Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Sikap II


__ADS_3

Setelah Zhou Yu meninggalkan ruangan, ruang rahasia kembali sunyi, ketujuh anak menatap ke arah pintu keluar dengan ekspresi kosong


Baru setelah beberapa saat berlalu, anak laki-laki yang sebelumnya bertarung terbangun dan membalikkan tubuhnya ke arah rekan-rekannya


“Maafkan aku semuanya, karena ulahku yang tidak masuk akal, kalian juga terkena imbasnya”


Anak laki-laki tersebut menundukkan kepalanya dan memberi busur 180 derajat


“Maafkan aku juga, aku seharusnya bisa lebih menahan diri lagi agar kejadian ini tidak terjadi”


Anak perempuan yang menjadi lawannya juga bereaksi setelah melihat tindakan anak laki-laki tersebut


Melihat kedua orang yang sebelumnya saling menyerang dengan ganas menundukkan kepala untuk meminta maaf


Kelima anak tersebut saling melirik dengan canggung


Untungnya anak laki-laki yang sebelumnya memisahkan keduanya kemudian bereaksi dan berkata sambil tertawa


“Kalian berdua tidak perlu melakukan itu, sebelumnya kita tidak terlalu mengenal satu sama lain, jadi wajar saja jika ada sedikit perselisihan di antara kita, anggaplah sebagai proses perkenalan”


“Tapi karena pertengkaran kami berdua, Tuan Muda menjadi marah dan meninggalkan kita di sini, hal ini tidak mungkin di lupakan begitu saja” Anak laki-laki tadi menggelengkan kepalanya tidak setuju


“Karena hal ini terjadi akibat ulah kami berdua, maka kami akan bertemu dengan Tuan Muda dan mengakui kesalahan kami, paling tidak, aku berharap Tuan Muda akan memaafkan kalian berlima dan tidak terseret masalah akibat ulah kami”


“Aku setuju” Anak perempuan di sampingnya mengangguk setuju


“Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo pergi ?” Anak laki-laki tersebut melirik anak perempuan di sampingnya itu


Anak perempuan tersebut mengangguk setuju dan berbalik


Namun tepat ketika keduanya baru berniat mengambil langkah, suara anak laki-laki yang tadi memisahkan keduanya kembali terdengar


“Tunggu”


Mendengar kata tersebut, keduanya menoleh dan menatap anak laki-laki yang memisahkan mereka dengan ekspresi bingung


Disisi lain, anak laki-laki tersebut menatap keduanya sebelum berkata “Aku pikir sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bertemu dengan Tuan Muda”


“Apa kalian lupa apa yang baru saja Tuan Muda katakan kepada kita ?”


“Tuan Muda meminta kita untuk memikirkan kembali alasan kenapa kita ingin menjadi seorang pendekar adalah karena beliau ingin kita benar-benar memikirkannya, bukan justru memikirkan cara membujuknya supaya memaafkan kita” Ujar anak laki-laki tersebut dengan serius


“Tapi bukankah kita sudah mengetahui alasan kita ingin menjadi seorang pendekar sejak awal ?” Anak laki-laki yang sebelumnya bertarung mengerutkan keningnya


“Apa alasanmu ingin menjadi seorang pendekar ?” Anak laki-laki tadi balik bertanya


“Karena aku tidak ingin di intimidasi lagi dan aku ingin menjadi pelindung bagi mereka yang di intimidasi, tapi tidak berani melawan karena khawatir konsekuensi setelahnya”


“Itu artinya kau akan melawan para penindas ?” Anak laki-laki tadi kembali bertanya


Anak laki-laki yang sebelumnya bertarung mengangguk dan menjawab “Tentu saja”


“Lalu apakah saudari Ling adalah seorang pengganggu ?”


***


Cincin Ruang


Di tepi kolam, Zhou Yu terlihat tengah berbaring dengan santai

__ADS_1


Disampingnya, seekor harimau emas juga terlihat berbaring dengan malas


Suasana terlihat sangat tenang sebelum harimau emas tersebut kemudian memecahkan kesunyian


“Apa kau benar-benar tidak terburu-buru ? apa kau pikir menumbuhkan 7 Pendekar Suci sekaligus adalah tugas yang mudah ?”


“Aku percaya padamu, senior” Zhou Yu menjawab tanpa berniat membuka matanya


Mendengar kalimat tersebut, harimau emas tersebut berdiri dan berkata “Percaya kepalamu"


"Bahkan jika aku bisa mengembalikan aliran waktu di dalam cincin ruang seperti sebelumnya, tidak ada yang bisa menjamin mereka akan mencapai tingkat Pendekar Suci tepat sebelum waktu perjanjian satu tahun yang telah di sepakati tiba"


“Lalu, apakah Anda ingin segera memulainya ?” Zhou Yu membuka matanya dan bertanya ke arah harimau tersebut


Harimau tersebut tidak membantah dan berkata dengan samar “Lebih cepat lebih baik”


“Aku tahu itu” Zhou Yu menghela nafas dan berkata “Tapi masalahnya, di era Anda, seorang Pendekar Suci bukanlah kekuatan yang sangat penting, tapi di era saat ini, penguasa sejati seluruh dunia persilatan adalah Pendekar Suci”


“Jika aku membiarkan mereka berlatih dan mencapai tingkat Pendekar Suci tanpa mengetahui karakternya terlebih dahulu, aku tidak mungkin lega, apalagi mereka pasti akan menjadi pilar penting organisasi di masa depan”


"Jadi aku ingin menunggu sebentar lagi dan melihat karakter mereka yang sebenarnya untuk menjawab pertanyaan apakah mereka layak untuk kesempatan ini"


“Apakah organisasi itu benar-benar penting menurutmu ?” Harimau emas tersebut tiba-tiba bertanya setelah terdiam sejenak


Zhou Yu mengangguk dan menjawab “Organisasi sangatlah penting, mungkin bukan untukku, tapi untuk mereka yang berada di dalamnya, organisasi adalah rumah dan aku tidak akan membiarkan itu hancur begitu saja”


Ketika mengatakan itu, matanya terlihat menerawang jauh dan membayangkan ekspresi terkejut dan ketakutan dari ketujuh anak yang ia kumpulkan saat mendengar organisasi akan di bubarkan


...


Setelah Zhou Yu meninggalkan ruangan, ruang rahasia kembali sunyi, ketujuh anak menatap ke arah pintu keluar dengan ekspresi kosong


Baru setelah beberapa saat berlalu, anak laki-laki yang sebelumnya bertarung terbangun dan membalikkan tubuhnya ke arah rekan-rekannya


“Maafkan aku semuanya, karena ulahku yang tidak masuk akal, kalian juga terkena imbasnya”


Anak laki-laki tersebut menundukkan kepalanya dan memberi busur 180 derajat


“Maafkan aku juga, aku seharusnya bisa lebih menahan diri lagi agar kejadian ini tidak terjadi”


Anak perempuan yang menjadi lawannya juga bereaksi setelah melihat tindakan anak laki-laki tersebut


Melihat kedua orang yang sebelumnya saling menyerang dengan ganas menundukkan kepala untuk meminta maaf


Kelima anak tersebut saling melirik dengan canggung


Untungnya anak laki-laki yang sebelumnya memisahkan keduanya kemudian bereaksi dan berkata sambil tertawa


“Kalian berdua tidak perlu melakukan itu, sebelumnya kita tidak terlalu mengenal satu sama lain, jadi wajar saja jika ada sedikit perselisihan di antara kita, anggaplah sebagai proses perkenalan”


“Tapi karena pertengkaran kami berdua, Tuan Muda menjadi marah dan meninggalkan kita di sini, hal ini tidak mungkin di lupakan begitu saja” Anak laki-laki tadi menggelengkan kepalanya tidak setuju


“Karena hal ini terjadi akibat ulah kami berdua, maka kami akan bertemu dengan Tuan Muda dan mengakui kesalahan kami, paling tidak, aku berharap Tuan Muda akan memaafkan kalian berlima dan tidak terseret masalah akibat ulah kami”


“Aku setuju” Anak perempuan di sampingnya mengangguk setuju


“Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo pergi ?” Anak laki-laki tersebut melirik anak perempuan di sampingnya itu


Anak perempuan tersebut mengangguk setuju dan berbalik

__ADS_1


Namun tepat ketika keduanya baru berniat mengambil langkah, suara anak laki-laki yang tadi memisahkan keduanya kembali terdengar


“Tunggu”


Mendengar kata tersebut, keduanya menoleh dan menatap anak laki-laki yang memisahkan mereka dengan ekspresi bingung


Disisi lain, anak laki-laki tersebut menatap keduanya sebelum berkata “Aku pikir sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bertemu dengan Tuan Muda”


“Apa kalian lupa apa yang baru saja Tuan Muda katakan kepada kita ?”


“Tuan Muda meminta kita untuk memikirkan kembali alasan kenapa kita ingin menjadi seorang pendekar adalah karena beliau ingin kita benar-benar memikirkannya, bukan justru memikirkan cara membujuknya supaya memaafkan kita” Ujar anak laki-laki tersebut dengan serius


“Tapi bukankah kita sudah mengetahui alasan kita ingin menjadi seorang pendekar sejak awal ?” Anak laki-laki yang sebelumnya bertarung mengerutkan keningnya


“Apa alasanmu ingin menjadi seorang pendekar ?” Anak laki-laki tadi balik bertanya


“Karena aku tidak ingin di intimidasi lagi dan aku ingin menjadi pelindung bagi mereka yang di intimidasi, tapi tidak berani melawan karena khawatir konsekuensi setelahnya”


“Itu artinya kau akan melawan para penindas ?” Anak laki-laki tadi kembali bertanya


Anak laki-laki yang sebelumnya bertarung mengangguk dan menjawab “Tentu saja”


“Lalu apakah saudari Ling adalah seorang pengganggu ?”


***


Cincin Ruang


Di tepi kolam, Zhou Yu terlihat tengah berbaring dengan santai


Disampingnya, seekor harimau emas juga terlihat berbaring dengan malas


Suasana terlihat sangat tenang sebelum harimau emas tersebut kemudian memecahkan kesunyian


“Apa kau benar-benar tidak terburu-buru ? apa kau pikir menumbuhkan 7 Pendekar Suci sekaligus adalah tugas yang mudah ?”


“Aku percaya padamu, senior” Zhou Yu menjawab tanpa berniat membuka matanya


Mendengar kalimat tersebut, harimau emas tersebut berdiri dan berkata “Percaya kepalamu"


"Bahkan jika aku bisa mengembalikan aliran waktu di dalam cincin ruang seperti sebelumnya, tidak ada yang bisa menjamin mereka akan mencapai tingkat Pendekar Suci tepat sebelum waktu perjanjian satu tahun yang telah di sepakati tiba"


“Lalu, apakah Anda ingin segera memulainya ?” Zhou Yu membuka matanya dan bertanya ke arah harimau tersebut


Harimau tersebut tidak membantah dan berkata dengan samar “Lebih cepat lebih baik”


“Aku tahu itu” Zhou Yu menghela nafas dan berkata “Tapi masalahnya, di era Anda, seorang Pendekar Suci bukanlah kekuatan yang sangat penting, tapi di era saat ini, penguasa sejati seluruh dunia persilatan adalah Pendekar Suci”


“Jika aku membiarkan mereka berlatih dan mencapai tingkat Pendekar Suci tanpa mengetahui karakternya terlebih dahulu, aku tidak mungkin lega, apalagi mereka pasti akan menjadi pilar penting organisasi di masa depan”


"Jadi aku ingin menunggu sebentar lagi dan melihat karakter mereka yang sebenarnya untuk menjawab pertanyaan apakah mereka layak untuk kesempatan ini"


“Apakah organisasi itu benar-benar penting menurutmu ?” Harimau emas tersebut tiba-tiba bertanya setelah terdiam sejenak


Zhou Yu mengangguk dan menjawab “Organisasi sangatlah penting, mungkin bukan untukku, tapi untuk mereka yang berada di dalamnya, organisasi adalah rumah dan aku tidak akan membiarkan itu hancur begitu saja”


Ketika mengatakan itu, matanya terlihat menerawang jauh dan membayangkan ekspresi terkejut dan ketakutan dari ketujuh anak yang ia kumpulkan saat mendengar organisasi akan di bubarkan


...

__ADS_1


__ADS_2