Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Pemilihan Murid IV


__ADS_3

Peserta pertandingan kedua memasuki arena yaitu seorang pemuda berusia 16-17 tahun dengan dua pedang tersarung rapih di pinggangnya


Mata Zhou Yu melebar saat menyaksikan peserta yang menjadi lawan pemuda tersebut cukup familier "Saudara Jiang, bukankah dia saudari Yuan ? "


Jiang Feng mengangguk "Dia memang saudari Yuan, beberapa minggu lalu ia di rekomendasikan menjadi murid inti oleh salah satu tetua utama, jika saja tidak ada dirimu, dia lah yang akan menjadi jenius terbaik sekte kita.."


Zhou Yu cukup terkejut, karena bisa di bilang Yuan Qixue adalah murid inti termuda setelah dirinya, Zhou Yu tidak menduga bahwa Yuan Qixue akan maju sampai ke titik ini begitu cepat, karena terakhir kali mereka bertemu Yuan Qixue memang adalah murid dalam, namun sekarang ia sudah menjadi murid inti


"Tidak ku sangka di pertandingan pertamaku, aku harus bertemu saudari junior Yuan.." Pemuda itu tersenyum ramah


Yuan Qixue membalas senyum "Aku juga tidak menyangka senior Zhu..."


Lawan Yuan Qixue ternyata bernama Zhu Jing, salah satu murid yang berada peringkat sepuluh besar


Wasit kembali menekankan peraturan pertandingan, kemudian menyatakan pertandingan di mulai


Keduanya menarik pedang dan maju pada saat bersamaan, karena sama-sama menggunakan dua pedang membuat keduanya saling memahami kerugian dan keuntungan setiap serangan. Setelah bertukar beberapa saat segera jurus demi jurus di tampilkan Zhu Jing sehingga Yuan Qixue di paksa dalam posisi bertahan


"Aku tidak menyangka saudari Yuan bisa memiliki kemampuan seperti ini di usia muda" Zhu Jing berbicara sambil terus menyerang


Harus Zhu Jing akui kemampuan Yuan Qixue sangat mengejutkan, karena selain baru memasuki jajaran murid inti, Yuan Qixue masih amat muda namun meski demikian ia bisa bertahan dengan setiap serangan yang di lancarkan dirinya


Zhu Jing bukan murid inti biasa, di peringkat sepuluh besar, Zhu Jing berada di posisi kelima sehingga pengalaman pertempurannya jelas di atas Yuan Qixue, Ia juga sering di sebut - sebut jenius sekte, namun merasakan kemampuan Yuan Qixuan di usia saat ini membuat Zhu Jing mulai merasa ragu dirinya adalah salah satu jenius sekte


"Aku masih belum bisa di bandingkan dengan senior Zhu... " Yuan Qixue menggelengkan kepala


Yuan Qixue mencoba membalikan keadaan, setiap serangannya membuat para penonton terpukau. Keduanya bertukar puluhan jurus hingga akhirnya Yuan Qixue menyerah


Di podium utama para tetua memuji tentang pertandingan Zhu Jing dan Yuan Qixue


"Cucu Tetua Yuan memang luar biasa, meskipun baru berusia dua belas tahun namun sudah bisa mengimbangi Zhu Jing... "Salah satu tetua utama berbicara kepada Yuan Qin

__ADS_1


Yuan Qin adalah kakek dari Yuan Qixue dan salah satu tetua utama


Yuan Qin tertawa kecil "Kemampuan Xue'er memang meningkat, namun keberuntungannya tidak baik, di pertandingan pertama ia sudah harus berhadapan dengan salah satu murid dari peringkat sepuluh besar.. " Yuan Qin menggelengkan kepalanya, meskipun cucunya bisa di anggap jenius namun keberuntungannya cukup buruk


Yuan Qin sangat memahami bahwa kadang kala bukan hanya kemampuan yang di perlukan dalam sebuah pertandingan, tetapi faktor keberuntungan juga biasanya bisa mengubah arus pertandingan


"Bukankah itu dapat di maklumi, jika mereka di usia yang sama, pastinya cucu tetua Yuan yang memenangkan pertandingan.. " Salah satu tetua lainnya kembali berkata


Yuan Qin tersenyum "Dalam pertandingan ini aku tidak terlalu berharap Xue'er mampu menjadi pemenang, aku hanya berharap dia bisa mengasah kemampuan dan pengalamannya, aku lebih penasaran sudah sejauh mana kemampuan murid ketua.."


Serentak semua tetua yang ada di podium mengarahkan pandangannya pada ketua sekte mereka


Sudah rahasia umum bagi seluruh anggota sekte tentang bakat Zhou Yu, sehingga tentunya mereka juga penasaran sejauh mana kemampuan Zhou Yu saat ini


Ming An tersenyum tipis "Kita akan lihat sebentar lagi.."


***


Di arena pertandingan Jiang Feng baru saja memasuki arena pertandingan, di depannya berdiri seorang pemuda seusia Jiang Feng, pemuda itu bernama Mo Jian


"Saudara Mo " Jiang Feng menyapa sambil tersenyum ramah


Mo Jian mengangguk tanpa menjawab sapaan Jiang Feng, namun Jiang Feng juga tidak tersinggung atas sikap tersebut


Jiang Feng mengenal betul sikap Mo Jian, ia bukan lah orang yang sombong namun kepribadiannya memang dingin pada siapapun


Setelah pertandingan di mulai keduanya masih belum saling menyerang, mereka masih diam di tempat masing-masing


"Saudara Mo, mohon bimbinganya..." Jiang Feng maju sambil menyerang dengan mengayunkan pedangnya ke arah Mo Jian


Mo jian menahan serangan tersebut dengan tombaknya, pedang dan tombak berbenturan menimbulkan suara yang cukup keras

__ADS_1


Jiang Feng terus menyerang tanpa membiarkan Mo Jian mengambil nafas, Mo Jian terkejut atas kemampuan Jiang Feng yang meningkat lagi


Sebelumnya ia dan Jiang Feng beberapa kali bertukar catatan, sehingga ia memahami benar kemampuan Jiang Feng memang di atas dirinya namun tidak sejauh ini


Awalnya kemampuan Jiang Feng dan Mo Jian memang tidak terlalu jauh, namun semenjak Jiang Feng menyaksikan kemampuan Zhou Yu


Jiang Feng merasa dirinya sangat lemah dan termotivasi untuk terus berlatih lebih keras lagi


Jiang Feng kembali mengayunkan pedangnya namun Mo Jian tidak tinggal diam, Mo Jian menahan serangan tersebut kemudian menusukan tombaknya


Jiang Feng melompat mundur berusaha menghindari serangan tersebut, Keduanya saling bertatapan beberapa saat, setelah itu Jiang Feng kembali menyerang Mo Jian


Pertukaran serangan kembali terjadi, Semakin lama pertandingan berlangsung, Mo Jian semakin di tekan oleh serangan - serangan Jiang Feng


Hingga akhirnya sebuat tebasan mendarat di bahu Mo Jian. Mo Jian segera melompat mundur dan melirik bahunya, terlihat darah menetes dari luka di bahunya namun ekspresi Mo Jian masih sama


Kemudian ia mengangkat tangannya lalu berkata "Aku tidak menyangka kemampuan saudara Jiang meningkat sejauh ini, Aku menyerah... "


Pada dasarnya Mo Jian sudah sadar akan sulit untuk menang melawan Jiang Feng, keduanya cukup dekat karena sikap Jiang Feng memang sangat ramah kepada semua murid sekte dan Mo Jian telah beberapa kali bertarung dengan Jiang Feng untuk bertukar catatan, sehingga ia memiliki gambaran yang cukup tentang kemampuan Jiang Feng


Jiang Feng tersenyum tipis "Terima kasih kepada saudara Mo karena bersedia mengalah..."


Keduanya meninggalkan arena, Jiang Feng kembali duduk di samping Zhou Yu


Zhou Yu tersenyum ke arah Jiang Feng "Kemampuan saudara Jiang meningkat pesat, Aku sungguh kagum padamu.."


Pada saat Zhou Yu menyelamatkan Jiang Feng dan yang lainnya dari para perampok, Ia sempat melihat pertarungan Jiang Feng dan perampok, sehingga ia juga memiliki gambaran tentang kemampuan Jiang Feng


Zhou Yu terkejut kemampuan Jiang Feng meningkat pesat hanya dalam waktu kurang dari dua bulan


Pertandingan terus berlanjut hingga akhirnya giliran Zhou Yu yang melakukan pertandingan

__ADS_1


"Jangan terlalu keras saudara Zhou.. " Jiang Feng tertawa kecil sambil menepuk bahu Zhou Yu


Zhou Yu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, kemudian ia berdiri, menyaksikan Zhou Yu berdiri segera gelombang teriakan penonton menggema di halaman tersebut


__ADS_2