Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Fei Lian Hua


__ADS_3

Wang Yuan tidak segera menjawab, tetapi malah mengalihkan perhatiannya ke arah kejauhan dengan ekspresi khawatir


"Kau sudah menjadi seorang pendekar suci, aku yakin kau juga bisa merasakan niat membunuh yang mengambang di udara dan mulai memenuhi langit"


Mendengar pernyataan tersebut, Zhou Yu ikut mengalihkan perhatiannya


Setelah mencapai tingkat pendekar suci, persepsinya meningkat berkali-kali lipat sehingga ia dapat dengan mudah menemukan kelainan yang di maksud roh senjata tersebut


"Niat membunuh ini memang sangat kuat, dan benar-benar berbeda dengan niat membunuh yang berasal dari satu orang, dari mana niat membunuh ini berasal sebenarnya senior ?" Zhou Yu bertanya dengan rasa ingin tahu setelah mengamati niat membunuh itu selama beberapa saat


Untuk membuat eksistensi seperti Wang Yuan terlihat khawatir, pemuda bertopeng tersebut merasa bahwa niat membunuh itu tidak sederhana


Disisi lain, Wang Yuan menghela nafas dan menjawab "Niat membunuh ini mengandung jalan takdir, aku khawatir hal-hal itu akhirnya di mulai..."


***


Ibukota kekaisaran


Di sebuah halaman yang cukup luas, seorang pria tua bertubuh kekar dengan baju besi berwarna perak yang melindungi seluruh ditubuhnya terlihat sedang menatap ke arah kejauhan dengan tenang


Tidak diketahui apa yang dipikirkan pria tua tersebut, karena meskipun sorot matanya terlihat tegas dan ekspresinya acuh tak acuh, namun jika diperhatikan lebih teliti, tatapan pria tua tersebut terlihat sangat jauh


Pria tua tersebut adalah Fei Xiao Yuan yang beberapa waktu lalu membuat kegemparan di ibukota dan mengakibatkan orang-orang didalamnya merasa khawatir


Namun berbeda dengan waktu itu, kali ini pria tua tersebut memberikan perasaan yang sama sekali baru


Nafasnya menjadi lebih kuat dan auranya terus-menerus bocor seperti sebuah gunung merapi yang siap meletus kapan saja


Untungnya meskipun terlihat tidak terkendali, namun sepertinya bahkan aura yang bocor itu juga berada di bawah kendalinya dan tidak membahayakan siapapun


Pria tua tersebut terus tenggelam dalam pikirannya sampai sebuah langkah kaki tiba-tiba muncul dari arah belakang sehingga membuatnya terbangun


Namun meskipun demikian, Fei Xiao Yuan tidak berniat berbalik dan terus mempertahankan posisinya


Sementara itu, langkah kaki tadi juga tidak berhenti dan terus bergerak ke arah pria tua tersebut sebelum kemudian seorang gadis cantik yang tidak lain pemilik langkah kaki tersebut berhenti tepat disampingnya


Gadis cantik itu kemudian melirik ke arah Fei Xiao Yuan dan berkata "Aku tidak tahu apa yang anda pikirkan, tapi dari belakang anda terlihat sangat kesepian, kakek"


Mendengar pernyataan tersebut, Fei Xiao Yuan yang terkenal berwajah kaku terlihat menunjukkan senyum kecil dan membalas dengan lembut


"Hua'er, sepertinya kau sudah besar, bahkan berani mengomentari kakek"


"Tentu saja" gadis cantik yang di panggil Hua'er itu mengangguk, lalu mendengus kesal "Di seluruh kekaisaran, aku yakin hanya anda yang selalu menganggap ku anak kecil"


"Benarkah ?" Fei Xiao Yuan tertawa kecil menanggapi ucapan tersebut yang sangat berbeda dengan citranya


Namun bahkan jika ada orang lain yang melihat hal itu, mereka tidak akan terkejut sebab identitas gadis cantik tersebut tidak sederhana


Dia adalah Fei Lian Hua yang merupakan keturunan langsung dari Kaisar dan Permaisuri, yang artinya dia juga mempunyai hubungan darah yang sangat dekat dengan Fei Xiao Yuan


Secara alami, pemandangan tersebut adalah hal yang normal


Alasan mendasar Fei Lian Hua berani bersikap santai di depan kakeknya itu karena hanya kepada gadis cantik tersebut, Fei Xiao Yuan tidak pernah bersikap tegas apalagi melontarkan kata-kata kasar


Bahkan ketika Fei Lian Hua membuat kesalahan semasa kecil sampai sekarang, Fei Xiao Yuan tidak pernah bertindak sebagai senior ataupun pelindung kekaisaran


Pria tua tersebut akan bersikap layaknya seorang kakek pada umumnya yang membuat semua keturunan Keluarga Fei merasa aneh sekaligus iri


Namun meskipun demikian, tidak ada yang berani protes apalagi mempertanyakan sikap pria tua tersebut karena selain hal seperti itu bukan sesuatu yang bisa dicampuri orang luar


Pamor pria tua tersebut membuat siapapun tidak berani bertindak gegabah


***


"Apakah anda khawatir dengan perang yang akan datang kakek ?" Fei Lian Hua bertanya setelah melihat kakeknya kembali terdiam


Disisi lain, Fei Xiao Yuan tersenyum lembut dan menjawab "Menurutmu siapa yang tidak khawatir dengan perang yang akan datang ? bahkan para pemimpin sekte besar harus khawatir"

__ADS_1


"Tapi bukankah menurut berita, selain kakek. semua pendekar yang bertarung dengan anggota organisasi misterius itu berhasil memenangkan pertempuran ?" Fei Lian Hua bertanya dengan ekspresi bingung


Fei Xiao Yuan menggelengkan kepalanya dan menjawab "Para pemimpin sekte-sekte di dunia persilatan tidak bodoh, untuk membuat kita mengendurkan kewaspadaan yang sudah sangat tinggi terhadap organisasi misterius ini, organisasi itu pasti sengaja menunjukkan kelemahan"


"Meskipun pada kenyataannya itu membuat semua kekuatan justru menjadi semakin khawatir" sambung pria tua tersebut sambil menghela nafas


"Itu benar, bagaimana bisa mereka mempunyai pendekar suci yang sangat banyak ?" Fei Lian Hua terlihat memegang dagunya dengan ekspresi bingung


Selain menyoroti serangan yang dilakukan oleh anggota Pemerintah Surga saat mengumumkan waktu pertempuran yang sebenarnya


Informasi yang didapatkannya juga menekankan bahwa orang-orang yang melakukan serangan tersebut semuanya adalah pendekar suci


Meskipun jumlah sekte di dunia persilatan tidak sebanyak sebelumnya karena pembentukan aliansi dan penghancuran oleh gelombang siluman, namun bahkan itu masih berjumlah ratusan


Sebuah organisasi yang bisa memerintahkan pendekar suci sebanyak itu hanya untuk mengirimkan pesan, bahkan jika Fei Lian Hua tidak mengerti seberapa kuat itu


Ia juga masih memahami bahwa hal itu sangat menakutkan


Tepat ketika Fei Lian Hua tenggelam dalam pikirannya


Fei Xiao Yuan tiba-tiba tersenyum dan menepuk kepala gadis cantik tersebut dengan lembut sembari berkata


"Gadis kecil, beristirahat. keadaanmu kali ini sangat aneh, selain berpura-pura menjadi dewasa, kau juga mulai memikirkan banyak hal, itu tidak baik untuk pertumbuhanmu"


Mendengar pernyataan tersebut, Fei Lian Hua langsung mendorong tangan besar kakeknya itu sambil mendengus kesal


"Aku awalnya berniat membantu memecahkan masalah karena khawatir dengan kondisi anda, tapi tidak disangka, anda akan berpikiran sempit dan menganggap ku anak kecil yang kesurupan"


"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi, selamat tinggal" Fei Lian Hua berbalik dan berjalan pergi dengan kesal


Melihat hal tersebut, Fei Xiao Yuan menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil "Tingkahnya itu, dia tidak pernah berubah..."


...


Wang Yuan tidak segera menjawab, tetapi malah mengalihkan perhatiannya ke arah kejauhan dengan ekspresi khawatir


"Kau sudah menjadi seorang pendekar suci, aku yakin kau juga bisa merasakan niat membunuh yang mengambang di udara dan mulai memenuhi langit"


Mendengar pernyataan tersebut, Zhou Yu ikut mengalihkan perhatiannya


Setelah mencapai tingkat pendekar suci, persepsinya meningkat berkali-kali lipat sehingga ia dapat dengan mudah menemukan kelainan yang di maksud roh senjata tersebut


"Niat membunuh ini memang sangat kuat, dan benar-benar berbeda dengan niat membunuh yang berasal dari satu orang, dari mana niat membunuh ini berasal sebenarnya senior ?" Zhou Yu bertanya dengan rasa ingin tahu setelah mengamati niat membunuh itu selama beberapa saat


Untuk membuat eksistensi seperti Wang Yuan terlihat khawatir, pemuda bertopeng tersebut merasa bahwa niat membunuh itu tidak sederhana


Disisi lain, Wang Yuan menghela nafas dan menjawab "Niat membunuh ini mengandung jalan takdir, aku khawatir hal-hal itu akhirnya di mulai..."


***


Ibukota kekaisaran


Di sebuah halaman yang cukup luas, seorang pria tua bertubuh kekar dengan baju besi berwarna perak yang melindungi seluruh ditubuhnya terlihat sedang menatap ke arah kejauhan dengan tenang


Tidak diketahui apa yang dipikirkan pria tua tersebut, karena meskipun sorot matanya terlihat tegas dan ekspresinya acuh tak acuh, namun jika diperhatikan lebih teliti, tatapan pria tua tersebut terlihat sangat jauh


Pria tua tersebut adalah Fei Xiao Yuan yang beberapa waktu lalu membuat kegemparan di ibukota dan mengakibatkan orang-orang didalamnya merasa khawatir


Namun berbeda dengan waktu itu, kali ini pria tua tersebut memberikan perasaan yang sama sekali baru


Nafasnya menjadi lebih kuat dan auranya terus-menerus bocor seperti sebuah gunung merapi yang siap meletus kapan saja


Untungnya meskipun terlihat tidak terkendali, namun sepertinya bahkan aura yang bocor itu juga berada di bawah kendalinya dan tidak membahayakan siapapun


Pria tua tersebut terus tenggelam dalam pikirannya sampai sebuah langkah kaki tiba-tiba muncul dari arah belakang sehingga membuatnya terbangun


Namun meskipun demikian, Fei Xiao Yuan tidak berniat berbalik dan terus mempertahankan posisinya

__ADS_1


Sementara itu, langkah kaki tadi juga tidak berhenti dan terus bergerak ke arah pria tua tersebut sebelum kemudian seorang gadis cantik yang tidak lain pemilik langkah kaki tersebut berhenti tepat disampingnya


Gadis cantik itu kemudian melirik ke arah Fei Xiao Yuan dan berkata "Aku tidak tahu apa yang anda pikirkan, tapi dari belakang anda terlihat sangat kesepian, kakek"


Mendengar pernyataan tersebut, Fei Xiao Yuan yang terkenal berwajah kaku terlihat menunjukkan senyum kecil dan membalas dengan lembut


"Hua'er, sepertinya kau sudah besar, bahkan berani mengomentari kakek"


"Tentu saja" gadis cantik yang di panggil Hua'er itu mengangguk, lalu mendengus kesal "Di seluruh kekaisaran, aku yakin hanya anda yang selalu menganggap ku anak kecil"


"Benarkah ?" Fei Xiao Yuan tertawa kecil menanggapi ucapan tersebut yang sangat berbeda dengan citranya


Namun bahkan jika ada orang lain yang melihat hal itu, mereka tidak akan terkejut sebab identitas gadis cantik tersebut tidak sederhana


Dia adalah Fei Lian Hua yang merupakan keturunan langsung dari Kaisar dan Permaisuri, yang artinya dia juga mempunyai hubungan darah yang sangat dekat dengan Fei Xiao Yuan


Secara alami, pemandangan tersebut adalah hal yang normal


Alasan mendasar Fei Lian Hua berani bersikap santai di depan kakeknya itu karena hanya kepada gadis cantik tersebut, Fei Xiao Yuan tidak pernah bersikap tegas apalagi melontarkan kata-kata kasar


Bahkan ketika Fei Lian Hua membuat kesalahan semasa kecil sampai sekarang, Fei Xiao Yuan tidak pernah bertindak sebagai senior ataupun pelindung kekaisaran


Pria tua tersebut akan bersikap layaknya seorang kakek pada umumnya yang membuat semua keturunan Keluarga Fei merasa aneh sekaligus iri


Namun meskipun demikian, tidak ada yang berani protes apalagi mempertanyakan sikap pria tua tersebut karena selain hal seperti itu bukan sesuatu yang bisa dicampuri orang luar


Pamor pria tua tersebut membuat siapapun tidak berani bertindak gegabah


***


"Apakah anda khawatir dengan perang yang akan datang kakek ?" Fei Lian Hua bertanya setelah melihat kakeknya kembali terdiam


Disisi lain, Fei Xiao Yuan tersenyum lembut dan menjawab "Menurutmu siapa yang tidak khawatir dengan perang yang akan datang ? bahkan para pemimpin sekte besar harus khawatir"


"Tapi bukankah menurut berita, selain kakek. semua pendekar yang bertarung dengan anggota organisasi misterius itu berhasil memenangkan pertempuran ?" Fei Lian Hua bertanya dengan ekspresi bingung


Fei Xiao Yuan menggelengkan kepalanya dan menjawab "Para pemimpin sekte-sekte di dunia persilatan tidak bodoh, untuk membuat kita mengendurkan kewaspadaan yang sudah sangat tinggi terhadap organisasi misterius ini, organisasi itu pasti sengaja menunjukkan kelemahan"


"Meskipun pada kenyataannya itu membuat semua kekuatan justru menjadi semakin khawatir" sambung pria tua tersebut sambil menghela nafas


"Itu benar, bagaimana bisa mereka mempunyai pendekar suci yang sangat banyak ?" Fei Lian Hua terlihat memegang dagunya dengan ekspresi bingung


Selain menyoroti serangan yang dilakukan oleh anggota Pemerintah Surga saat mengumumkan waktu pertempuran yang sebenarnya


Informasi yang didapatkannya juga menekankan bahwa orang-orang yang melakukan serangan tersebut semuanya adalah pendekar suci


Meskipun jumlah sekte di dunia persilatan tidak sebanyak sebelumnya karena pembentukan aliansi dan penghancuran oleh gelombang siluman, namun bahkan itu masih berjumlah ratusan


Sebuah organisasi yang bisa memerintahkan pendekar suci sebanyak itu hanya untuk mengirimkan pesan, bahkan jika Fei Lian Hua tidak mengerti seberapa kuat itu


Ia juga masih memahami bahwa hal itu sangat menakutkan


Tepat ketika Fei Lian Hua tenggelam dalam pikirannya


Fei Xiao Yuan tiba-tiba tersenyum dan menepuk kepala gadis cantik tersebut dengan lembut sembari berkata


"Gadis kecil, beristirahat. keadaanmu kali ini sangat aneh, selain berpura-pura menjadi dewasa, kau juga mulai memikirkan banyak hal, itu tidak baik untuk pertumbuhanmu"


Mendengar pernyataan tersebut, Fei Lian Hua langsung mendorong tangan besar kakeknya itu sambil mendengus kesal


"Aku awalnya berniat membantu memecahkan masalah karena khawatir dengan kondisi anda, tapi tidak disangka, anda akan berpikiran sempit dan menganggap ku anak kecil yang kesurupan"


"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi, selamat tinggal" Fei Lian Hua berbalik dan berjalan pergi dengan kesal


Melihat hal tersebut, Fei Xiao Yuan menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil "Tingkahnya itu, dia tidak pernah berubah..."


...

__ADS_1


__ADS_2