
Pemimpin pasukan kembali beradu pukulan dengan Kera Emas yang membuat gelombang udara yang sangat kuat menghantam area sekitarnya
Dibandingkan pertempuran antara Pendekar Pedang Api dan Singa Berkepala Dua
Pertempuran keduanya jauh lebih berbahaya dan merusak sehingga para pendekar serta siluman pun enggan bertarung didekat mereka karena khawatir terkena serangan nyasar atau gelombang tabrakan keduanya
Namun meskipun mengetahui hal tersebut, pemimpin pasukan tidak punya pilihan lain, karena dirinya sendiri adalah pendekar yang berfokus pada latihan tenaga dalam dan seni bela diri tangan kosong
Sementara siluman yang dihadapinya memiliki keunggulan fisik yang sangat tirani, sehingga tidak peduli bagaimana pemimpin pasukan berusaha meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan akibat tabrakan keduanya
Kerusakan yang diterima oleh area sekitarnya masih sangat besar
Pemimpin pasukan berniat kembali menyerang ke arah Kera Emas, tetapi gerakannya terhenti karena kedatangan seseorang yang menghalangi jalannya
Orang tersebut adalah seorang pria paruh baya yang tidak lain merupakan kapten tim pengintai yang bertugas untuk memantau situasi pertempuran yang tengah terjadi
Melihat kedatangan pria paruh baya tersebut, pemimpin pasukan menaikan alisnya dengan tatapan bertanya
Kapten tim pengintai tidak berani membuang waktu dan langsung menjelaskan alasan kedatangannya
"Dinding pertahanan belakang sudah di tembus katamu ?" Pemimpin pasukan bertanya dengan keras
Kapten tim pengintai mengangguk dan menjawab "Benar pemimpin "
"Tapi bagaimana mungkin ? aku bahkan menempatkan dua orang Pendekar Kaisar dan tiga orang Pendekar Raja disana, apa saja yang dilakukan orang-orang itu ?" Pemimpin pasukan bertanya dengan marah
Kapten tim pengintai menunduk kepalanya dan menjawab "Kedua Pendekar Kaisar sedang disibukan oleh seekor Siluman Tingkat Tinggi, sementara ketiga Pendekar Raja..."
"Tidak bisa menahan para siluman itu " Pemimpin pasukan memotong ucapan pria paruh baya tersebut
Kapten tim pengintai mengangguk sebagai jawaban
Pemimpin pasukan mencibir dan kembali bertanya "Apakah Siluman Tingkat Tinggi juga sudah muncul di tempat lain ?"
"Untuk saat ini masih belum, pemimpin " Kapten tim pengintai menggelengkan kepalanya
Pemimpin pasukan mengangguk dan memerintahkan pria paruh baya tersebut untuk mundur
"Laporkan apapun yang terjadi kepadaku secepatnya mungkin "
Sementara itu, pemimpin pasukan terdiam sejenak
Menurut informasi yang dikumpulkan tim pengintai sebelumnya, setidaknya ada enam Siluman Tingkat Tinggi yang terlibat dalam penyerangan ini
Meskipun jumlah tersebut masih perlu diperdebatkan, namun jika informasi yang didapatkan tim pengintai adalah sebuah kebenaran, artinya masih ada tiga ekor Siluman Tingkat Tinggi yang belum muncul
"Masih tiga ekor, aku khawatir kekuatan mereka lebih kuat dari ketiga siluman ini, jika memang demikian, aku harus menyelesaikan siluman kera ini sesegera mungkin sebelum yang lainnya muncul " Pemimpin pasukan bergumam pelan sambil melepaskan tenaga dalam yang jauh lebih besar dari sebelumnya dengan harapan bisa menyelesaikan Kera Emas secepatnya mungkin
***
Sementara pemimpin pasukan baru bersiap menyelesaikan Kera Emas yang menjadi lawannya
__ADS_1
Pertempuran di atas langit sudah memasuki tahap akhir, dimana Elang Putih baru saja membunuh seekor gagak untuk kesekian kalinya
Dihadapkan dengan pengepungan kawanan gagak, Elang Putih tidak menyusut dan justru melepaskan dominasinya sebagai raja langit, sehingga setelah pertempuran sengit antara mereka terjadi
Jumlah kawanan gagak yang sebelumnya mencapai belasan ekor tinggal tersisa tidak lebih dari tiga ekor saja
Melihat teman mereka yang mati untuk kesekian kalinya, para gagak yang tersisa berteriak marah dan menyerbu Elang Putih dengan ganas
Namun mengahadapi serangan ganas tersebut, Elang Putih tidak lekas panik
Tubuhnya berputar dan melakukan gerakan yang sangat cantik untuk menghindari serangan dari gagak-gagak tersebut sebelum berbalik dan melakukan serangan
Seekor gagak yang lengah dan dibutakan oleh kemarahan terlambat bereaksi dengan serangan Elang Putih, sehingga cakar elang tersebut meluncur mulus di antara lehernya yang membuat siluman gagak tersebut jatuh dan kehilangan nyawanya
Mungkin agak terlambat, namun setelah kematian teman mereka tersebut, kedua gagak yang tersisa akhirnya menunjukkan ekspresi ketakutan yang manusiawi dan berniat melarikan diri
Akan tetapi Elang Putih yang sedang dalam momentum tinggi tidak berniat melepaskan kedua gagak tersebut, sehingga elang tersebut mengejar dan membunuh kedua gagak hanya dalam beberapa tarikan nafas
***
Zhou Yu tersenyum ketika mendengar teriakan kemenangan dari Elang Putih
Namun wajahnya langsung berubah ketika pemuda bertopeng tersebut mendengar teriakan panjang dan auman agung dengan aura yang sangat kuat dari arah hutan di depannya
...
Pemimpin pasukan kembali beradu pukulan dengan Kera Emas yang membuat gelombang udara yang sangat kuat menghantam area sekitarnya
Dibandingkan pertempuran antara Pendekar Pedang Api dan Singa Berkepala Dua
Pertempuran keduanya jauh lebih berbahaya dan merusak sehingga para pendekar serta siluman pun enggan bertarung didekat mereka karena khawatir terkena serangan nyasar atau gelombang tabrakan keduanya
Namun meskipun mengetahui hal tersebut, pemimpin pasukan tidak punya pilihan lain, karena dirinya sendiri adalah pendekar yang berfokus pada latihan tenaga dalam dan seni bela diri tangan kosong
Sementara siluman yang dihadapinya memiliki keunggulan fisik yang sangat tirani, sehingga tidak peduli bagaimana pemimpin pasukan berusaha meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan akibat tabrakan keduanya
Kerusakan yang diterima oleh area sekitarnya masih sangat besar
Pemimpin pasukan berniat kembali menyerang ke arah Kera Emas, tetapi gerakannya terhenti karena kedatangan seseorang yang menghalangi jalannya
Orang tersebut adalah seorang pria paruh baya yang tidak lain merupakan kapten tim pengintai yang bertugas untuk memantau situasi pertempuran yang tengah terjadi
Melihat kedatangan pria paruh baya tersebut, pemimpin pasukan menaikan alisnya dengan tatapan bertanya
Kapten tim pengintai tidak berani membuang waktu dan langsung menjelaskan alasan kedatangannya
"Dinding pertahanan belakang sudah di tembus katamu ?" Pemimpin pasukan bertanya dengan keras
Kapten tim pengintai mengangguk dan menjawab "Benar pemimpin "
"Tapi bagaimana mungkin ? aku bahkan menempatkan dua orang Pendekar Kaisar dan tiga orang Pendekar Raja disana, apa saja yang dilakukan orang-orang itu ?" Pemimpin pasukan bertanya dengan marah
__ADS_1
Kapten tim pengintai menunduk kepalanya dan menjawab "Kedua Pendekar Kaisar sedang disibukan oleh seekor Siluman Tingkat Tinggi, sementara ketiga Pendekar Raja..."
"Tidak bisa menahan para siluman itu " Pemimpin pasukan memotong ucapan pria paruh baya tersebut
Kapten tim pengintai mengangguk sebagai jawaban
Pemimpin pasukan mencibir dan kembali bertanya "Apakah Siluman Tingkat Tinggi juga sudah muncul di tempat lain ?"
"Untuk saat ini masih belum, pemimpin " Kapten tim pengintai menggelengkan kepalanya
Pemimpin pasukan mengangguk dan memerintahkan pria paruh baya tersebut untuk mundur
"Laporkan apapun yang terjadi kepadaku secepatnya mungkin "
Sementara itu, pemimpin pasukan terdiam sejenak
Menurut informasi yang dikumpulkan tim pengintai sebelumnya, setidaknya ada enam Siluman Tingkat Tinggi yang terlibat dalam penyerangan ini
Meskipun jumlah tersebut masih perlu diperdebatkan, namun jika informasi yang didapatkan tim pengintai adalah sebuah kebenaran, artinya masih ada tiga ekor Siluman Tingkat Tinggi yang belum muncul
"Masih tiga ekor, aku khawatir kekuatan mereka lebih kuat dari ketiga siluman ini, jika memang demikian, aku harus menyelesaikan siluman kera ini sesegera mungkin sebelum yang lainnya muncul " Pemimpin pasukan bergumam pelan sambil melepaskan tenaga dalam yang jauh lebih besar dari sebelumnya dengan harapan bisa menyelesaikan Kera Emas secepatnya mungkin
***
Sementara pemimpin pasukan baru bersiap menyelesaikan Kera Emas yang menjadi lawannya
Pertempuran di atas langit sudah memasuki tahap akhir, dimana Elang Putih baru saja membunuh seekor gagak untuk kesekian kalinya
Dihadapkan dengan pengepungan kawanan gagak, Elang Putih tidak menyusut dan justru melepaskan dominasinya sebagai raja langit, sehingga setelah pertempuran sengit antara mereka terjadi
Jumlah kawanan gagak yang sebelumnya mencapai belasan ekor tinggal tersisa tidak lebih dari tiga ekor saja
Melihat teman mereka yang mati untuk kesekian kalinya, para gagak yang tersisa berteriak marah dan menyerbu Elang Putih dengan ganas
Namun mengahadapi serangan ganas tersebut, Elang Putih tidak lekas panik
Tubuhnya berputar dan melakukan gerakan yang sangat cantik untuk menghindari serangan dari gagak-gagak tersebut sebelum berbalik dan melakukan serangan
Seekor gagak yang lengah dan dibutakan oleh kemarahan terlambat bereaksi dengan serangan Elang Putih, sehingga cakar elang tersebut meluncur mulus di antara lehernya yang membuat siluman gagak tersebut jatuh dan kehilangan nyawanya
Mungkin agak terlambat, namun setelah kematian teman mereka tersebut, kedua gagak yang tersisa akhirnya menunjukkan ekspresi ketakutan yang manusiawi dan berniat melarikan diri
Akan tetapi Elang Putih yang sedang dalam momentum tinggi tidak berniat melepaskan kedua gagak tersebut, sehingga elang tersebut mengejar dan membunuh kedua gagak hanya dalam beberapa tarikan nafas
***
Zhou Yu tersenyum ketika mendengar teriakan kemenangan dari Elang Putih
Namun wajahnya langsung berubah ketika pemuda bertopeng tersebut mendengar teriakan panjang dan auman agung dengan aura yang sangat kuat dari arah hutan di depannya
...
__ADS_1