Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Keberangkatan


__ADS_3

Setelah kesepakatan keduanya pun terjadi, Xu Dafu menghela nafas lega


Sebenarnya jika sesuai dengan rencana yang ia buat, dirinya sendiri lah yang berniat mengantarkan Xu Wendao menuju ibukota, karena bagaimanapun dengan kekuatannya saat ini, jika sesuatu yang besar terjadi, seperti jika keluarga bangsawan di ibukota melakukan tindakan yang tidak masuk akal


Ia masih cukup percaya diri untuk melindungi keselamatan Xu Wendao dan mundur kembali ke Kota Henan dengan aman


Namun karena merasa waktunya belum tepat, ditambah dengan Xu Wendao yang sedang dalam pelatihan serius, membuat Xu Dafu terus-menerus menunda rencana tersebut


Sampai akhirnya ia mengetahui tujuan Zhou Yu yang membuatnya berpikir bahwa merupakan takdir dan tindakan yang tepat untuk meminta pemuda tersebut mengantar Xu Wendao


Karena meskipun Zhou Yu masih terlihat muda, namun dari pertukaran mereka sebelumnya, Xu Dafu bisa menilai bahwa ilmu silat pemuda bertopeng tersebut jelas tidak rendah


Selain itu, pikiran pemuda bertopeng tersebut juga jauh lebih dewasa dari pada orang-orang seusianya yang membuat Xu Dafu merasa lega untuk menitipkan Xu Wendao


Ditambah dengan usia mereka tidak terlalu berbeda jauh, Xu Dafu berpikir dibandingkan perjalanan membosankan dengan seorang pria tua seperti dirinya


Xu Wendao mungkin akan merasa lebih bebas dan nyaman jika melakukan perjalanan dengan Zhou Yu


***


Ketiganya kemudian menyantap hidangan sambil menyaksikan Xu Wendao berlatih ilmu silat


Xu Dafu sesekali bercerita tentang masa mudanya yang membuat suasana menjadi sangat nyaman


Bahkan Dai Li yang sebelumnya sangat terkendali menjadi lebih terbuka karena tindakan pria tua tersebut


Setelah mereka menyelesaikan hidangannya

__ADS_1


Zhou Yu dan Dai Li pamit pergi


Namun sebelum itu, Xu Dafu memberikan sesuatu yang di bungkus oleh kain beserta sekantong keping emas kepada Zhou Yu


Dan pemuda bertopeng tersebut menerimanya dengan sopan


Sebenarnya jika saja Cincin Ruangnya tidak dalam keadaan tersegel, Zhou Yu tidak akan mau untuk menerima uang pembayaran Xu Dafu


Namun karena Cincin Ruangnya tersegel, sehingga ia tidak bisa mengeluarkan satu pun barang yang tersimpan didalamnya, di tambah dengan uang perjalanan mereka yang sudah hampir habis


Zhou Yu merasa bahwa dirinya tidak boleh terlalu kaku dan merasa tidak nyaman dengan menerima bayaran atas tindakannya


***


Dua hari kemudian, tepat sesuai janji yang disepakati antara Zhou Yu dan Xu Dafu


Keempatnya berkumpul didepan gerbang kota Henan


Zhou Yu memutuskan membeli tiga ekor kuda untuk menghemat waktu dan tenaga terutama berlaku untuk kedua pemuda yang akan mengikutinya itu


Xu Dafu melirik persiapan Zhou Yu dan mengangguk secara diam-diam


Ia kemudian menatap Zhou Yu dan bertanya "Apakah urusanmu dengan walikota sudah selesai ?"


"Kenapa senior bertanya demikian ?" Zhou Yu balik bertanya


Xu Dafu menggelengkan kepalanya dan berkata dengan samar "Tidak apa-apa, tapi jika urusanmu belum selesai, aku pikir bukan masalah besar untuk menunda waktu keberangkatan beberapa hari lagi "

__ADS_1


"Tidak perlu " Zhou Yu menyela dan berkata "Lagi pula aku tidak memiliki terlalu banyak hubungan dengan walikota "


Sejujurnya Zhou Yu sedikit takut terhadap He Riju, meskipun kekuatan pria paruh baya tersebut jelas berada dibawahnya, namun pemikiran dan maksud dari setiap tindakan pria paruh baya tersebut sangat dalam, sehingga orang lain sulit untuk melihatnya


Ketika keduanya bertemu kemarin pun, bahkan jika ia tidak puas dengan hasil pertarungan sebelumnya


He Riju masih bisa berbicara sambil tertawa dan berhasil menyembunyikan semuanya dengan sangat baik yang membangkitkan kewaspadaan Zhou Yu


Apalagi sebelumnya He Riju hampir saja memanfaatkan dirinya, dimana ia berniat membunuh kedua kepala keluarga bangsawan ketika pertarungan antara dirinya dan kedua kepala keluarga bangsawan berakhir


Meskipun pria paruh baya itu berhasil menyembunyikan niatnya dengan sangat baik, namun persepsinya yang tajam membuat Zhou Yu masih bisa merasakan niat membunuh yang cukup kental dari pria paruh baya tersebut, sehingga membuatnya lebih berhati-hati ketika berurusan dengan pria paruh baya tersebut


***


Zhou Yu dan Xu Dafu kemudian bertukar kembali beberapa kata sebelum pemuda bertopeng tersebut naik dan memacu kudanya bersama dengan Dai Li serta Xu Wendao


Menyaksikan kepergian ketiga pemuda tersebut, wajah Xu Dafu terlihat penuh senyum sampai beberapa saat kemudian ia melirik ke satu arah sambil mendengus dan berkata "Kau sudah sangat tua, tapi masih sangat pemalu seperti biasanya "


Tidak berselang lama setelah ucapan Xu Dafu selesai


Sesosok pria paruh baya tiba-tiba muncul dan tersenyum canggung ke arah Xu Dafu sambil berkata "Ayah "


Sosok pria paruh baya tersebut adalah Xu Tiandao yang tidak lain merupakan putra Xu Dafu sekaligus kepala keluarga bangsawan Xu saat ini


Melihat senyum canggung putranya itu, Xu Dafu kembali mendengus dan berkata "Aku pikir karena kau telah menyaksikan semuanya dari awal, kau akan muncul dan mengucapkan beberapa kata kepada Wen'er sebelum dia pergi, tapi sepertinya aku terlalu banyak berharap "


Xu Tiandao terdiam setelah mendengar ucapan ayahnya itu

__ADS_1


Xu Dafu melirik Xu Tiandao dan menghela nafas ketika melihat ekspresi sedih bercampur rasa bersalah yang tersirat dari raut wajahnya putranya itu


"Seperti dia masih belum bisa kembali dari ingatan tahun itu " Xu Dafu bergumam dalam hatinya dan menghilang dari tempat tersebut


__ADS_2