
Medan perang, garis depan
Berbeda dengan situasi di bagian belakang yang terlihat kacau balau akibat anggota tim medis yang bolak-balik mempersiapkan berbagai obat dan peralatan medis lainnya
Situasi di garis depan terlihat sangat tertib dan teratur
Para pendekar dan prajurit berbaris rapi dengan ekspresi bermartabat, tidak ada gerakan berlebih ataupun gerakan tambahan seperti sebuah patung
Bahkan untuk beberapa alasan mereka bernafas dengan sangat rendah seolah khawatir nafas mereka bisa membuat situasi berubah serius
Melihat pemandangan tersebut, Dugu Batian menatap ekspresi para pendekar dan prajurit dalam-dalam
Meskipun jumlah pasukan sangat mencengangkan yakni mencapai 1 juta atau lebih
Namun ketika pria tua tersebut mengedarkan pandangannya, setiap orang merasa sedang ditatap dengan cermat oleh pria tua tersebut sehingga membuat mereka tidak bisa tidak gugup untuk sementara waktu
Untungnya tepat ketika setiap orang merasa sangat gugup, tanah di bawah kaki mereka bergetar dan momentum yang tidak kalah kuat meletus ke udara
Merasakan hal tersebut, Dugu Batian menaikkan alisnya dan berkata sambil membalikkan tubuhnya
"Akhirnya disini"
***
Boom...Boom...Boom...
Seluruh medan perang bergetar, kekuatan tak kasat mata bertabrakan di udara sehingga membuat lingkungan sekitarnya seolah-olah terdistorsi
Bersamaan dengan kejadian tersebut, dari arah Hutan Larangan, satu demi satu titik hitam muncul dalam garis pandang Pasukan Aliansi
Layaknya kawanan semut yang keluar dari sarang, titik-titik tersebut semakin banyak dan sulit dihitung dalam sekali pandangan
Melihat pemandangan tersebut, Pasukan Aliansi langsung mengerutkan keningnya, bahkan Dugu Batian yang selalu acuh tak acuh sedikit terganggu sebab setelah titik-titik tersebut semakin jelas
Terungkap bahwa tidak hanya manusia. Pasukan di pihak lawan juga bercampur dengan siluman yang tidak terhitung jumlahnya
"Ini..."
Pasukan Aliansi saling melirik dengan ekspresi bermartabat dan sedikit kecemasan setelah melihat barisan pasukan lawan
Namun melihatnya secara langsung masih membuat Pasukan Aliansi menarik nafas dingin sebab hal itu benar-benar menumbangkan pikiran mereka tentang para siluman
"Meskipun aku sudah menebak hal ini akan terjadi, tapi melihatnya secara langsung masih sulit di percaya" Salah seorang pria tua di barisan paling depan berkata dengan nada bermartabat
"Itu benar, sejak jaman kuno, siluman dan manusia tidak pernah cocok satu sama lain, aku pikir paling banyak kerjasama mereka hanya sebatas yang terjadi saat gelombang siluman datang, tapi tidak disangka sampai ke titik ini, benar-benar tidak terbayangkan" Seorang pria lain membalas dengan ekspresi rumit
Mendengar diskusi orang-orang disekitarnya, para Pemimpin dari Sekte Utama saling melirik, namun sebelum mereka bisa memberikan komentar
Dua belas titik terlihat melesat keluar dari hutan larangan
Akan tetapi berbeda dengan yang lainnya, kedua belas titik tersebut bergerak dalam posisi setengah kaki di atas kepala pasukan lawan layaknya tengah mengambang di udara
__ADS_1
Melihat hal tersebut, Pasukan Aliansi terpana, bahkan Dugu Batian tidak terkecuali
"Terbang ? ini..."
"Puncak Pendekar Suci..."
***
Dugu Batian menarik nafas panjang, penampilan acuh tak acuhnya sudah lama menghilang dan digantikan ekspresi yang sangat serius
Jika kemunculan pasukan lawan bercampur dengan para siluman membuatnya harus menghela nafas atas pertempuran sulit yang akan terjadi
Maka kemunculan kedua belas Puncak Pendekar Suci membuatnya harus kagum atas latar belakang Pemerintah Surga
'Ini benar-benar sebuah organisasi kuno, latar belakangnya benar-benar menakutkan' Dugu Batian mengencangkan pegangan pedangnya sambil menatap ke arah kedua belas titik dalam-dalam
Seolah merasakan kegelisahan tuannya, pedang pria tua tersebut sedikit berdengung sehingga membuat Dugu Batian tersenyum mengejek "Takut ? itu tidak pernah ada dalam kamusku"
Namun meskipun berkata demikian, ia tidak bisa tidak melirik ke arah Pemimpin Keempat Sekte Utama dan sekte-sekte lainnya dengan wajah berat
Secara kebetulan, para pemimpin tersebut juga sedang menatapnya seolah menunggu keputusan pria tua tersebut
Melihat tatapan para pemimpin tersebut, Dugu Batian kembali menarik nafas panjang sembari mengalihkan perhatiannya ke arah dua belas titik yang masih mengambang di udara dengan ekspresi tegas
...
Medan perang, garis depan
Berbeda dengan situasi di bagian belakang yang terlihat kacau balau akibat anggota tim medis yang bolak-balik mempersiapkan berbagai obat dan peralatan medis lainnya
Situasi di garis depan terlihat sangat tertib dan teratur
Para pendekar dan prajurit berbaris rapi dengan ekspresi bermartabat, tidak ada gerakan berlebih ataupun gerakan tambahan seperti sebuah patung
Bahkan untuk beberapa alasan mereka bernafas dengan sangat rendah seolah khawatir nafas mereka bisa membuat situasi berubah serius
Melihat pemandangan tersebut, Dugu Batian menatap ekspresi para pendekar dan prajurit dalam-dalam
Meskipun jumlah pasukan sangat mencengangkan yakni mencapai 1 juta atau lebih
Namun ketika pria tua tersebut mengedarkan pandangannya, setiap orang merasa sedang ditatap dengan cermat oleh pria tua tersebut sehingga membuat mereka tidak bisa tidak gugup untuk sementara waktu
Untungnya tepat ketika setiap orang merasa sangat gugup, tanah di bawah kaki mereka bergetar dan momentum yang tidak kalah kuat meletus ke udara
Merasakan hal tersebut, Dugu Batian menaikkan alisnya dan berkata sambil membalikkan tubuhnya
"Akhirnya disini"
***
Boom...Boom...Boom...
__ADS_1
Seluruh medan perang bergetar, kekuatan tak kasat mata bertabrakan di udara sehingga membuat lingkungan sekitarnya seolah-olah terdistorsi
Bersamaan dengan kejadian tersebut, dari arah Hutan Larangan, satu demi satu titik hitam muncul dalam garis pandang Pasukan Aliansi
Layaknya kawanan semut yang keluar dari sarang, titik-titik tersebut semakin banyak dan sulit dihitung dalam sekali pandangan
Melihat pemandangan tersebut, Pasukan Aliansi langsung mengerutkan keningnya, bahkan Dugu Batian yang selalu acuh tak acuh sedikit terganggu sebab setelah titik-titik tersebut semakin jelas
Terungkap bahwa tidak hanya manusia. Pasukan di pihak lawan juga bercampur dengan siluman yang tidak terhitung jumlahnya
"Ini..."
Pasukan Aliansi saling melirik dengan ekspresi bermartabat dan sedikit kecemasan setelah melihat barisan pasukan lawan
Namun melihatnya secara langsung masih membuat Pasukan Aliansi menarik nafas dingin sebab hal itu benar-benar menumbangkan pikiran mereka tentang para siluman
"Meskipun aku sudah menebak hal ini akan terjadi, tapi melihatnya secara langsung masih sulit di percaya" Salah seorang pria tua di barisan paling depan berkata dengan nada bermartabat
"Itu benar, sejak jaman kuno, siluman dan manusia tidak pernah cocok satu sama lain, aku pikir paling banyak kerjasama mereka hanya sebatas yang terjadi saat gelombang siluman datang, tapi tidak disangka sampai ke titik ini, benar-benar tidak terbayangkan" Seorang pria lain membalas dengan ekspresi rumit
Mendengar diskusi orang-orang disekitarnya, para Pemimpin dari Sekte Utama saling melirik, namun sebelum mereka bisa memberikan komentar
Dua belas titik terlihat melesat keluar dari hutan larangan
Akan tetapi berbeda dengan yang lainnya, kedua belas titik tersebut bergerak dalam posisi setengah kaki di atas kepala pasukan lawan layaknya tengah mengambang di udara
Melihat hal tersebut, Pasukan Aliansi terpana, bahkan Dugu Batian tidak terkecuali
"Terbang ? ini..."
"Puncak Pendekar Suci..."
***
Dugu Batian menarik nafas panjang, penampilan acuh tak acuhnya sudah lama menghilang dan digantikan ekspresi yang sangat serius
Jika kemunculan pasukan lawan bercampur dengan para siluman membuatnya harus menghela nafas atas pertempuran sulit yang akan terjadi
Maka kemunculan kedua belas Puncak Pendekar Suci membuatnya harus kagum atas latar belakang Pemerintah Surga
'Ini benar-benar sebuah organisasi kuno, latar belakangnya benar-benar menakutkan' Dugu Batian mengencangkan pegangan pedangnya sambil menatap ke arah kedua belas titik dalam-dalam
Seolah merasakan kegelisahan tuannya, pedang pria tua tersebut sedikit berdengung sehingga membuat Dugu Batian tersenyum mengejek "Takut ? itu tidak pernah ada dalam kamusku"
Namun meskipun berkata demikian, ia tidak bisa tidak melirik ke arah Pemimpin Keempat Sekte Utama dan sekte-sekte lainnya dengan wajah berat
Secara kebetulan, para pemimpin tersebut juga sedang menatapnya seolah menunggu keputusan pria tua tersebut
Melihat tatapan para pemimpin tersebut, Dugu Batian kembali menarik nafas panjang sembari mengalihkan perhatiannya ke arah dua belas titik yang masih mengambang di udara dengan ekspresi tegas
...
__ADS_1