
"Saudara Xu, anda lebih mengenal medan disini, jadi aku harap anda bersedia memimpin" Zhou Yu berkata setelah ketiganya sudah tidak bisa melihat lagi gerbang kota Henan
Xu Wendao mengangguk tanpa berkomentar, ia kemudian memacu kudanya untuk mempercepat langkah sekaligus memimpin
Merasakan kecepatan Xu Wendao, Zhou Yu mengerutkan kening dan mengalihkan perhatiannya ke arah Dai Li
Untungnya meskipun merupakan orang yang awam dalam berkuda, Dai Li masih bisa mengimbangi kecepatan Xu Wendao berkat latihan yang dilakukan bersama Zhou Yu sebelumnya, sehingga membuat Zhou Yu menghela nafas lega
Ketiganya berkuda tanpa suara dan melewati hari tanpa gangguan
Setelah matahari bersembunyi, ketiganya berhenti untuk beristirahat
Zhou Yu kemudian mengatur jadwal berjaga, karena meskipun perjalanan di hari pertama mereka sangat lancar, namun ia tidak mau mengambil resiko, apalagi ketiganya tengah berada di hutan belantara saat ini
Setelah beristirahat semalaman, keesokan harinya Zhou Yu dan yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan tepat ketika matahari masih terlihat malu-malu
***
lima hari kemudian, Zhou Yu dan yang lainnya sampai disebuah desa kecil yang sangat sederhana, dimana atap rumah-rumah penduduknya masih menggunakan jerami dan tali-tali anyaman lainnya
Zhou Yu menaikan alisnya ketika merasa suasana desa tersebut terasa sangat aneh
Ia tidak merasakan sedikit suasana hiruk-pikuk ataupun kegiatan yang dilakukan penduduk desa pada umumnya, seolah desa tersebut merupakan desa kosong yang sudah ditinggalkan oleh para penduduknya
__ADS_1
Tepat ketika Zhou Yu berniat mengarahkan kudanya untuk memasuki desa sekaligus mencari tahu alasan kejanggalan tersebut
Xu Wendao yang jarang berbicara selama lima hari terakhir, tiba-tiba buka suara yang membuat pemuda bertopeng tersebut menghentikan tindakannya "Ini adalah desa yang aku sebutkan padamu waktu itu "
"Maksudmu..." Zhou Yu tiba-tiba teringat jika Xu Wendao pernah mengatakan bahwa Cakar Darah dan Cakar Besi sempat singgah di sebuah desa kecil sebelum sampai di Kota Henan
Dan karena alasan yang tidak diketahui, kedua pendekar tersebut kemudian tiba-tiba membantai seluruh penduduk desa setelah mereka tinggal selama sehari di sana, sehingga membuat desa tersebut seperti api penyucian dan pergi tanpa menyisakan sedikit vitalitas bagi desa tersebut
Xu Wendao mengangguk sebagai jawaban
Zhou Yu mengerutkan keningnya dan bertanya "Apa saudara Xu sudah melaporkan semua ini kepada kekaisaran ?"
"Melapor kepada kekaisaran ?" Xu Wendao tersenyum mengejek dan berkata "Apakah anda pikir mereka akan peduli dengan kejadian ini ?"
Namun Xu Wendao justru tertawa kecil dan berkata "Kota Henan adalah sebuah kota yang sangat terpencil dan sulit dijangkau serta jauh dari wilayah-wilayah utama Kekaisaran Song "
"Jika kekaisaran ingin mengirimkan pasukan atau seorang ahli dari ibukota untuk sampai ke sini, aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan. tapi yang jelas, sumber daya yang dihabiskan pastinya tidak sedikit "
"Dengan segala hal itu, apakah anda berpikir Kekaisaran akan peduli dengan pembantaian sebuah desa kecil dan rela mengirimkan orang untuk menyelidiki dan membalasnya ?"
Zhou Yu terdiam sejenak sebelum berkata "Bukankah dikatakan bahwa Kekaisaran akan mengirimkan prajurit untuk mengumpulkan pajak setiap tahunnya ? itu artinya mereka bisa mengirimkan seseorang ke sini, bahkan jika biayanya tidak sedikit "
Xu Wendao kembali tertawa setelah mendengar pertanyaan Zhou Yu dan berkata "Mungkin terdengar aneh, tapi pada kenyataannya.. "
__ADS_1
Menurut penjelasan Xu Wendao, meskipun seluruh penduduk selalu membayar pajak tepat waktu setiap tahunnya kepada walikota
Dan mereka selalu melihat seorang prajurit yang memasuki rumah walikota setelahnya
Namun pada kenyataannya, prajurit tersebut hanyalah kebohongan alias ilusi yang diciptakan oleh walikota sendiri
Karena sebenarnya, Kekaisaran hanya mengirimkan seorang prajurit, 5-6 tahun sekali untuk mengumpulkan pajak supaya kerugian dalam perjalanan prajurit tersebut bisa tebus dengan pembayaran pajak yang dikumpulkan selama 5-6 tahun itu
Alasan walikota sendiri melakukan kebohongan itu supaya warganya mengetahui keberadaan Kekaisaran Song dan mempunyai rasa memiliki terhadap kekaisaran
Tapi bukannya mempunyai rasa memiliki terhadap kekaisaran, para penduduk lebih menganggap Kekaisaran sebagai hewan buas penghisap darah, karena selama ini, kekaisaran tidak pernah mengeluarkan apapun untuk penduduk Kota Henan
"Jika bukan karena memberi wajah walikota, kemungkinan besar penduduk kota dan desa-desa sekitarnya tidak akan lagi mau untuk membayar pajak " Xu Wendao menyelesaikan kalimatnya dengan nada datar
Zhou Yu terdiam setelah mendengar penjelasan tersebut, meskipun sulit untuk mempercayainya, namun kalimat Xu Wendao sangat masuk akal, sehingga membuatnya sulit untuk menemukan celah dalam kata-kata pemuda tersebut
Seolah merasakan sesuatu yang salah, Dai Li yang tidak mengerti arah pembicaraan pun tidak berani buka suara, sehingga membuat suasana hening sejenak sebelum Zhou Yu kembali bertanya "Siapa saja yang sudah mendapatkan informasi tentang pembantaian penduduk desa ini ?"
"Jika dugaan ku benar, ada lebih banyak orang yang mengetahui tentang kosongnya desa ini, tapi yang mengetahui alasan dibalik kosongnya desa ini, aku pikir hanya kita berdua untuk saat ini " Xu Wendao kemudian melirik Dai Li dan menambahkan "Sekarang menjadi kita bertiga "
"Saudara Xu belum memberitahu walikota tentang desa ini ?" Zhou Yu bertanya sambil menaikkan alisnya
Xu Wendao menggelengkan kepalanya dan menjawab "Sejak awal aku tidak pernah berniat memberitahu walikota tentang kejadian ini "
__ADS_1
Meskipun tidak menjelaskan alasannya, namun dari nada bicara Xu Wendao, Zhou Yu merasa ada kewaspadaan yang sangat kuat dari pemuda tersebut terhadap He Riju