Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Kekuatan Anak Panah


__ADS_3

Meskipun Qin Mo melindungi tubuhnya dengan baju pelindung tenaga dalam, namun ketika anak panah Zhou Yu menabraknya


Anak panah tersebut tiba-tiba meledak dan mengeluarkan aura yang sangat jahat, sehingga membuatnya terluka luar dan dalam


Qin Mo memuntahkan seteguk darah, penampilannya juga terlihat malu


Selain pakaiannya terlihat rusak parah, beberapa bagian tubuhnya pun terlihat berdarah-darah dan menunjukan daging


Bukan hanya itu, momentum yang dilepaskannya pun telah banyak berkurang


Melihat situasi tragis pria tua tersebut, seluruh medan perang menjadi sunyi


Para pendekar Aliran Hitam yang bersemangat menuju Desa Sua terhenti dan menatap Qin Mo dengan mata melebar


Sementara, para pendekar Aliran Putih yang menderita serangan Qin Mo sebelumnya pun mengabaikan rasa sakit yang ada di tubuh mereka dan menatap pria tua tersebut dengan tatapan terkejut


Meskipun menderita luka serius bahkan kematian di medan perang adalah hal yang wajar, namun jika orang yang menderita luka serius tersebut adalah pendekar terkuat yang ada, dampaknya kepada para pendekar disekitarnya pasti akan sangat besar


Sebenarnya bukan hanya kedua pasukan saja yang terkejut


Zhou Yu sebagai orang yang melemparkan serangan pun terpana dengan hasil serangannya


Meskipun ia sudah menduga bahwa anak panah pemberian Tie Berjanggut tidak sederhana


Namun ia tidak pernah membayangkan akan sehebat itu


***


"Bagus wakil Zhou " Cao Feng berteriak, setelah tertegun sejenak


Bukan hanya Cao Feng, ketiga kapten dan seluruh pasukan yang selamat pun berteriak keras


Di sisi lain, Qin Mo terlihat muram


Setelah menekan ketidaknyaman tubuhnya dengan tenaga dalam


Ia mendongkak dan menatap Zhou Yu dengan niat membunuh yang mengembun di matanya


Jika tatapan bisa membunuh, Zhou Yu mungkin sudah dicabik-cabik menjadi ribuan keping


"Sangat bagus !, sangat bagus !, kau telah benar-benar membuatku marah anak kecil-!"Qin Mo berkata dengan suara suram


Niat Membunuh meletus dari tubuhnya


Sepanjang hidupnya di dunia persilatan, untuk pertama kalinya ia benar-benar marah karena terluka parah oleh seorang junior yang tidak dikenal


Qin Mo melesat ke arah Zhou Yu tanpa memperdulikan yang lainnya


Namun meskipun ia telah mempersiapkan diri, Zhou Yu masih tidak bisa menahan serangan Qin Mo


Zhou Yu berusaha keras menghindari serangan Qin Mo dengan ilmu meringankan tubuhnya


Akan tetapi meskipun ilmu meringankan tubuh Zhou Yu sangat tinggi dibandingkan dengan pendekar di tingkat yang sama


Namun dihadapan seorang Pendekar Kaisar seperti Qin Mo, kecepatannya tidak memiliki keunggulan sedikitpun


Zhou Yu hanya bisa menggertakan gigi dan terus menahan berbagai serangan Qin Mo sambil berusaha memindahkan tempat pertarungan mereka, supaya tidak merugikan para pendekar Aliran Putih yang lainnya


***

__ADS_1


Cao Feng dan yang lainnya yang melihat situasi tragis Zhou Yu segera membantu


Sementara itu, pasukan Aliran Putih yang berada ditembok juga kembali melepaskan anak panah mereka


Akan tetapi meskipun pasukan Aliran Putih berusaha menahan pasukan Aliran Hitam di luar desa


Namun karena gerbang desa sudah hancur, membuat para pendekar Aliran Hitam bisa memasuki Desa Sua dengan cukup mudah


Hal tersebut membuat pasukan Aliran Putih tidak punya pilihan lain, selain turun dan bertarung dengan para pendekar tersebut


Pasukan Aliran Putih segera dipecah menjadi dua


Sebagian bertahan ditembok desa untuk menahan para pendekar Aliran Hitam yang melompat


Sementara sisanya bertarung dibawah dengan pasukan Aliran Hitam


Untungnya gerbang desa tidak terlalu besar, sehingga jumlah para pendekar Aliran Hitam yang masuk ke desa sangat di batasi


***


Sementara kedua pasukan bertarung dengan sengit


Terdapat sekelompok pemuda yang masih tertahan di luar desa dan menatap pertempuran tersebut seolah sebuah pertunjukan


"Apakah kita akan tetap menonton seperti ini ?" Salah satu pemuda yang memiliki tubuh tinggi besar berkata sambil mencengkram erat gada dipundaknya


Pemuda tersebut tidak lain adalah Gu Bo


Dan para pemuda lainnya adalah Long Aoutian, Nie Liuju, dan Chu Furong


Long Aoutian tersenyum dan berkata dengan samar "Belum saatnya"


Meskipun Qin Mo melindungi tubuhnya dengan baju pelindung tenaga dalam, namun ketika anak panah Zhou Yu menabraknya


Anak panah tersebut tiba-tiba meledak dan mengeluarkan aura yang sangat jahat, sehingga membuatnya terluka luar dan dalam


Qin Mo memuntahkan seteguk darah, penampilannya juga terlihat malu


Selain pakaiannya terlihat rusak parah, beberapa bagian tubuhnya pun terlihat berdarah-darah dan menunjukan daging


Bukan hanya itu, momentum yang dilepaskannya pun telah banyak berkurang


Melihat situasi tragis pria tua tersebut, seluruh medan perang menjadi sunyi


Para pendekar Aliran Hitam yang bersemangat menuju Desa Sua terhenti dan menatap Qin Mo dengan mata melebar


Sementara, para pendekar Aliran Putih yang menderita serangan Qin Mo sebelumnya pun mengabaikan rasa sakit yang ada di tubuh mereka dan menatap pria tua tersebut dengan tatapan terkejut


Meskipun menderita luka serius bahkan kematian di medan perang adalah hal yang wajar, namun jika orang yang menderita luka serius tersebut adalah pendekar terkuat yang ada, dampaknya kepada para pendekar disekitarnya pasti akan sangat besar


Sebenarnya bukan hanya kedua pasukan saja yang terkejut


Zhou Yu sebagai orang yang melemparkan serangan pun terpana dengan hasil serangannya


Meskipun ia sudah menduga bahwa anak panah pemberian Tie Berjanggut tidak sederhana


Namun ia tidak pernah membayangkan akan sehebat itu


***

__ADS_1


"Bagus wakil Zhou " Cao Feng berteriak, setelah tertegun sejenak


Bukan hanya Cao Feng, ketiga kapten dan seluruh pasukan yang selamat pun berteriak keras


Di sisi lain, Qin Mo terlihat muram


Setelah menekan ketidaknyaman tubuhnya dengan tenaga dalam


Ia mendongkak dan menatap Zhou Yu dengan niat membunuh yang mengembun di matanya


Jika tatapan bisa membunuh, Zhou Yu mungkin sudah dicabik-cabik menjadi ribuan keping


"Sangat bagus !, sangat bagus !, kau telah benar-benar membuatku marah anak kecil-!"Qin Mo berkata dengan suara suram


Niat Membunuh meletus dari tubuhnya


Sepanjang hidupnya di dunia persilatan, untuk pertama kalinya ia benar-benar marah karena terluka parah oleh seorang junior yang tidak dikenal


Qin Mo melesat ke arah Zhou Yu tanpa memperdulikan yang lainnya


Namun meskipun ia telah mempersiapkan diri, Zhou Yu masih tidak bisa menahan serangan Qin Mo


Zhou Yu berusaha keras menghindari serangan Qin Mo dengan ilmu meringankan tubuhnya


Akan tetapi meskipun ilmu meringankan tubuh Zhou Yu sangat tinggi dibandingkan dengan pendekar di tingkat yang sama


Namun dihadapan seorang Pendekar Kaisar seperti Qin Mo, kecepatannya tidak memiliki keunggulan sedikitpun


Zhou Yu hanya bisa menggertakan gigi dan terus menahan berbagai serangan Qin Mo sambil berusaha memindahkan tempat pertarungan mereka, supaya tidak merugikan para pendekar Aliran Putih yang lainnya


***


Cao Feng dan yang lainnya yang melihat situasi tragis Zhou Yu segera membantu


Sementara itu, pasukan Aliran Putih yang berada ditembok juga kembali melepaskan anak panah mereka


Akan tetapi meskipun pasukan Aliran Putih berusaha menahan pasukan Aliran Hitam di luar desa


Namun karena gerbang desa sudah hancur, membuat para pendekar Aliran Hitam bisa memasuki Desa Sua dengan cukup mudah


Hal tersebut membuat pasukan Aliran Putih tidak punya pilihan lain, selain turun dan bertarung dengan para pendekar tersebut


Pasukan Aliran Putih segera dipecah menjadi dua


Sebagian bertahan ditembok desa untuk menahan para pendekar Aliran Hitam yang melompat


Sementara sisanya bertarung dibawah dengan pasukan Aliran Hitam


Untungnya gerbang desa tidak terlalu besar, sehingga jumlah para pendekar Aliran Hitam yang masuk ke desa sangat di batasi


***


Sementara kedua pasukan bertarung dengan sengit


Terdapat sekelompok pemuda yang masih tertahan di luar desa dan menatap pertempuran tersebut seolah sebuah pertunjukan


"Apakah kita akan tetap menonton seperti ini ?" Salah satu pemuda yang memiliki tubuh tinggi besar berkata sambil mencengkram erat gada dipundaknya


Pemuda tersebut tidak lain adalah Gu Bo

__ADS_1


Dan para pemuda lainnya adalah Long Aoutian, Nie Liuju, dan Chu Furong


Long Aoutian tersenyum dan berkata dengan samar "Belum saatnya"


__ADS_2