Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Bertempur III


__ADS_3

Sementara Ming An dengan tenang menatap pergerakan Kadal Raksasa


Zhou Yu dan Bunglon Tujuh Warna memulai pertempuran dengan sengit


Dengan peningkatan kekuatan yang sangat drastis, Zhou Yu berhasil menekan Bunglon Tujuh Warna ke titik tidak mampu melawan


Meskipun Bunglon Tujuh Warna berusaha membalikan keadaan dengan mengerahkan semua kemampuannya, namun baik kekuatan fisik bawaan yang menjadi kebanggan para siluman ataupun kekuatan 'penyamaran' yang sangat ditakuti dari Bunglon Tujuh Warna tidak berdampak banyak kepada pemuda bertopeng dihadapannya, sehingga membuat Bunglon tersebut tidak berdaya


Disisi lain, ketika para pendekar melihat Bunglon Tujuh Warna dipukuli dengan sangat tragis oleh Zhou Yu, mereka langsung tercengang


Meskipun mereka belum berhadapan langsung dengan Bunglon Tujuh Warna, mereka masih mengetahui dengan jelas kekuatan siluman tersebut


Terutama kemampuan penyamarannya yang sangat menakutkan, membuat Bunglon Tujuh Warna terkenal sangat merepotkan


Namun kemampuan yang sangat merepotkan yang bahkan Pendekar Suci enggan sepertinya tidak berpengaruh apapun kepada Zhou Yu


Ketika Bunglon Tujuh Warna memamerkan kemampuan penyamarannya yang menakutkan, para pendekar pasti akan kebingungan dan ragu-ragu


Namun situasi tersebut tidak terjadi kepada Zhou Yu


Saat Bunglon Tujuh Warna menghilang dari pandangan semua orang, Zhou Yu seolah tidak terganggu dan melemparkan serangannya tanpa ragu-ragu


Meskipun sulit dimengerti, namun serangan pemuda bertopeng tersebut selalu mengenai Bunglon Tujuh Warna dengan telak, sehingga membuat wujud siluman tersebut terungkap


Zhou Yu tentunya tidak menyadari pemikiran para pendekar disekitarnya


Setelah bertukar ratusan jurus, Bunglon Tujuh Warna lengah dan membuka celah yang sangat besar, sehingga Zhou Yu langsung menebaskan pedangnya tanpa ragu-ragu


Dengan satu ayunan pedang, darah merah mekar di antara leher Bunglon Tujuh Warna, sehingga membuatnya menjerit enggan dan jatuh ke tanah


***

__ADS_1


Setelah berhasil menyelesaikan pertempuran dengan Bunglon Tujuh Warna, Zhou Yu berkeliaran di antara gelombang siluman


Dengan pertarungan terus-menerus, pemuda bertopeng tersebut seperti padi yang tumbuh dalam semalam


Kekuatannya meningkat pesat, sehingga bahkan para Siluman Tingkat Menengah kesulitan untuk melawan, butuh Siluman Tingkat Tinggi Setengah Langkah untuk menghentikan tindakan pemuda bertopeng tersebut


Namun meskipun akhirnya bisa dihentikan, tindakan Zhou Yu masih sangat mengejutkan para pendekar, sehingga membuat mereka kagum sekaligus termotivasi


Tepat ketika pertempuran semakin memanas, langit di atas kepala pendekar dan siluman berangsur-angsur meredup


Dengan angin dingin yang mulai berhembus dan cakrawala yang berubah gelap, para siluman seolah mendapatkan panggilan misterius, sehingga membuat mereka menghentikan serangan dan mundur dengan tenang


Melihat hal tersebut, para pendekar langsung menyerang dan melancarkan serangan balik dengan ganas


Berbagai jurus melesat dan menghantam para siluman, namun meskipun demikian, para siluman tidak membalas dan hanya bertahan sambil bergerak mundur


Para pendekar sepertinya sudah mengharapkan adegan tersebut, sehingga mereka tidak ragu-ragu dan melemparkan serangan dengan lebih ganas lagi


Dengan kekuatan Siluman Tingkat Tinggi Setengah Langkah, tidak banyak pendekar yang berani menyentuh siluman tersebut, sehingga siluman tersebut melenggang pergi tanpa hambatan


Zhou Yu sendiri tidak bergerak, bukannya ia tidak ingin membuat siluman tersebut tetap tinggal untuk selamanya


Namun setelah pertempuran tadi, Zhou Yu menyadari bahwa kecuali menggunakan Teknik Tubuh Raja Harimau, ia tidak mungkin bisa membunuh siluman tersebut


Bahkan di pertempuran sebelumnya, ia tidak mendapatkan banyak keuntungan yang menunjukkan betapa kuatnya siluman tersebut


Zhou Yu kemudian menggelengkan kepalanya, meskipun tidak bisa membunuh siluman dihadapannya, pertempuran hari ini bukan tanpa keuntungan, setidaknya ia memiliki pemahaman umum tentang kekuatannya saat ini


"Siluman Tingkat Tinggi Setengah Langkah ? apakah ini batasku ? " Zhou Yu bergumam dengan suara dalam


***

__ADS_1


Disisi lain, ketika serangan balik para pendekar di mulai


Kadal Raksasa yang sedari awal hanya menonton Medan perang dengan acuh tak acuh tiba-tiba meraung dengan nada tidak puas sebelum bangkit dan mengguncang tubuhnya


Bumi berguncang, para pendekar serta siluman kehilangan keseimbangan untuk sementara waktu akibat gerakan Kadal Raksasa tersebut


Tepat ketika para pendekar mulai merasa gelisah, sebuah momentum sekokoh gunung tiba-tiba muncul dan menghentikan guncangan tersebut


"Bahkan jika ukuranmu menjadi jauh lebih besar, sepertinya otakmu tetap saja kecil seperti sebelumnya " Pria paruh baya bermarga Qi mendengus dan mengangkat tangannya


Sebuah cahaya putih meletus dari telapak tangan pria paruh baya tersebut dan melesat menuju Kadal Raksasa


Kadal Raksasa meraung dan mengeluarkan bola api besar dari salah satu kepalanya


Dengan bunyi 'Boom', bola api dan sinar cahaya bertabrakan


Sebelum para pendekar bereaksi, sebuah gelombang kejut tiba-tiba menghantam mereka dengan keras, sehingga membuat darah para pendekar bergejolak dan wajah mereka memucat


Disisi lain, pria paruh baya bermarga Qi yang merupakan pelaku gelombang kejut tersebut tidak jauh lebih baik


Wajahnya pucat dan ada darah yang menetes dari sudut mulutnya


Meskipun ia menyadari kengerian Kadal Raksasa, namun ia tidak menduga akan kalah dalam konfrontasi sederhana dengan sangat mudah


Tepat ketika Pria paruh baya bermarga Qi hampir tidak mampu bertahan dibawah konfrontasi keduanya


Niat Pedang tiba-tiba meletus dan menghantam bola api raksasa, sehingga membuat serangan tersebut hancur dan menguap di udara


Melihat Niat Pedang tersebut tidak berhenti dan terus melesat ke arahnya


Kadal Raksasa mendengus dan menampar Niat Pedang tersebut dengan cakarnya

__ADS_1


...


__ADS_2