
Meskipun Qin Mo melindungi tubuhnya dengan baju pelindung tenaga dalam, namun ketika anak panah Zhou Yu menabraknya
Anak panah tersebut tiba-tiba meledak dan mengeluarkan aura yang sangat jahat, sehingga membuatnya terluka luar dan dalam
Qin Mo memuntahkan seteguk darah, penampilannya juga terlihat malu
Selain pakaiannya terlihat rusak parah, beberapa bagian tubuhnya pun terlihat berdarah-darah dan menunjukan daging
Bukan hanya itu, momentum yang dilepaskannya pun telah banyak berkurang
Melihat situasi tragis pria tua tersebut, seluruh medan perang menjadi sunyi
Para pendekar Aliran Hitam yang bersemangat menuju Desa Sua terhenti dan menatap Qin Mo dengan mata melebar
Sementara, para pendekar Aliran Putih yang menderita serangan Qin Mo sebelumnya pun mengabaikan rasa sakit yang ada di tubuh mereka dan menatap pria tua tersebut dengan tatapan terkejut
Meskipun menderita luka serius bahkan kematian di medan perang adalah hal yang wajar, namun jika orang yang menderita luka serius tersebut adalah pendekar terkuat yang ada, dampaknya kepada para pendekar disekitarnya pasti akan sangat besar
Sebenarnya bukan hanya kedua pasukan saja yang terkejut
Zhou Yu sebagai orang yang melemparkan serangan pun terpana dengan hasil serangannya
Meskipun ia sudah menduga bahwa anak panah pemberian Tie Berjanggut tidak sederhana
Namun ia tidak pernah membayangkan akan sehebat itu
***
"Bagus wakil Zhou " Cao Feng berteriak, setelah tertegun sejenak
Bukan hanya Cao Feng, ketiga kapten dan seluruh pasukan yang selamat pun berteriak keras
Di sisi lain, Qin Mo terlihat muram
Setelah menekan ketidaknyaman tubuhnya dengan tenaga dalam
Ia mendongkak dan menatap Zhou Yu dengan niat membunuh yang mengembun di matanya
Jika tatapan bisa membunuh, Zhou Yu mungkin sudah dicabik-cabik menjadi ribuan keping
"Sangat bagus !, sangat bagus !, kau telah benar-benar membuatku marah anak kecil-!"Qin Mo berkata dengan suara suram
Niat Membunuh meletus dari tubuhnya
Sepanjang hidupnya di dunia persilatan, untuk pertama kalinya ia benar-benar marah karena terluka parah oleh seorang junior yang tidak dikenal
Qin Mo melesat ke arah Zhou Yu tanpa memperdulikan yang lainnya
Namun meskipun ia telah mempersiapkan diri, Zhou Yu masih tidak bisa menahan serangan Qin Mo
Zhou Yu berusaha keras menghindari serangan Qin Mo dengan ilmu meringankan tubuhnya
Akan tetapi meskipun ilmu meringankan tubuh Zhou Yu sangat tinggi dibandingkan dengan pendekar di tingkat yang sama
Namun dihadapan seorang Pendekar Kaisar seperti Qin Mo, kecepatannya tidak memiliki keunggulan sedikitpun
Zhou Yu hanya bisa menggertakan gigi dan terus menahan berbagai serangan Qin Mo sambil berusaha memindahkan tempat pertarungan mereka, supaya tidak merugikan para pendekar Aliran Putih yang lainnya
***
__ADS_1
Cao Feng dan yang lainnya yang melihat situasi tragis Zhou Yu segera membantu
Sementara itu, pasukan Aliran Putih yang berada ditembok juga kembali melepaskan anak panah mereka
Akan tetapi meskipun pasukan Aliran Putih berusaha menahan pasukan Aliran Hitam di luar desa
Namun karena gerbang desa sudah hancur, membuat para pendekar Aliran Hitam bisa memasuki Desa Sua dengan cukup mudah
Hal tersebut membuat pasukan Aliran Putih tidak punya pilihan lain, selain turun dan bertarung dengan para pendekar tersebut
Pasukan Aliran Putih segera dipecah menjadi dua
Sebagian bertahan ditembok desa untuk menahan para pendekar Aliran Hitam yang melompat
Sementara sisanya bertarung dibawah dengan pasukan Aliran Hitam
Untungnya gerbang desa tidak terlalu besar, sehingga jumlah para pendekar Aliran Hitam yang masuk ke desa sangat di batasi
***
Sementara kedua pasukan bertarung dengan sengit
Terdapat sekelompok pemuda yang masih tertahan di luar desa dan menatap pertempuran tersebut seolah sebuah pertunjukan
"Apakah kita akan tetap menonton seperti ini ?" Salah satu pemuda yang memiliki tubuh tinggi besar berkata sambil mencengkram erat gada dipundaknya
Pemuda tersebut tidak lain adalah Gu Bo
Dan para pemuda lainnya adalah Long Aoutian, Nie Liuju, dan Chu Furong
Long Aoutian tersenyum dan berkata dengan samar "Belum saatnya"
Meskipun Qin Mo melindungi tubuhnya dengan baju pelindung tenaga dalam, namun ketika anak panah Zhou Yu menabraknya
Anak panah tersebut tiba-tiba meledak dan mengeluarkan aura yang sangat jahat, sehingga membuatnya terluka luar dan dalam
Qin Mo memuntahkan seteguk darah, penampilannya juga terlihat malu
Selain pakaiannya terlihat rusak parah, beberapa bagian tubuhnya pun terlihat berdarah-darah dan menunjukan daging
Bukan hanya itu, momentum yang dilepaskannya pun telah banyak berkurang
Melihat situasi tragis pria tua tersebut, seluruh medan perang menjadi sunyi
Para pendekar Aliran Hitam yang bersemangat menuju Desa Sua terhenti dan menatap Qin Mo dengan mata melebar
Sementara, para pendekar Aliran Putih yang menderita serangan Qin Mo sebelumnya pun mengabaikan rasa sakit yang ada di tubuh mereka dan menatap pria tua tersebut dengan tatapan terkejut
Meskipun menderita luka serius bahkan kematian di medan perang adalah hal yang wajar, namun jika orang yang menderita luka serius tersebut adalah pendekar terkuat yang ada, dampaknya kepada para pendekar disekitarnya pasti akan sangat besar
Sebenarnya bukan hanya kedua pasukan saja yang terkejut
Zhou Yu sebagai orang yang melemparkan serangan pun terpana dengan hasil serangannya
Meskipun ia sudah menduga bahwa anak panah pemberian Tie Berjanggut tidak sederhana
Namun ia tidak pernah membayangkan akan sehebat itu
***
__ADS_1
"Bagus wakil Zhou " Cao Feng berteriak, setelah tertegun sejenak
Bukan hanya Cao Feng, ketiga kapten dan seluruh pasukan yang selamat pun berteriak keras
Di sisi lain, Qin Mo terlihat muram
Setelah menekan ketidaknyaman tubuhnya dengan tenaga dalam
Ia mendongkak dan menatap Zhou Yu dengan niat membunuh yang mengembun di matanya
Jika tatapan bisa membunuh, Zhou Yu mungkin sudah dicabik-cabik menjadi ribuan keping
"Sangat bagus !, sangat bagus !, kau telah benar-benar membuatku marah anak kecil-!"Qin Mo berkata dengan suara suram
Niat Membunuh meletus dari tubuhnya
Sepanjang hidupnya di dunia persilatan, untuk pertama kalinya ia benar-benar marah karena terluka parah oleh seorang junior yang tidak dikenal
Qin Mo melesat ke arah Zhou Yu tanpa memperdulikan yang lainnya
Namun meskipun ia telah mempersiapkan diri, Zhou Yu masih tidak bisa menahan serangan Qin Mo
Zhou Yu berusaha keras menghindari serangan Qin Mo dengan ilmu meringankan tubuhnya
Akan tetapi meskipun ilmu meringankan tubuh Zhou Yu sangat tinggi dibandingkan dengan pendekar di tingkat yang sama
Namun dihadapan seorang Pendekar Kaisar seperti Qin Mo, kecepatannya tidak memiliki keunggulan sedikitpun
Zhou Yu hanya bisa menggertakan gigi dan terus menahan berbagai serangan Qin Mo sambil berusaha memindahkan tempat pertarungan mereka, supaya tidak merugikan para pendekar Aliran Putih yang lainnya
***
Cao Feng dan yang lainnya yang melihat situasi tragis Zhou Yu segera membantu
Sementara itu, pasukan Aliran Putih yang berada ditembok juga kembali melepaskan anak panah mereka
Akan tetapi meskipun pasukan Aliran Putih berusaha menahan pasukan Aliran Hitam di luar desa
Namun karena gerbang desa sudah hancur, membuat para pendekar Aliran Hitam bisa memasuki Desa Sua dengan cukup mudah
Hal tersebut membuat pasukan Aliran Putih tidak punya pilihan lain, selain turun dan bertarung dengan para pendekar tersebut
Pasukan Aliran Putih segera dipecah menjadi dua
Sebagian bertahan ditembok desa untuk menahan para pendekar Aliran Hitam yang melompat
Sementara sisanya bertarung dibawah dengan pasukan Aliran Hitam
Untungnya gerbang desa tidak terlalu besar, sehingga jumlah para pendekar Aliran Hitam yang masuk ke desa sangat di batasi
***
Sementara kedua pasukan bertarung dengan sengit
Terdapat sekelompok pemuda yang masih tertahan di luar desa dan menatap pertempuran tersebut seolah sebuah pertunjukan
"Apakah kita akan tetap menonton seperti ini ?" Salah satu pemuda yang memiliki tubuh tinggi besar berkata sambil mencengkram erat gada dipundaknya
Pemuda tersebut tidak lain adalah Gu Bo
__ADS_1
Dan para pemuda lainnya adalah Long Aoutian, Nie Liuju, dan Chu Furong
Long Aoutian tersenyum dan berkata dengan samar "Belum saatnya"