
Sementara Ming An dengan tenang menatap pergerakan Kadal Raksasa
Zhou Yu dan Bunglon Tujuh Warna memulai pertempuran dengan sengit
Dengan peningkatan kekuatan yang sangat drastis, Zhou Yu berhasil menekan Bunglon Tujuh Warna ke titik tidak mampu melawan
Meskipun Bunglon Tujuh Warna berusaha membalikan keadaan dengan mengerahkan semua kemampuannya, namun baik kekuatan fisik bawaan yang menjadi kebanggan para siluman ataupun kekuatan 'penyamaran' yang sangat ditakuti dari Bunglon Tujuh Warna tidak berdampak banyak kepada pemuda bertopeng dihadapannya, sehingga membuat Bunglon tersebut tidak berdaya
Disisi lain, ketika para pendekar melihat Bunglon Tujuh Warna dipukuli dengan sangat tragis oleh Zhou Yu, mereka langsung tercengang
Meskipun mereka belum berhadapan langsung dengan Bunglon Tujuh Warna, mereka masih mengetahui dengan jelas kekuatan siluman tersebut
Terutama kemampuan penyamarannya yang sangat menakutkan, membuat Bunglon Tujuh Warna terkenal sangat merepotkan
Namun kemampuan yang sangat merepotkan yang bahkan Pendekar Suci enggan sepertinya tidak berpengaruh apapun kepada Zhou Yu
Ketika Bunglon Tujuh Warna memamerkan kemampuan penyamarannya yang menakutkan, para pendekar pasti akan kebingungan dan ragu-ragu
Namun situasi tersebut tidak terjadi kepada Zhou Yu
Saat Bunglon Tujuh Warna menghilang dari pandangan semua orang, Zhou Yu seolah tidak terganggu dan melemparkan serangannya tanpa ragu-ragu
Meskipun sulit dimengerti, namun serangan pemuda bertopeng tersebut selalu mengenai Bunglon Tujuh Warna dengan telak, sehingga membuat wujud siluman tersebut terungkap
Zhou Yu tentunya tidak menyadari pemikiran para pendekar disekitarnya
Setelah bertukar ratusan jurus, Bunglon Tujuh Warna lengah dan membuka celah yang sangat besar, sehingga Zhou Yu langsung menebaskan pedangnya tanpa ragu-ragu
Dengan satu ayunan pedang, darah merah mekar di antara leher Bunglon Tujuh Warna, sehingga membuatnya menjerit enggan dan jatuh ke tanah
***
__ADS_1
Setelah berhasil menyelesaikan pertempuran dengan Bunglon Tujuh Warna, Zhou Yu berkeliaran di antara gelombang siluman
Dengan pertarungan terus-menerus, pemuda bertopeng tersebut seperti padi yang tumbuh dalam semalam
Kekuatannya meningkat pesat, sehingga bahkan para Siluman Tingkat Menengah kesulitan untuk melawan, butuh Siluman Tingkat Tinggi Setengah Langkah untuk menghentikan tindakan pemuda bertopeng tersebut
Namun meskipun akhirnya bisa dihentikan, tindakan Zhou Yu masih sangat mengejutkan para pendekar, sehingga membuat mereka kagum sekaligus termotivasi
Tepat ketika pertempuran semakin memanas, langit di atas kepala pendekar dan siluman berangsur-angsur meredup
Dengan angin dingin yang mulai berhembus dan cakrawala yang berubah gelap, para siluman seolah mendapatkan panggilan misterius, sehingga membuat mereka menghentikan serangan dan mundur dengan tenang
Melihat hal tersebut, para pendekar langsung menyerang dan melancarkan serangan balik dengan ganas
Berbagai jurus melesat dan menghantam para siluman, namun meskipun demikian, para siluman tidak membalas dan hanya bertahan sambil bergerak mundur
Para pendekar sepertinya sudah mengharapkan adegan tersebut, sehingga mereka tidak ragu-ragu dan melemparkan serangan dengan lebih ganas lagi
Dengan kekuatan Siluman Tingkat Tinggi Setengah Langkah, tidak banyak pendekar yang berani menyentuh siluman tersebut, sehingga siluman tersebut melenggang pergi tanpa hambatan
Zhou Yu sendiri tidak bergerak, bukannya ia tidak ingin membuat siluman tersebut tetap tinggal untuk selamanya
Namun setelah pertempuran tadi, Zhou Yu menyadari bahwa kecuali menggunakan Teknik Tubuh Raja Harimau, ia tidak mungkin bisa membunuh siluman tersebut
Bahkan di pertempuran sebelumnya, ia tidak mendapatkan banyak keuntungan yang menunjukkan betapa kuatnya siluman tersebut
Zhou Yu kemudian menggelengkan kepalanya, meskipun tidak bisa membunuh siluman dihadapannya, pertempuran hari ini bukan tanpa keuntungan, setidaknya ia memiliki pemahaman umum tentang kekuatannya saat ini
"Siluman Tingkat Tinggi Setengah Langkah ? apakah ini batasku ? " Zhou Yu bergumam dengan suara dalam
***
__ADS_1
Disisi lain, ketika serangan balik para pendekar di mulai
Kadal Raksasa yang sedari awal hanya menonton Medan perang dengan acuh tak acuh tiba-tiba meraung dengan nada tidak puas sebelum bangkit dan mengguncang tubuhnya
Bumi berguncang, para pendekar serta siluman kehilangan keseimbangan untuk sementara waktu akibat gerakan Kadal Raksasa tersebut
Tepat ketika para pendekar mulai merasa gelisah, sebuah momentum sekokoh gunung tiba-tiba muncul dan menghentikan guncangan tersebut
"Bahkan jika ukuranmu menjadi jauh lebih besar, sepertinya otakmu tetap saja kecil seperti sebelumnya " Pria paruh baya bermarga Qi mendengus dan mengangkat tangannya
Sebuah cahaya putih meletus dari telapak tangan pria paruh baya tersebut dan melesat menuju Kadal Raksasa
Kadal Raksasa meraung dan mengeluarkan bola api besar dari salah satu kepalanya
Dengan bunyi 'Boom', bola api dan sinar cahaya bertabrakan
Sebelum para pendekar bereaksi, sebuah gelombang kejut tiba-tiba menghantam mereka dengan keras, sehingga membuat darah para pendekar bergejolak dan wajah mereka memucat
Disisi lain, pria paruh baya bermarga Qi yang merupakan pelaku gelombang kejut tersebut tidak jauh lebih baik
Wajahnya pucat dan ada darah yang menetes dari sudut mulutnya
Meskipun ia menyadari kengerian Kadal Raksasa, namun ia tidak menduga akan kalah dalam konfrontasi sederhana dengan sangat mudah
Tepat ketika Pria paruh baya bermarga Qi hampir tidak mampu bertahan dibawah konfrontasi keduanya
Niat Pedang tiba-tiba meletus dan menghantam bola api raksasa, sehingga membuat serangan tersebut hancur dan menguap di udara
Melihat Niat Pedang tersebut tidak berhenti dan terus melesat ke arahnya
Kadal Raksasa mendengus dan menampar Niat Pedang tersebut dengan cakarnya
__ADS_1
...