuh dan pikirannya


Merasakan serangan balik anak panah tersebut, Zhou Yu tidak bisa tidak berteriak dalam hati "Senjata yang sangat jahat "


Ketika Zhou Yu berusaha menahan dampak serangan tersebut, Cincin Ruang tiba-tiba bersinar, bersamaan dengan suara Yang Ye yang terdengar di kepala Zhou Yu


"Fokuslah pada target anda, tuan muda. Biarkan budak tua yang menahan suara-suara ini "


Bersamaan dengan kalimat tersebut berakhir, suara-suara sengsara yang menusuk telinga Zhou Yu tiba-tiba menghilang


Zhou Yu mengangguk dan berterima kasih, meskipun tekanan yang menekan pundaknya tidak berkurang sedikitpun, namun dengan menghilangnya suara-suara sengsara tersebut, ia akhirnya bisa kembali fokus

__ADS_1


Zhou Yu menarik nafas panjang dan menatap Qin Mo yang berada disebrang dengan serius


Seperti seekor harimau yang bersembunyi di antara semak untuk menerkam seekor rusa


Tatapan pemuda bertopeng tersebut terus terpaku dan tidak pernah meninggalkan tubuh pria tua tersebut


Namun meskipun berdiri di ruang terbuka, Qin Mo tidak menunjukan celah sedikitpun, sehingga membuat Zhou Yu tidak bisa melepaskan anak panahnya dan hanya bisa menunggu dengan sabar


Menahan postur berlutut memegang panah sambil menahan tekanan berat pada pundaknya, membuat dahi pemuda bertopeng tersebut mulai bercucuran keringat


Namun meskipun demikian, ia masih tetap menunggu dengan sabar


Sampai akhirnya Zhou Yu melihat Qin Mo membuat gerakan, Zhou Yu tahu bahwa kesempatan akhirnya datang


Zhou Yu menahan nafas dan membidik pria tua tersebut


Ketika pria tua tersebut melepaskan jurusnya, Zhou Yu juga melepaskan anak panahnya dan segera bersembunyi dibalik tembok


Jurus Qin Mo menabrak tembok dan gerbang Desa Sua, sementara anak panah Zhou Yu melesat secara diam-diam menuju pria tua tersebut


***


Wajah Qin Mo berubah, namun ia tidak punya waktu untuk menghindar, sehingga ia segera mengalirkan tenaga dalam keseluruhan tubuhnya dan membentuk baju pelindung


Namun meskipun tubuh seorang Pendekar Kaisar sangat kuat, karena telah melalui proses penempaan


Ditambah dengan baju pelindung yang terbentuk dari tenaga dalam, membuat pertahanan Qin Mo sulit di rusak


Tapi ketika anak panah Zhou Yu mengenai tubuh pria tua tersebut


Pertahanan Qin Mo rusak dan pria tua tersebut terlempar sejauh belasan meter


Zhou Yu menatap Qin Mo dengan tatapan bermartabat


Menilai dari kegagalan sebelumnya, ia sadar jarak kekuatan antara dirinya dan pria tua tersebut terlalu jauh, sehingga ia meminta Cao Feng untuk mengulur waktu Qin Mo sejenak supaya ia bisa mencari solusinya


Cao Feng mengangguk setuju dan segera melaksanakan permintaan Zhou Yu


Diluar dugaan Zhou Yu, He Haoran yang sedikit lebih diam dari sebelumnya tiba-tiba melompat keluar


Hal tersebut membuat Zhou Yu dan Cao Feng lengah


Namun ketika melihat perhatian Qin Mo tertarik oleh He Haoran, keduanya terlihat heran sekaligus lega


Zhou Yu juga tidak membuang waktu dan terus memutar otaknya untuk mencari solusi dalam menghadapi Qin Mo


Setelah beberapa saat, Zhou Yu tiba-tiba teringat dengan tiga anak panah pemberian Tie Berjanggut


Meskipun Tie Berjanggut tidak mengatakan seberapa hebat kekuatan ketiga anak panah tersebut, namun menilai dari aura yang dilepaskan ketiga anak panah tersebut


Sekaligus status Tie Berjanggut sebagai seorang Ahli Pandai Besi Tingkat Tinggi, Zhou Yu menduga bahwa ketiga anak panah tersebut pasti tidak sederhana


Setelah mengingat ketiga anak panah tersebut


Zhou Yu tidak ragu-ragu, ia segera mengeluarkan salah satu anak panah tersebut dari Cincin Ruang


***


Zhou Yu menatap anak panah gelap tersebut sekali lagi


Anak panah tersebut masih memancarkan perasaan jahat seperti terakhir kali, namun untuk beberapa alasan, aura jahat tersebut seakan ditekan oleh sesuatu

__ADS_1


Zhou Yu memasang anak panah tersebut pada busurnya


Setelah itu, ia menarik tali busur tersebut seperti biasanya


Akan tetapi ketika ia menarik tali busur bersamaan dengan anak panah tersebut


Pundak Zhou Yu seakan ditekan oleh batu besar. tidak berhenti disana, Zhou Yu juga merasa kedinginan bersamaan dengan banyak teriakan sengsara yang menusuk telinganya


Teriakan tersebut seperti berasal dari kedalaman neraka, sehingga membuat jiwa Zhou Yu terasa dingin dan pikirannya menjadi sangat terganggu


Zhou Yu mengeluh dan segera berlutut dengan wajah pucat, namun masih mempertahankan postur memegang panah dengan baik


Untungnya sebelum meminta Cao Feng mengalihkan perhatian Qin Mo, Zhou Yu sudah berpindah posisi dan berada jauh dari posisi keempat kapten, sehingga tindakannya tidak menarik perhatian Qin Mo


Namun tindakan Zhou Yu tentunya menarik perhatian para pendekar disekitarnya


Para pendekar tersebut terkejut dan berniat membantu Zhou Yue


Para pendekar tersebut segera berhenti dan saling memandang setelah mendengar perintah Zhou Yu


Namun Zhou Yu tidak menjelaskan apapun kepada mereka, karena ia berusaha menekan ketidaknyamanan pada tubuh dan pikirannya


Merasakan serangan balik anak panah tersebut, Zhou Yu tidak bisa tidak berteriak dalam hati "Senjata yang sangat jahat "


Ketika Zhou Yu berusaha menahan dampak serangan tersebut, Cincin Ruang tiba-tiba bersinar, bersamaan dengan suara Yang Ye yang terdengar di kepala Zhou Yu


"Fokuslah pada target anda, tuan muda. Biarkan budak tua yang menahan suara-suara ini "


Bersamaan dengan kalimat tersebut berakhir, suara-suara sengsara yang menusuk telinga Zhou Yu tiba-tiba menghilang


Zhou Yu mengangguk dan berterima kasih, meskipun tekanan yang menekan pundaknya tidak berkurang sedikitpun, namun dengan menghilangnya suara-suara sengsara tersebut, ia akhirnya bisa kembali fokus


Zhou Yu menarik nafas panjang dan menatap Qin Mo yang berada disebrang dengan serius


Seperti seekor harimau yang bersembunyi di antara semak untuk menerkam seekor rusa


Tatapan pemuda bertopeng tersebut terus terpaku dan tidak pernah meninggalkan tubuh pria tua tersebut


Namun meskipun berdiri di ruang terbuka, Qin Mo tidak menunjukan celah sedikitpun, sehingga membuat Zhou Yu tidak bisa melepaskan anak panahnya dan hanya bisa menunggu dengan sabar


Menahan postur berlutut memegang panah sambil menahan tekanan berat pada pundaknya, membuat dahi pemuda bertopeng tersebut mulai bercucuran keringat


Namun meskipun demikian, ia masih tetap menunggu dengan sabar


Sampai akhirnya Zhou Yu melihat Qin Mo membuat gerakan, Zhou Yu tahu bahwa kesempatan akhirnya datang


Zhou Yu menahan nafas dan membidik pria tua tersebut


Ketika pria tua tersebut melepaskan jurusnya, Zhou Yu juga melepaskan anak panahnya dan segera bersembunyi dibalik tembok


Jurus Qin Mo menabrak tembok dan gerbang Desa Sua, sementara anak panah Zhou Yu melesat secara diam-diam menuju pria tua tersebut


***


Wajah Qin Mo berubah, namun ia tidak punya waktu untuk menghindar, sehingga ia segera mengalirkan tenaga dalam keseluruhan tubuhnya dan membentuk baju pelindung


Namun meskipun tubuh seorang Pendekar Kaisar sangat kuat, karena telah melalui proses penempaan


Ditambah dengan baju pelindung yang terbentuk dari tenaga dalam, membuat pertahanan Qin Mo sulit di rusak


Tapi ketika anak panah Zhou Yu mengenai tubuh pria tua tersebut

__ADS_1


Pertahanan Qin Mo rusak dan pria tua tersebut terlempar sejauh belasan meter


__ADS_2